Menghindari Fanatisme Berlebihan dalam Beragama

Oleh : Alfi Nurul Kamila -Tim KKN Abhinaya IPMAFA 2020

Akhir-akhir ini sikap dan perilaku fanatisme sering muncul pada sebagian lapisan masyarakat Indonesia. Fanatisme muncul karena adanya sikap egois dan merasa paling benar dan yang lain salah, sikap fanatisme berlebihan ini biasanya mengarah pada ekslusivisme. Eksklusivisme yaitu suatu pandangan yang merasa dirinya paling benar dalam beragama dan yang lain dianggapnya salah. Golongan eksklusivisme ini selalu ada di mana-mana dan selalu mempengaruhi cara pandang orang lain dalam hal beragama.

Beragama dengan sikap yang berlebihan akan mengundang munculnya fanatisme, jika fanatisme ini dibiarkan, maka akan berdampak negatif bagi individu dan sosial karena kita adalah bangsa Indonesia yang hidup di tengah-tengah masyarakat yang multikultural. Fanatisme yang berlebihan perlu dihindari dan diantisipasi. Karena jika hal tersebut tidak diantisipasi bisa merusak tatanan kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. yang akhirnya mudah terpecah belah, tidak ada rasa saling menghormati dan toleransi.

Menurut ahli psikologi fanatisme adalah bentuk kelainan secara psikis, jika dilihat dari defisinisinya, fanatisme umumnya tidak rasional atau keyakinan kuat dari seseorang yang memiliki tujuan untuk mengejar sesuatu hal. Kadar fanatisme berbeda-beda ada yang ekstrim dan ada yang sedang, tapi yang namanya fanatisme sama saja tidak baik, dan berdampak buruk untuk diri sendiri maupun orang lain. Karena fanatisme yang kadarnya sedang jika dibiarkan akhirnya pun bisa mengarah menuju ke ekstrimisme.

Bagaimana menghindari sikap fanatisme yang berlebihan? Di bawah ini ada beberapa tips untuk menghindari fanatisme yang berlebihan, caranya adalah sebagai berikut:

Hindari mengungkit hal yang tidak perlu
Jika anda ditanya tentang apa yang menjadi keyakinan anda maka katakan dengan jujur, namun perlu penyampaian yang baik, maka fikirkan dengan baik sebelum anda mengarahkan percakapan.

Fokus pada topik berbeda
Jika anda bersama pihak dengan fanatisme ekstrim dan membicarakan tentang agamanya atau suatu faham yang dianut, maka alihkan lah pembicaraan itu pada hal lain misalnya pada topik, tempat wisata, hewan peliharaan, bunga-bunga yang cantik di depan rumah.

Tenang dan hindari sikap defensif
.Anda tidak harus mempertahankan sudut pandang anda pada siapapun meski pandangan anda benar dan juga penting, hal ini sangat baik dilakukan untuk mencegah konflik yang akan terjadi. Seperti yang telah Rasulullah contohkan bahwa Rasulullah SAW tidak suka berdebat yang hanya membenarkan diri sendiri.

Mampu mengontrol emosi
Ketika menghadapai serangan fanatisme, sebaiknya kita tidak usah mengeluarkan emosi yang negatif. Namun setidaknya berusaha untuk mengatakan pada diri sendiri untuk bisa tenang dan tidak membiarkan emosi sampai terlunta-lunta dan memanas.

Jangan biarkan berlarut-larut
Sebenarnya cara untuk menyikapi fanatisme ekstrim juga bisa dilakukan dengan diam dan mengabaikan hal tersebut. Namun di sisi lain, hal tersebut terkadang juga bisa semakin parah dan semakin memburuk, sebab anda akan melihat hal tersebut sebagai ancaman dan sebuah ancaman yang semakin kuat.

Demikian sedikit ulasan tips tentang menghindari fanatisme berlebihan, semoga dengan sedikit pengetahuan ini, mempunyai manfaat dan semoga anda tidak terpancing atau terprovokasi oleh isu-isu fanatisme ekstrim yang kini sedang marak di media sosial maupun media elektronik.

Exit mobile version