Penulis 1
Nama : Syafina Nicgia Maharani
Penulis 2
Nama : Meilan Arsanti, S. Pd., M.Pd.
Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Perekonomian Indonesia
BAB 1
PENDAHULUAN
Pariwisata ditetapkan sebagai leading sector dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong peningkatan cadangan devisa. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 mendefinisikan pariwisata sebagai berbagai macam kegiatan pariwisata yang didukung oleh berbagai fasilitas dan pelayanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa kepariwisataan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, yang dilaksanakan secara sistematis, terencana, terpadu, berkelanjutan, dan bertanggung jawab dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya yang hidup dalam masyarakat, pelestarian dan kualitas lingkungan, serta kepentingan nasional. Pemerintah memproyeksikan Industri Pariwisata tahun 2019 menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia yaitu US$ 24 miliar, melampaui sektor Migas, Batubara dan Kelapa Sawit (Kementerian Pariwisata RI, 2017).
Pariwisata telah menjadi kontributor potensial bagi perekonomian melalui multiplier effect yang ada di sektor ini. Pengalaman di beberapa negara menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi disumbang oleh sektor pariwisata (Kreishan (2010), Saha & Cambell (2016); Simundi, Kulis, Seric (2016). Adanya sektor pariwisata menjadi stimulus bagi peningkatan kegiatan penanaman modal yang mendukung sektor pariwisata terutama dalam perluasan infrastruktur dan jaringan pariwisata ke sektor ekonomi lainnya seperti transportasi, ritel, manufaktur, dan distribusi. barang dan jasa lainnya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Eugenio et al. (2004) menyatakan bahwa pariwisata menuntut empat layanan utama yaitu akomodasi, transportasi, makanan, dan layanan hiburan dalam perjalanan wisatanya. Dengan demikian, industri pendukung pariwisata seperti perhotelan, makanan, dan transportasi juga berkembang sejalan dengan perkembangan sektor pariwisata. Kementerian Pariwisata telah melakukan upaya peningkatan jumlah usaha pariwisata dengan berbagai kegiatan seperti bimbingan teknis pelayanan prima di bidang usaha pariwisata, penyusunan proposal investasi dan promosi investasi serta pemberdayaan masyarakat. Sektor pariwisata yang berkembang secara agregat di suatu daerah juga akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang ada pada periode tersebut.
BAB 2
PEMBAHASAN
Studi yang dilakukan untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pariwisata dan sebaliknya dilakukan di beberapa negara. Ada dua kelompok pemikiran studi yaitu studi yang dilakukan pada satu negara dan pada kelompok negara. Selain hubungan antara pengaruh dan korelasi antar variabel, beberapa penelitian fokus pada hubungan kausal antara ekspansi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi, dan beberapa digabungkan dengan beberapa isu pembangunan yang ada. Peneliti yang dilakukan oleh Ekanayake & Long (2012), Brida & Pulina (2010) dan Kreishan (2010), menemukan bukti empiris bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh sektor pariwisata. Pariwisata sering dipandang sebagai mesin penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara dan membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi penduduk setempat. Hal ini ditunjukkan dengan hasil beberapa penelitian yang berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, terutama yang mengukur kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi (Tiwari, 2011).
