• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Impor Garam Mendominasi, Rakyat Tereleminasi

patinews.com by patinews.com
25 Januari 2021
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Petani Garam di Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil, Pati (dok: Patinews.com)

Foto: Petani Garam di Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil, Pati (dok: Patinews.com)

90
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

“Garam adalah hak semua rakyat Indonesia, maka dari itu, masalah terkait garam harus segera diatasi”

Permasalahan umum yang dihadapi oleh petani garam yaitu rendahnya kualitas garam rakyat. Sehingga pemerintah berupaya mendorong peningkatan kualitas garam Nasional dengan membangun lumbung garam nasional yang lebih menekankan pada peningkatan kuantitas dan kualitas produksi garam rakyat.

Namun, krisis garam seharusnya menjadi pertanyaan bersama bahkan menjadi tanggungjawab bersama, bukan malah menitikberatkan pada petani garam sendiri. Memang benar pemerintah telah berupaya meningkatkan kualitas garam lokal guna memenuhi standar garam Nasional serta menyokong komoditas produksi garam. Akan tetapi, tidak seharusnya mereka mengimpor garam terus-terusan dengan alasan bahwa produksi garam lokal masih rendah dan belum memenuhi stock garam Nasional.

RelatedPosts

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

Narasi Beracun

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

Impor lagi, impor lagi, dan impor lagi. Begitulah kerjaan negara kita. Presiden Jokowi mengizinkan dibukanya impor garam untuk kebutuhan industri. Ia mengungkapkan alasan impor garam karena komoditas produksi garam lokal masih rendah dan belum mampu memenuhi stok garam nasional. Total kebutuhan garam nasional mencapai kurang lebih 4 juta ton per tahun. Sementara, petani garam hanya mampu memproduksi 2 juta ton saja.

Kebijakan mengimpor garam sepertinya sudah menjadi agenda tahunan pemerintah. Kekurangan pasokan menjadi salah satu alasan untuk melakukan impor. Perlu diketahui, gempuran produk impor juga mengakibatkan harga garam lokal anjlok. Contoh saja di daerah Pati, harga komoditas hanya dihargai kurang lebih Rp.600 perkilogram. Harga tersebut sudah termasuk biaya produksi hingga ongkos logistik. Sedangkan harga garam impor perkilogram nya dihargai Rp.700. Tapi begitu masuk ke Indonesia harganya mencapai Rp.1.000 per kilogram karena ada biaya-biaya tambahan. Begitu dijual kembali oleh Importir harganya bisa mencapai Rp.6.000/kg. Sedangkan harga garam lokak tetap anjlok karena tak laku.

Melihat kondisi tersebut, yang paling terpukul karena jatuhnya harga garam ialah petani-petani kecil yang hanya memiliki lahan kecil. Betapa tidak, pasokan garam sisa panen tahun kemarin pun masih banyak dan menumpuk tak tahu kapan bisa menjual semua sampai harganya sudah membaik.

Ketika keran impor dibuka, petani garam lah yang selalu menjadi tumbal dari kejamnya sistem perekonomian yang diterapkan. Biasanya keran impor dibuka hampir bertepatan dengan musim panen, sehingga garam lokal dihargai murah.

Rendahnya produksi garam lokak hanyalah efek dari kurangnya pemerintah mengurusi dalam hal produksi garam nasional. Mengenai mutu garam,hal itu tergantung sejauh mana upaya pemerintah memfasilitasi dan membekali para petani dan industri garam dengan teknologi yang mutakhir. Hingga saat ini, pemerintah belum berperan penuh untuk meningkatkan produksi dan kualitas garam nasional. Penyediaan fasilitas produksi itu penting bagi para petani. Kalau memang hanya geram terhadap impor, tapi petani memproduksi dengan tangan kosong, ya percuma saja.

Menyerahkan semuanya pada petani bukanlah solusi yang tepat dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Disinilah peran negara seharusnya. Pembenahan kebijakan mulai dari hulu ke hilir hanya akan menjadi wacana bila negara tidak memainkan peran sentralnya. Pemerintah juga harus terlibat dalam hal mewujudkan cita-cita swasembada garam. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus mengontrol proses distribusi agar harga dapat dijangkau oleh masyarakat dan indutsri yang butuh garam. Sehingga dapat membangun kemitraan yang saling menguntungkan satu sama lain dan lebih beradab.

(Fajar Ainul Yaqin, Mahasiswa Prodi Tafsir Hadits UIN WALISONGO SEMARANG)

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Opini

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

23 Juni 2026
27
Opini

Narasi Beracun

7 Oktober 2025
345
DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?
Opini

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

22 September 2025
93
Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan
Opini

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

14 Juli 2025
85
Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir
Opini

Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir

10 Juli 2025
183
Mendobrak Kepalsuan Akademik: Refleksi Kebijakan Bupati Pati
Opini

Saat SD Negeri Sepi Peminat: Fenomena Baru SPMB di Kabupaten Pati

18 Juni 2025
572
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Patroli Malam Minggu, Polres Rembang Tingkatkan Pengamanan Cegah Gangguan Kamtibmas
  • Kapolsek Kragan Pimpin Pengamanan Lomba Miniatur Sound System, Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif
  • Pelanggaran Lawan Arah Masih Jadi Ancaman Keselamatan Berlalu Lintas
  • Nobar Piala Dunia 2026 dan Launching Logo Hari Jadi Pati ke-703, Kasdim 0718/Pati Ajak Perkuat Kebersamaan
  • Makna Logo Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati, Semangat “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan”
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.