Keterlibatan Orang Tua Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Anak
(Oleh Nurul Fitriyana KKN MDR AKHTAR IPMAFA)
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sudah lebih dari sembilan bulan terakhir ini berdampak terhadap perubahan aktifitas belajar-mengajar. Tak terkecuali di negeri ini, sejak Maret aktifitas pembelajaran jarak menjadi sebuah pilihan kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk pencegahan penyebaran virus corona.
Pembelajaran jarak jauh atau daring yang telah diterapkan oleh kementrian pendidikan, yaitu Nadiem Makarim membuat seluruh pelajar di Indonesia harus siap menghadapi pembelajaran jarak jauh.
Namun, pelajar dalam pembalajaran jarak jauh ini harus siap menghadapi rintangan dalam pembelajaran jarak jauh. Selain itu, orang tua memiliki peranan penting dalam memantau aktivitas anaknya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh.
Meylan Saleh berpendapat dalam jurnalnya Merdeka Belajar di Tengah Pandemi Covid-19, berpendapat bahwa kehidupan dunia seolah berjalan perlahan, dimana mengharuskan kita untuk menyesuaikan dengan pola hidup yang baru.
Selama pandemic Covid-19, mau tidak mau, kita akan tetap memasuki tatanan dan sistem dunia yang berbeda. Dengan demikian dunia pendidikan, harus menyesuaikan alur yang baru akibat dari dampak Covid-19. Dan kita harus menyiapkan diri memasuki dunia pendidikan yang baru pasca Covid-19. Pendidik ataupun guru, orang tua siswa, peserta didik, hingga institusi pendidikan tinggi harus mampu menyesuaikan alur baru, yang lebih adaptif dan efekti dengan zaman yang sekarang.
Maka dari itu, dalam pendidikan dalam masa pandemi seperti ini mengharuskan para pelajar di Indonesia untuk melaksanakannya pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh bukan hanya pelajar yang harus siap mengahadapinya, tetapi orang tua harus siap menerima tantangan yang ada pada pembelajaran jarak jauh.
Keresahan yang dihadapai kedua orang tua dalam pembelajaran jarak jauh, seperti mengerjakan tugas anaknya yang seharusnya dikerjakan oleh anaknya. Hal ini membuat orang tua resah karena tugas yang harusnya dikerjakan oleh anaknya justru dikerjakan oleh orang tuanya.
Adapun peranan orang tua terhadap anak dalam pendampingan pembelajaran jarak jauh, dapat dilakukan sebagai berikut :
Memotivasi anak dalam belajar
Motivasi dari orang tua terhadap anak sangat perlu dilakukan saat anak mulai merasa bosan pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh. Dengan demikan, ketika orang tua selalu memberikan motivasi kepada anaknya untuk tetap semangat, maka anaknya akan termotivasi untuk terus belajar karena selalu ada orang tua yang memberikan motivasi.
Nasihat orang tua terhadap anak
Orang tua memang seharusnya selalu menasihati anaknya. Namun, pada saat pembelajaran jarak jauh ini peranan orang tua dalam menasihati anak memang seharusnya dilakukan.
Dengan demikan, orang tua harus menasihati anaknya agar selalu belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan gurunya.
Orang sebagai guru utama untuk anak
orang tua di rumah harus layaknya sebagai seorang guru karena apabila anaknya tidak mengerti, orang tua dituntut untuk dapat memahami pelajaran anaknya.
Dengan demikian, dalam pembelajaran jarak jauh ini orang tua harus mengulang pembelajaran yang telah diajarkan oleh guru saat pembelajaran secara zoom, google meet, dan sebagainya. Sehingga dalam hal ini orang tua harus memiliki kemampuan dalam mengulang pembelajaran yang tidak dimengerti oleh anaknya dan mengajarinya selayaknya guru di sekolah.
Waktu luang orang tua bersama anak
Dalam pembelajaran jarak jauh ini, orang tua harus memiliki waktu untuk bisa mendampingi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Peranan orang tua sangatlah penting dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
Dengan demikian, orang tua harus memantau setiap kegiatan anaknya di rumah dengan meluangkan waktu untuk anaknya. Orang tua yang mengawasi setiap kegiatan anaknya dalam belajar dirumah harus diterapkan karena pada kegiatan belajar di rumah, anak akan lebih suka bermain dibandingkan belajar, bahkan lebih suka bermain game dibandingkan membaca buku.
Orang tua sekaligus menjadi teman untuk anak
Karena anak tidak dapat bertemu dengan teman-temannya sehingga orang tua dapat dijadikan sebagai teman keluh kesahnya. Dalam pembelajaran tatap muka, tentu saja teman-temannya mengetahui permasalahan di sekolah.
Namun, dalam pembelajaran jarak jauh ini menyulitkan sesorang untuk berinteraksi dengan temannya maka orang tua di rumah dapat menggantikan peran temannya, yaitu mendengarkan keluh kesah anaknya dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh dan memberikan solusi terhadap permasalahannya.
Berdasarkan peranan orang tua diatas dalam pembelajaran jarak jauh, peranan yang harus diberikan orang tua kepada anaknya sangatlah penting karena pantauan orang tua sangat membantu anaknya dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
Dengan demikian, keterlibatan orang tua harus aktif dan sesuai bagi kebutuhan anak yang sedang melaksanakan pembelajran jarak jauh.
Sebagai kesimpulan, peranan kedua orang tua sangat penting mengatasi kesulitan anaknya dalam pembelajaran jarak jauh sehingga pembelajaran jarak jauh dapat terlaksana walaupun dilaksanakan di rumah.
Sementara itu, pelajar harus tetap semangat, serius, dan tidak boleh bermain-main walaupun pembelajaran jarak jauh dilaksanakan di rumah.
(*).


