Meningkatkan Kualitas Pendidikan dengan Belajar Kelompok

Oleh : Moh khoirun Ni’am

Idealnya pendidikan bukan hanya berorientasi dalam satu masa saja, akan tetapi bisa berdaptasi dengan segala konteks yang ada hususnya bisa beradaptasi dengan masa depan, Pendidikan wajib melihat jauh ke depan mengenai apa yang akan dihadapi murid di masa depan.

Menurut Khabibah (2006:1), pendidik profesional merupakan pendidik yang bukan hanya menaruh pelajaran pada peserta didiknya sebagai sebuah profesi, namun juga bisa membekali siswa dalam memecahkan perkara yang mereka hadapi pada kehidupan sehari-hari.

Terdapat berbagai permasalahan primer proses belajar di sekolah salah satunya yaitu daya serap murid yang berkurang dengan dibuktikan output belajar murid yang masih sangat kurang adaptif dalam menanggapi permasalahan, mengenai ini perlu kiranya ada suatu inovasi baru yang di lakukan dalam model pembelajaran, sehingga bisa meningkatkan kualitas pendidikan.

Model pembelajaran yang ditampilkan sang pengajar lebih didominasi sang pengajar sebagai akibatnya murid cenderung pasif dan tidak di beri kesempatan akses buat berkembang dengan menggunakan cara berdikari melalui inovasi dan proses pola pikir yang mereka miliki. Oleh karena itu perlu ada inovasi pembelajaran supaya proses pembelajaran tidak hanya pada penguasaan sang pengajar saja yaitu pembelajaran kelompok untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Pembelajaran kelompok sering kali di sebut dengan istilah coperative yg berarti sesuatu yang di lakukan secara bersama-sama dengan saling membantu sebagai grup atau tim. Pembelajaran kolompok sering juga di sebut dengan pembelajaran gotong royong, pembelajaran tersebut merupakan sistem yang menaruh kesempatan pada murid untuk bekerjasama dengan murid lain pada tugas-tugas yg terstruktur. Selanjutnya pembelajaran kelompok hanya berhasil jika dibuat grup atau tim di mana didalamnya murid bekerja secara terarah untuk mencapai tujuan yang sudah disepakati jumlah anggota kelompok, adapun jumlah kelompok belajar biasanya hanya terdiri dari 4-6 orang.

Adapun hal yang perlu di terapkan untuk peningkatan kualitas pendidikan melalui kelompok pembelajaran antara lain :

a. Penjelasan materi
Penjelasan materi merupakan proses penyampaian inti materi pelajaran sebelum siswa belajar kelompok. Tujuan utamanya adalah siswa memahami pokok materi pelajaran. Pada tahap ini gambaran umum di sampaikan guru tentang materi pelajaran yang harus dikuasai, selanjutnya siswa akan memperdalam materi melalui kelompok pembelajaran. Pada tahap ini guru bisa melakukan penjelasan dengan tanya jawab, ceramah, atau demonstrasi.

b. Kelompok pembelajaran
Kelompok pembelajaran memiliki sifat heterogen, artinya pembuatan kelompok di bentuk berdasarkan perbedaan-perbedaan setiap anggotanya, baik perbedaa latar belakang agama, perbedaan gender, perbedaan sosial–ekonomi, dan etnik, serta perbedaan kemampauan akademik.

c. Penilaian
Penilaian pembelajaran dapat di lakukan dengan tes atau kuis. Tes atau kuis dilakukan baik secara individual maupun secara kelompok. setiap siswa kemampuanya dapat di nilai melalui tes individual, dan informasi kemampuan kelompok dapat di nilai melalui tes kelompok. Hasil akhir setiap siswa adalah keduanya di gabungkan dibagi dua.

Dengan pembelajaran kelompok mahasiswa atau siswa bisa saling berkerjasama dalam pertukaran ide dan gagasan untuk mendalami materi dengan cara partisipatif, dengan cara tersebut mutu kualitas pendidikan akan meningkat karena:

a. Berkurangnya Ketergantungan siswa pada guru sekaligus dapat menambah kepercayaan dalam berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa yang lain,
b. Pengembangan kemampuan dan wawasan melalui mengungkapkan gagasan atau ide dengan kata-kata secara lisan dan membandingkannya dengan ide orang lain.
d. Dapat membantu kepekaan siswa untuk responsif pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.
e. Inovasi pada srategi pembelajaran kelompok merupakan hal yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik serta keterampilan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan orang lain, mengembangkan sikap positif menuju sekolah dan keterampilan manajemen waktu.

(*)

Exit mobile version