• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Mensos Tersangka Korupsi, Ramalan Gus Dur Terbukti

patinews.com by patinews.com
6 Desember 2020
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Mensos Tersangka Korupsi, Ramalan Gus Dur Terbukti
19.4k
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Mensos Tersangka Korupsi, Ramalan Gus Dur Terbukti

Penulis : Moh Angga Dwi Fachrul Yahya (Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Abdurrahman Wahid atau orang biasa sebut Gus Dur adalah seorang tokoh kharismatik NU (Nahdlatul Ulama’) yang juga pernah menjabat sebagai ketua umum PBNU anatara tahun 1984-1999. Beliau merupakan sang guru bangsa, jasanya untuk bangsa ini cukuplah banyak. Beliau pernah menjabat sebagai presiden indonesia ke-4 sebelum dilengserkan melalui sidang istimewa MPR yang di pimpin Amien Rais.

RelatedPosts

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

Narasi Beracun

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

Ayah Yenny Wahid ini juga sering disebut sebagai Bapak Pluralisme karena jasanya mengakui keberagaman di Indonesia terutama pengakuan atas etnis tionghoa.

Walupun beliau telah meninggal sejak tahun 2009 lalu, namun sosok Gus Dur seakan masih hidup di dalam sanubari masyarakat indonesia. Ide-ide dan pemikiran beliau senantiasa hidup dan menjadi warisan yang sangat berharga bagi generasi sekarnag. Refleksi ide-ide dan pemikiran beliau tentang demokrasi, agama, bangsa, budaya, toleranisme dan lain-lain, terus menjadi kiblat bagi generasi sekarang. Terlebih sekarang banyak terjadi kegaduhan demokrasi, politik dan sosial, maka Gus Dur adalah figur yang tepat sebagai landasan berprilaku baik berbangsa maupun bernegara.

Banyak orang percaya, kalau Gus Dur sesungguhnya bukan manusia biasa. Ia adalah wali Allah (waliyullah)—sebagaimana juga melekat dalam diri kakek dan ayahnya: hadratus syaikh Hasyim Asy’ari dan Wahid Hasyim. Setiap petuah-petuah beliau sangat bermakna walupun dikemas dengan gaya bahasa lelucon yang membuat banyak orang terkagum dengannya. Penyampaian dengan gaya lelucon tanpa mengurangi substansi materi ini menjadikan sebuah ciri khas tersendiri dari Gus Dur.

Tidak jarang dari setiap setemen atau pernyataan beliau di masa lampau benar-benar terjadi di masa sekarang. Banyak pernyataan beliau di masa lampau tersebut masih bisa kita dengar melalui rekaman-rekaman zaman dahulu yang diupload melalui kanal youtube. Publik terheran heran mengapa banyak pernyataan beliau pada masa lampau tersebut benar-benar terjadi di masa sekarang.

Itulah yang membuat Gus Dur lebih di segani setelah kematiannya.
Diantara pernyataan beliau yang terkenal adalah ketika wawancara dengan jurnalis Andy F Noya di program kick andy yang tayang di Metro TV. diketahui semasa pemerintahannya yang hanya dua puluh bulan, Gus Dur pernah membubarkan dua Departemen yang merupakan warisan Orde Baru yaitu Departemen Sosial dan Departemen Penerangan.

Andy menyatakan keheranannya dengan langkah Gus Dur membubarkan Departemen Sosial yang notabene berperan mengayomi orang terlantar di Indonesia. Sontak Gus Dur memberikan pernyataan sebagai berikut
“Persisnya itu, karena Departemen (Sosial) itu yang mestinya mengayomi rakyat ternyata korupsinya gede-gedean sampai hari ini” ucap Gus Dur.

Gus Dur kembali menjawab ketika Andy bertanya kembali dengan menganalogikan membunuh seekor tikus yang tidak perlu membakar lumbungnya (tempat penyimpanan padi).

“Oh memang, karena tikusnya sudah menguasai lumbung,” jawab Gus Dur disambut gelak tawa penonton yang hadir saat itu.

Ramalan Gus Dur nampaknya terbukti ketika di kemudian hari, Menteri Sosial era rezim Megawati dan SBY, Bachtiar Chamsyah diamankan KPK pada tahun 2010 karena kasus Korupsi pengadaan mesin jahit dan impor sapi saat memimpin Departemen Sosial di tahun 2004 dan 2006.

Tak berhenti di situ, Menteri Sosial Idrus Marham ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus suap proyek PLTU Riau-1 pada tahun 2018. Kemudian pada April 2019, Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan kepada Idrus Marham.

Yang terbaru, KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebagai tersangka dalam kasus dugaan bantuan sosial (bansos) penanganan virus corona. Menteri dari PDIP itu menjadi tersangka bersama 4 orang lain.

Mereka adalah 2 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bansos COVID-19 Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Lalu, 2 supplier rekanan bansos COVID-19, Ardian I M dan Harry Sidabuke. Ketua KPK, Firli Bahuri, menyatakan dalam pengadaan bansos corona, Juliari diduga meminta fee Rp 10 ribu per paket sembako senilai Rp 300 ribu.

Itulah mengapa banyak orang percaya akan ramalan Gus Dur. terbukti sekarang apa yang dikatakan Gus Dur tentang lembaga yang menjadi sarang korupsi. Lembaga/kementerian sosial dijadikan bancakan korupsi oleh tikus-tikus berdasi.

(*).

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Opini

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

23 Juni 2026
27
Opini

Narasi Beracun

7 Oktober 2025
345
DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?
Opini

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

22 September 2025
93
Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan
Opini

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

14 Juli 2025
85
Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir
Opini

Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir

10 Juli 2025
183
Mendobrak Kepalsuan Akademik: Refleksi Kebijakan Bupati Pati
Opini

Saat SD Negeri Sepi Peminat: Fenomena Baru SPMB di Kabupaten Pati

18 Juni 2025
572
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Patroli Malam Minggu, Polres Rembang Tingkatkan Pengamanan Cegah Gangguan Kamtibmas
  • Kapolsek Kragan Pimpin Pengamanan Lomba Miniatur Sound System, Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif
  • Pelanggaran Lawan Arah Masih Jadi Ancaman Keselamatan Berlalu Lintas
  • Nobar Piala Dunia 2026 dan Launching Logo Hari Jadi Pati ke-703, Kasdim 0718/Pati Ajak Perkuat Kebersamaan
  • Makna Logo Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati, Semangat “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan”
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.