• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Edukasi

Etika Berperilaku Seorang Pelajar

By: Muhammad Aliya Maulana (Anggota KKN Astagina IPMAFA)

patinews.com by patinews.com
14 November 2020
in Edukasi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Etika Berperilaku Seorang Pelajar
1.2k
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Dalam berperilaku di zaman milenial seorang pelajar semakin kesulitan untuk membedakan dan mengenal apa itu etika atau berperilaku yang pantas. Menjadi seorang pelajar haruslah taat kepada guru saat dalam suatu lembaga dan begitu juga di luar lembaga. Banyak di zaman sekarang pelajar yang melawan guru bahkan adapula yang tak segan memukul guru.

Pada zaman dahulu, Nabi hanya menitip pesan kepada umat atau manusia sesudah wafat, bahwa generasi setelahnya yang perlu ditata adalah akhlak. Oleh karena itu, sudah seharusnya perlu adanya bimbingan etika. Etika sendiri sangat dibutuhkan tidak hanya di sekolah tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

RelatedPosts

Puskesmas Dukuhseti Luncurkan Layanan SEMPAT Bagi Bumil dan Ibu Balita, Untuk Apa?

Peringkat 5 Besar Dunia dan Asia, Ilmuwan Bidang manajemen strategi Versi AD Scientific Index 2026 : Ada Nama dari Indonesia

Wastra Nusantara, Seni dan Doa: Sudut Pandang Budayawan Sujiwo Tejo dan Rektor Intiyas

Etika seorang pelajar adalah harus mematuhi peraturan yang ada di sebuah lembaga pendidikan. Semakin berkurang bahkan hilangnya sebuah etika dalam generasi sekarang ini disebabkan karena kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua kepada anak, pergaulan yang bebas, ditambah lagi kurangnya pembelajaran tentang etika secara khusus.

Orang tua sangat berperan penting dalam memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Pepatah jawa mengatakan “Buah jatuh tidak jauh dari tempatnya”. Dalam artian lain, sifat anak tidak jauh berbeda dengan orang tuanya. Lalu dimanakah peran seorang pendidik dan orang tua? Peran seorang pendidik dan orang tua harus diberikan sejak usia dini agar kedepan bangsa ini tidak ada lagi menjadi pelajar yang tidak mempunyai etika.

Etika seorang pelajar di bagi menjadi 3 bagian yaitu sebagai berikut :

  1. Taat

Taat disini dapat diartikan bahwa menjadi seorang pelajar harus mematuhi peraturan dan tata tertib di sebuah lembaga pendidikan.

  1. Patuh

Patuh disini diartikan bahwa menjadi seorang pelajar harus mengikuti perkataan pendidik dan tidak melawan selama bertujuan baik untuk sebuah perubahan.

  1. Sopan

Sopan disini dapat diartikan bahwa seorang pelajar harus bisa memposisikan diri kepada lawan berbicara dan bagaimana ucapan yang harus dikeluarkan dan bahasa apa yang harus digunakan.

Seorang pelajar harus mengetahui tiga hal di atas agar kedepanya seorang pelajar lebih menghargai jasa seorang pendidik tidak hanya di dalam sebuah lembaga pendidikan saja, akan tetapi juga di luar sebuah lembaga pendidikan.

Dalam menjadi seorang pelajar harus mengetahui apa yang tidak harus dilakukan kepada pendidik. Menjadi seorang pelajar harus menghindari 3 hal yaitu sebagai berikut :

  1. Membangkang

Membangkang disini diartikan setiap aturan yang ada di sebuah lembaga pendidikan selalu dilanggar atau sengaja dilakukan agar mendapat hukuman. Hal ini yang sering dilakukan seorang pelajar untuk pencarian jati diri. Tontonan yang tidak menjadi tuntunan seperti sinetron-sinetron yang tayang di televisi yang memerankan tokoh utama sebagai peran antagonis sering ditiru oleh pelajar untuk menarik perhatian ke orang lain, akan tetapi justru memberikan dampak negatif oleh seorang pelajar.

  1. Melawan

Melawan disini diartikan bahwa seorang pelajar tidak lagi melakukan apa yang disuruh seorang pendidik akan tetapi justru melawan ketika diberikan teguran. Sehingga pelajar sulit untuk dikasih arahan. Inilah yang membuat etika seorang pelajar tidak ada lagi ada dalam hati juga pikiran.

  1. Arogan

Arogan disini diartikan bahwa seorang pelajar berkata kasar kepada seorang pendidik di dalam lembaga pendidikan atau di luar lembaga pendidikan. semua itu terjadi akibat  rasa ingin melawan yang ada dalam diri seorang pelajar akibat kurangnya perhatian dari orang tua.

Dari tulisan di atas dapat disimpulkan bahwa : Rusaknya sebuah moral dikarenakan pergaulan, rusaknya etika karena tontonan yang tidak berpendidikan.

Semoga kita semua dapat memberikan contoh-contoh yang baik kepada generasi selanjutnya karena merekalah aset-aset yang harus diberikan wawasan tentang etika agar kedepan bangsa ini beretika dalam suatu masa apapun.

(*)

Tags: berita patiipmafakabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Puskesmas Dukuhseti Luncurkan Layanan SEMPAT Bagi Bumil dan Ibu Balita, Untuk Apa?
Edukasi

Puskesmas Dukuhseti Luncurkan Layanan SEMPAT Bagi Bumil dan Ibu Balita, Untuk Apa?

26 Juni 2026
47
Peringkat 5 Besar Dunia dan Asia, Ilmuwan Bidang manajemen strategi Versi AD Scientific Index 2026 : Ada Nama dari Indonesia
Edukasi

Peringkat 5 Besar Dunia dan Asia, Ilmuwan Bidang manajemen strategi Versi AD Scientific Index 2026 : Ada Nama dari Indonesia

7 Oktober 2025
523
Wastra Nusantara, Seni dan Doa: Sudut Pandang Budayawan Sujiwo Tejo dan Rektor Intiyas
Berita

Wastra Nusantara, Seni dan Doa: Sudut Pandang Budayawan Sujiwo Tejo dan Rektor Intiyas

23 April 2025
39
Ingin Tahu Urutan Doa Setelah Sholat? Yuk, Kepoin
Edukasi

Ingin Tahu Urutan Doa Setelah Sholat? Yuk, Kepoin

4 Februari 2025
38
Mural, Apresiasi Seniman Dalam HUT Ke 701 Pati
Berita

Mural, Apresiasi Seniman Dalam HUT Ke 701 Pati

9 Agustus 2024
78
Ideologi Pancasila Tak Lagi Menarik bagi Gen Z, Benarkah? 
Berita

Ideologi Pancasila Tak Lagi Menarik bagi Gen Z, Benarkah? 

2 Juni 2024
87
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Namanya Terseret Sidang Korupsi Pengisian Perangkat Desa, Ketua DPRD Pati Buka Suara: Kapasitas Saya Apa?
  • Demo AMPB Berujung Panas, Puluhan Anggota DPRD Pati ‘Tertahan’ di Ruang Paripurna!
  • Buron Sejak 2024‼️Pelaku Utama Kekerasan Berujung Maut di Pasar Malam Sukolilo Akhirnya Diciduk
  • Bawa Uang Palsu Saat Nonton Ketoprak, Pria di Pati Diduga Tukarkan dengan Uang Asli Rp540 Ribu
  • Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.