Sejak Pandemi Covid-19 ini melanda Indonesia. Saat ini pemerintah banyak melakukan cara agar pandemic Covid-19 ini segera berakhir dan para masyarakat dapat bertahan hidup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Contoh salah satu bantuan dari pemerintah yakni pemerintah sudah memberikan banyak bantuan Bantuan Langsung Tunai, Bantan Pangan Non Tunai, bantuan Usaha Mikro Kecil Menengah dls. Ini salah satu bentuk bahwa pemerintah peduli dengan memberikan bantuan-bantuan tersebut.
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia memang menimbulkan dampak negativ bagi seluruh sector, termasuk ekonomi. Di masa pandemi Covid-19, banyak dari kita yang kehilangan pendapatan. Mulai dari pedihnya kena PHK, terpaksa rasakan gaji yang dipotong, hingga alami bisnis yang merosot keuntungannya karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal tersebut membuat beberapa pelaku usaha dirumahkan atau diberhentikan kerjaanya demi untuk mengurangi penyebaran virus corona. Meski semua sama-sama merasakan susahnya masa pandemi dan sama-sama menahan pengeluaran berlebih, ada satu hal yang malah berlimpah munculnya kembali semangat gotong royong.
Lalu langkah apa yang dapat dilakukan sebagai makhluk social dan sesama masyarakat di tengah wabah pandemic Covid-19 ini. sebagai makhluk sosial dan sesama masyarakat sudah sepatutnya untuk saling tolong menolong dan membantu sesama.
Apalagi di dalam agama sudah diajarkan untuk saling bertoleransi tanpa memandang suku, budaya, dan agama. tentunya banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu sesama dalam menghadapi pandemi Covid-19 salah satunya dengan membeli kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan pokok di warung atau toko kelontong pedagang kecil yang ada di sekitar rumah atau orang-orang terdekat seperti tetangga, teman, atau saudara.
Bantuan yang terlihat remeh tersebut rasanya sangat penting untuk dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini. Sebab, besar kemungkinan hasil dari penjualan tersebut bisa menjadi penyambung hidup bagi satu keluarga karena barang daganganya masih laku terjual. Apalagi sejak tumbuhnya minimarket, supermarket, dls itu membuat warung atau toko kelontongan ini terpinggirkan Di karenakan toko yang cara jualnya masih tradisional dan tempat yang tidak dapat dijangkau oleh semua orang. Itu membuat masyarakat lebih suka belanja di luar ketimbang belanja di sekitar rumah.
Di tengah serba kesulitan ini alangkah baiknya untuk mengurangi belanja di luar rumah dan lebih memilih belanja di sekitar rumah atau di warung tetangga untuk membantu perekonomian tetangga yang sedang di guncang oleh pandemic Covid-19 ini. Mungkin pertolongan ini terkesan remeh tapi bisa membantu meringankan kesulitan perekonomian di tengah pandemi ini. Terlebih di masa pandemic ini pemerintah menghimbau masyarakat agar tetap berada di rumah untuk mengurangi penularan virus corona.
Bantuan tidak selamanya hanya berupa memberi sembako, memberi makan, memberi sumbangan, melainkan membantu tetangga dengan cara membeli barang daganganya adalah sebuah bantuan, apalagi di tengah wabah virus corona. Selain membantu tetanggga dengan membeli barang daganganya itu juga bisa menjaga hubungan baik terhadap tetangga, saudara dan teman.
Saatnya segenap anak bangsa tanpa memandang jenis kelamin, golongan, suku, profesi, agama,dan yang lainya, mengabaikan perbedaan, dan bergandengan tangan, saling mendukung, dan saling menguatkan.
Kegiatan jual beli dengan orang terdekat merupakan kunci kemajuan bangsa. Suatu bangsa akan kuat, jika rekatan batin antar warga bangsa kuat.
Penulis : TIYA NUR FITRIANI
Intansi : INSTITUT PESANTREN MATHALIUL FALAH
Prodi : Perbankan Syari’ah
