Menjaga Diri dan Keluarga di Masa Pandemi

Oleh: Endang Tri Cahyanti Kelompok KKN MDR Yasawirya IPMAFA

Pandemi Covid-19 atau virus Corona masih belum berakhir, jumlah penularanya pun masih belum mengalami peurunan yang signifikan. Tentu saja hal ini mengakibatkan ketakutan dan kecemasan kepada masyarakat. Kususnya bagi masyarakat indonesia yang juga tidak terhindar dari penyebaran Covid-19. Jumlah total penderita Covid-19 pun mencapai 69,5 jt penderita, lebih dari 44,7 jt jiwa sembuh dan 1,58 jt jiwa meninggal dunia di seluruh dunia, sedangkan di Indonesia sendiri mencapai 593.000 kasus, 487.000 sembuh dan 18.171 meninggal dunia.

Penyebaran Covid-19 dimulai di Wuhan-China pada akhir tahun 2019 dan menyebar ke seluruh dunia hingga November 2020 masih belum berakhir. Covid-19 bisa diatasi dengan cara memakai masker, hindari kerumunan dan selalu mencuci tangan serta di tekankan kepada masyarakat yang tidak memiliki kepentingan untuk tetap dirumah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Umumnya masyarakat yang kurang peduli dan menganggap enteng Covid-19 yang akhirnya malah terjangkit virus. Tentu saja hal ini tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri tapi juga keluarga dan bahkan masyarakat luas. Minimnya kesadaran individu untuk saling mnjaga adalah salah satu faktor kenapa virus Corona belum juga berakhir. Pemerintah telah memberikan imbauan tegas untuk tetap dirumah saja, menjaga jarak bila memang harus keluar rumah, memakai masker, tidak berkerumu, rajin mencuci tangan atau bisa juga dengan menggunakan Handsanitizer. Bahkan pemerintah juga telah memberikan sanksi-sanksi tegas pada inndividu-individu yang tidak mematuhi aturan protokol kesehatan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 adalah dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Kiat yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah dengan menyiapkan tempat cuci tangan disetiap rumah, memberikan disinfektan rutin, menjaga kebersihan lingkungan, tidak makan ditempat umum atau nongkrong di keramaian, memakai masker, tidak bersaaman dan hindari kontak langsung benda dengan tangan.

Apabila memang megharuskan kegiatan di luar rumah atau dilingkungan masyarakat umum diwajibkan untuk tetap menjaga jarak dan memakai masker, hindari kontak langsung dengan manusia ataupun hewan liar. Dan saat kembali ke rumah, diharuskan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumah dan langsung mandi kemudian mengganti pakaian yang telah dilakukan. Hal ini dilakukan sebagai upaya pengurangan penyebaran covid-19. Kadang ada orang yang tidak mempedulikan keamanan dirinya dan malah membahayakan orang lain bahkan keluarganya sendiri, apalagi jika memiliki orang tua yang seudah lanjut usia ataupun anak-anak yang masih kecil di rumah. Tentu hal ini sangat berbahaya karena imun tubuh individu yag berbeda-beda. Karena hal inilah setiap individu harus punya kesadaran diri untuk menjaga dirinya maupun orang terdekatnya bahkan masyarakat luas.

Bertemu sapa memang adalah hal yang tidak bisa dihindari oleh masayarakat indonesia apalagi warga diindonesia dikenal sebagai warga yang ramah dan santun. Namun, demi menjaga keselamatan bersama diharapkan warga indonesia dapat mematuhi himbauan dari pemerintah dan tetap menjaga kesehatan diri dan masyarakat. Apabila bertemu jangan bersalaman atau berpelukan, lebih baik berikan salam siku atau lebih baik untuk tidak saling bersentuhan. Memberi jarak minimal 1 meter dengan orang lain dan sebisa mungkin menghindari kerumunan. Kita tidak tau apakah orang-orang yang berjalan diantara kita itu sehat atau tidak, oleh karena itu lebih baik unu tetap dirumah dan tidak keluar rumah jika bukan karena hal yang mendesak.

Exit mobile version