Oleh: Noviyanti Dewi
Mahasiswi KKN Layali Ipmafa
Toleransi beragama adalah sikap saling menghormati dan membiarkan pemeluk agama dalam melaksanakan ibadah menurut ajaran serta ketentuan agama masing-masing yang diyakini tanpa ada paksaan dan mengganggu dari orang lain. Toleransi juga menyangkut mengenai rasa saling menghargai atas perbedaan agama, ras, suku, dan budaya.
Toleransi sangat penting diterapkan, karena setiap manusia memiliki hak penuh dalam memilih, memeluk dan meyakini sesuai dengan hati nuraninya, untuk itu toleransi beragama sangatlah penting dalam menciptakan kerukunan umat beragama. Di sisi lain, harus dipahami bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik masyarakat ada kalanya juga dipengaruhi oleh adat istiadat setempat. Dan sudah sewajarnya apabila setiap komunitas, mempunyai cara dalam berkomunikasi. Perbedaan adat dan pola komunikasi ini, adakalanya, menjadi faktor pemicu timbulnya diskriminasi bagi warga masyarakat tertentu. Terutama yang dianggap berbeda dengan mayoritas masyarakat setempat.
Bermasyarakat perlu adanya bersosialisasi. Komunikasi yang baik serta proses sosialisasi yang benar, diharapkan dapat menumbuhkan sikap toleransi. Sehingga antar warga masyarakat dapat tercipta pergaulan yang penuh dengan suasana saling menghargai perbedaan, saling menghormati, serta saling sebagai saudara sendiri.
Maka dari itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus memiliki cara berfikir yang positif seperti memahami perbedaan, menjaga kerukunan, supaya tidak terjebak kepada hal-hal yang negatif dari omongan-omongan yang tidak menyukai agama lain..
Sikap toleran sangat perlu dikembangkan sebab manusia adalah makhluk sosial serta menciptakan adanya kerukunan hidup antar umat beragama. Oleh karena itu, ada cara untuk memelihara dalam toleransi beragama supaya tidak memecahkan suatu permasalahan diantaranya:
1. Dengan terciptanya kenyamanan.
2. Kenalilah toleransi beragama dari diri sendiri maupun orang lain.
3. Menerima perbedaan pendapat dari orang lain.
4. Menghargai orang yang berbeda agama untuk tetap ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.
5. Menghindari perpecahan
6. Meningkatkan ketaqwaan.
Toleransi beragama tidak berarti bahwa seseorang yang telah meyakini keyakinan kemudian berpindah atau merubah keyakinannya untuk mengikuti dan berbaur dengan keyakinan atau peribadatan agama lainnya. Meskipun Indonesia terdiri dari penganut agama yang berbeda-beda, tetapi setiap warga memiliki satu agama dalam keyakinan diri sendiri.
Dalam hal ini, sikap yang diperlukan adalah saling menjaga silaturrahmi, berprasangka baik, menerima perbedaan, saling menghormati serta menghargai satu sama lainnya.
Upaya untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia memerlukan kesadaran bagi setiap manusia serta mempunyai prinsip toleransi antar umat beragama yaitu:
1. Manusia berhak untuk memilih dan memeluk agama yang diyakininya.
2. Tidak boleh ada paksaan dalam beragama.
3. Tidak akan berguna untuk memaksa seseorang agar mengikuti suatu keyakinan tertentu.
Pengembangan agama dalam kehidupan beragama tidak boleh menjerumus ke arah tumbuhnya pemikiran serta pemahaman agama yang sempit oleh karena itu, akan menimbulkan konflik antar agama. Adapun bentuk dari toleransi beragama diantaranya toleransi terhadap sesama muslim, toleransi terhadap non muslim seperti tidak boleh memusuhi orang non muslim, hidup rukun dan damai, saling tolong menolong sesama manusia.
Dengan adanya toleransi kita dapat melestarikan persatuan dan kesatuan bangsa, mendukung serta menyukseskan pembangunan, menghilangkan kesenjangan.
Hubungan antar umat beragama berprinsip bekerjasama, menjalin persaudaraan yang baik, serta membela golongan yang lemah. Contohnya adalah apabila ada seseorang yang beragama Kristen di suatu desa, maka warga muslim atau pemeluk agama lain, harus tetap saling menghargai, tidak boleh mengucilkan atau memojokkan.
Sesama anggota masyarakat perlu untuk saling menguatkan dengan tanpa membeda-bedakan agama. Perbedaan adalah rahmat. Dan toleransi adalah pengikat persaudaraan dalam perbedaan.