Pengembangan pariwisata internasional diakui berdampak positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi jangka panjang melalui beberapa transmisi. Pertama, melalui peran pariwisata sebagai sumber devisa negara dapat meningkatkan kualitas pembayaran impor barang modal atau input dasar yang digunakan dalam proses produksi. Kedua, pariwisata berperan penting dalam memacu investasi infrastruktur baru dan persaingan antara perusahaan lokal dengan perusahaan di negara pariwisata lainnya. Ketiga, pariwisata merangsang industri ekonomi lainnya dengan efek langsung, tidak langsung dan induksi. Keempat, pariwisata berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan. Kelima, pariwisata dapat menyebabkan eksploitasi positif pada skala produksi di perusahaan nasional (Schubert, Brida, & Risso, 2010). Selain itu, konsumsi dan pembelian barang dan jasa oleh wisatawan dapat mempengaruhi peningkatan kegiatan ekonomi seperti akomodasi, transportasi dan operator tur, bisnis ritel terkait pariwisata (restoran dan pengecer cinderamata), dan pengembangan daya tarik wisata (termasuk situs – situs budaya/sejarah, dan pengembangan atraksi wisata buatan). Manfaat ekonomi lainnya yang diperoleh dari kegiatan pariwisata termasuk pendapatan pajak, lapangan kerja, dan sumber pendapatan tambahan. Perkembangan sektor pariwisata juga meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi. Pengukuran kuantitatif peran sektor pariwisata
perlu dilakukan secara khusus karena sektor pariwisata melibatkan banyak sektor dalam komponen pembentuk produk domestik bruto.
Pesatnya perkembangan pariwisata menimbulkan beberapa dampak terhadap pendapatan rumah tangga dan pendapatan pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung. Penjelasan dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi (Schubert, Brida, & Risso, 2010). Sehingga permasalahan kepariwisataan tidak hanya terkait dengan upaya teknis peningkatan jumlah kunjungan dan peningkatan fasilitas dan daya tarik wisata, tetapi juga mengawal kinerja indikator pembangunan ekonomi lainnya. Peran sektor pariwisata dalam perekonomian secara keseluruhan dijelaskan dalam hasil penelitian dengan model kedua, yang tidak sekuat pengaruh variabel kualitas pembangunan manusia yang tercermin dalam variabel indeks pembangunan manusia. Besarnya kekuatan pariwisata Indonesia yang ditopang oleh kepemilikan sumber daya alam dan budaya yang beragam, akan semakin berdampak pada perekonomian secara agregat jika didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang semakin baik. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas manusia dalam mengelola sektor pariwisata menjadi kunci penting dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.
BAB 3
PENUTUP
Peran sektor pariwisata dalam perekonomian secara keseluruhan dijelaskan dalam hasil penelitian dengan model kedua, yang tidak sekuat pengaruh variabel kualitas pembangunan manusia yang tercermin dalam variabel indeks pembangunan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi secara keseluruhan juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia. Besarnya kekuatan pariwisata Indonesia yang ditopang oleh kepemilikan sumber daya alam dan budaya yang beragam, akan semakin berdampak pada perekonomian secara agregat jika didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang semakin baik.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Arslanturk, Y., Balcilar, M. and Ozdemir, Z. A. Time-varying linkages between tourism receipts and economic growth in a small open economy. Economic Modelling, 28(2), 664-671 (2011)
[2] Baltagi, H. Badi. Econometric Analysis of Panel Data. Chicester: John Wiley & Son (2005)
[3] Berly Martawardaya. Tourism and Economic Development in ASEAN 1998–2013, Economics and Finance in Indonesia Vol. 63 No. 2, December 2017 (2017) [4] Brida, J. G., & Pulina, M. A literature review on the tourism led growth hypothesis. Working Papers, CRENos, 17 (2010)
[5] Dritsakis N. Tourism Development and Economic Growth in Seven Mediterranean Countries: A Paneld Data Approach. Tourism Economics. 18 (4): 801-816 (2012) [6] Ekanayake E M, Long A E. Tourism Development and Economic Growth in Developing Countries. The International Journal of Business and Finance Research. 6 (1) (2012)
[7] Eugenio-Martin, J. L., Morales, N. M., & Scarpa, R. Tourism and economic growth in Latin American Countries: A panel data approach. FEEM Working Paper No. 26 (2004)
[8] Gujarati N Damodar and Porter D C. Basic Econometrics 5th ed., New York: McGraw- (2009)
[9] Hill, Holzner, M. Tourism and economic development: The beach disease? Tourism Management, 32 (4), pp. 922-933 (2011)
[10] Ivanov, S. and Webster C. Measuring the impact of tourism on economic growth, Tourism Economics, 13 (3), pp. 379-388 (2007)