Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid 19

Penulis: Sartika

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid 19

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Covid 19

Ada beberapa opini opini yang berada di tengah masyarakat mengenai tentang wabah yang sedang melanda saat ini yaitu wabah virus corona yang sampai saat ini masih menjadi keresahan di seluruh dunia. Selain itu banyak berita berita hoax yang dapat memicu terjadinya keresahan di tengah masyarakat. Kondisi seperti inilah yang menyebabkan terjadinya rasa cemas dan rasa tidak aman terhadap masyarakat. Untuk itu, memilih informasi yang tepat merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kecemasan yang berlebihan. Dengan begitu, masyarakat dapat terhindar dari berita palsu atau hoax yang beredar luas sehingga menyebabkan rasa panik dan cemas.

Pandemi virus corona ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, namun juga mempengaruhi kesehatan mental setiap orang. Apalagi untuk sekarang ini, masyarakat dihadapkan dengan kebiasaan baru, aturan baru New Normal yang mendorong setiap orang untuk melakukan kebiasaan baru dan mampu beradaptasi dengan cepat serta masyarakat mau tidak mau harus hidup berdampingan dengan virus yang membahayakan yakni virus corona.

Kondisi tersebut menjadi semakin parah dengan adanya dampak sosial ekonomi yang melanda kalangan masyarakat yakni potensi terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang membuat masyarakat menjadi risau akan masalah finansial, pekerjaan, dan masa depan mereka setelah pandemi ini berakhir. Jika masalah ini tidak segera ditangani, masyarakat dapat mengalami gangguan kesehatan mental dan penyakit akibat terlalu khawatir dan cemas yang berlebihan.

Ketakutan yang berlebihan hanya akan menimbulkan masalah seperti kondisi imun menurun, otak akan penuh dengan pikiran yang negatif, yang mengakibatkan kepala menjadi berat dan pusing dan tentunya berakibat pada kesehatan fisik dan kesehatan mental yang ikut terganggu. Hal ini memiliki pengaruh bagi semua lapisan masyarakat, seperti buruh, guru, pedagang, petani bahkan di semua kalangan usia menjadi incaran akan virus corona. Maka dari itu, sangat dibutuhkan sekali pemahaman masyarakat terkait kondisi sekarang yang sedang dialami dan lebih bijak dalam mengahadapi virus corona yang sedang menjadi pandemi di seluruh dunia.

Sebagai seorang mahasiswa saya cukup merasakan dampak akan pandemi ini, aktivitas perkuliahan terbatasi dengan media virtual atau daring yang masih menjadi keresahan setiap mahasiswa. Perkuliahan dengan model seperti itu menimbulkan beban tersendiri untuk mahasiswa terlebih lagi tugas yang semakin banyak dan akses yang sulit terjangkau terkait dengan sinyal dan kuota internet.

Maka dari itu, kita harus mengetahui beberapa tanda gangguan-gangguan mental yang ada pada dalam diri kita

di masa pandemi seperti ini. Berikut beberapa gangguan gangguan tersebut

a. Gangguan pola makan
b. Sulit tidur
c. Susah berkonsentrasi
d. Timbulnya rasa bosan dan stress
e. Rasa cemas dan takut yang berlebihan

Jika terdapat gangguan gangguan semacam itu, bebarapa langkah untuk menanganinya adalah sebagai berikut

1. Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang
Menjaga pola makan yang teratur merupakan salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah gangguan mental selam pandemi seperti ini, memilih makanan yang bergizi dan seimbang dapat membuat tubuh menjadi sehat dan membuat daya imun semakin kuat dan secara tidak langsung dapat membuat kesehatan mental lebih terjaga.

2. Melakukan aktivitas fisik
Melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dapat membantu menenangkan pikiran dan menjaga kebugaran tubuh supaya selalu fit dan tidak mudah terserang penyakit. Serta dapat membantu meredakan stress.

3. Me Time
Meluangkan waktu untuk memanjakan diri merupakan hal yang dapat meredakan stress akibat pandemi ini, melakukan kegiatan yang menyenangkan dan mengerjakan hobi dapat mengusir rasa jenuh dan bosan dan menjaga mental supaya stabil.

Exit mobile version