Kenakalan Remaja Ditinjau dari Keharmonisan Keluarga dan Pergaulan Teman Sebaya
Oleh : Hanni Khoirunnisa
Kenakalan remaja akhir-akhir ini banyak dibicarakan orang. Terbukti dari pemberitaan yang bersumber dari beberapa kabar berita, salahsatunya Kompas.Com pada tanggal (15/11/2023) yang memberitakan polisi menangkap 72 remaja yang hendak tawuran di tangerang. Di antara kenalan remaja tersebut, yang menjadi faktor salah satunya keharmonisan keluarga.
Keluarga merupakan kunci utama dan pertama dalam penanaman pendidikan karakter anak. Faktor-faktornya adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua, karena keluarga merupakan fondasi awal bagi seorang anak. Perilaku seorang anak juga dapat dilihat dari bagaimana kondisi keluarga anak tersebut.
Saat keluarga tidak harmonis, sudah tentu komunikasi antar orang tua dan anak menjadi tidak baik. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab kenakalan remaja yang paling banyak ditemui. Remaja menjadi tidak terbuka kepada orang tua mengenai masalah yang terjadi padanya karena orang tua sibuk bertengkar dan tidak mempedulikan anak.
Hal inilah yang mengakibatkan remaja mencari tempat di luar rumah untuk bernaung dengan menunjukkan kenakalannya. Faktor keluarga dapat mendorong remaja dalam berperilaku negatif. Fungsi keluarga lebih banyak pada sisi kurangnya perhatian, pengabaian, dan persoalan penerapan kontrol misalnya aturan yang dierapkan di rumah tidak berjalan efektif atau sebaliknya keadaan tidak teratur karena tidak ada aturan atau hanya terdapat aturan yang lemah. Berbagai kondisi struktural keluarga, tidak idealnya sistem kontrol yang diberikan keluarga, dan minimnya kedekatan remaja dengan orang tua baik secara emosi maupun secara fisik menjadi penyebab anak mencari keluarga baru yang bisa memberinya kebebasan dan merasa dihargai secara individu.
Masa remaja merupakan masa yang sangat rentan terhadap perilaku yang salah karena pengaruh negatif lingkungan sosial dan kurangnya pengawasan dari orang tua. Pada masa remaja komunikasi dan kepercayaan terhadap orang tua berkurang, dan beralih ke teman sebaya untuk memenuhi kebutuhan akan kelekatan ( attachment). Lingkungan teman sebaya yang negatif dapat mendorong keterlibatan dalam pergaulan remaja.
Karena pengaruh dari teman sebaya dapat membentuk perilaku remaja yang berubah menjadi nakal agar dapat diakui oleh sebayanya. Teman sebaya yang memberikan potensi buruk pada moral remaja, dapat menimbulkan perbuatan yang tidak benar, seperti berbuat onar dan mengganggu ketentraman masyarakat. Oleh karena itu, orang tua harus senantiasa mengawasi pergaulan anak. Karena jika dalam pergaulan anak tersebut tidak diawasi dapat menimbulkan beberapa dampak yang bukan hanya berimbas kepada remaja itu sendiri, tapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Salah satu dampak ,apabila remaja selaku anak dalam keluarga berperilaku menyimpang dari ajaran agama dan moral, berakibat terjadinya ketidakharmonisan di dalam keluarga dan rusaknya komunikasi antara orang tua dan anak. Belum juga jika remaja sudah mengenal pergaulan bebas, tidak tanggung-tanggung pasti bisa saja keluarga akan menanggung beban yang begitu berat yang disebabkan oleh pergaulan bebas tersebut. Masyarakat akan menganggap bahwa remaja merupakan tipe orang yang sering membuat keributan, mabuk-mabukan, narkoba, ataupun mengganggu ketentraman masyarakat. Mereka dianggap anggota masyarakat yang memiliki moral rusak.
Dalam mengatasi pencegahan akan terjadinya kenakalan remaja, maka upaya yang dapat dilakukan adalah pengasuhan dan perawatan anak sejak dalam kandungan, setelah lahir dan sampai masa dewasa dan seterusnya selalu berikan kasih sayang dengan sepenuhnya, membimbing anak untuk taat kepada Allah. Agama yang tanamkan pada anak bukan hanya karena agama keturunan tetapi bagaimana anak mampu mencapai kesadaran pribadi untuk berTuhan sehingga melaksanakan semua aturan agama terutama implementasi rukun Iman, rukun Islam, dan Ihsan dalam kehidupan sehari-hari.
Memberikan pemahaman moral,orang tua, sekolah dan masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan moral (susila)terhadap anak sehingga dapat menghindari adanya penyimpangan prilaku terhadap anak khususnya remaja. Memberikan perhatian lebih kepada anak, jika anak berada di rumah atau di luar rumah selalu di berikan perhatian yang lebih terhadap tingkah lakunya. perhatian yang lebih harus diberikan kepada anak agar anak merasa dipedulikan dan tidak merasa ditelantarkan karena salah satu penyebab kenakalan pada anak remaja karena merasa tidak nyaman berada di lingkup keluarganya. Selain itu juga mengajak anak untuk mengikuti kegiatan kemasyarakatan seperti mengajaknya masuk organisasi karang taruna, remaja masjid, gotong royong.
(*)





