Virus corona muncul di Indonesia sejak awal tahun 2020. Awal kemunculannya menimbulkan berbagai reaksi masyarakat, mulai dari takut, cuek dan juga panik. Di awal kemunculan, masyarakat berbondong-bondong membeli hand sanitiser , alat pengukur suhu badan dan masker. Bahkan stock masker di toko-toko makin menipis dan harganya melambung tinggi. Berita di tv maupun internet tiap harinya memberitakan seputar korban corona yang terjangkit dan meninggal.
Virus menyebar dengan sangat cepat, masyarakat yang terjangkit bertambah banyak. Rumah sakit dan tenaga medis mulai kewalahan menghadapi lonjakan pasien corona, selain itu masalah lain muncul, yaitu mengenai ketersedian alat pelindung diri dan masker yang semakin menipis.Pemerintah mulai membuat peraturan baru mengenai penggunaan masker yang bisa menggunakan masker kain. Masyarakat pun mulai berbondong-bondong memproduksi masker kain dan APD. Masker kain pun mulai dipakai masyarakat.
Tenaga medis mulai dari perawat dan dokter mulai berguguran, mereka wafat karena ikut tertular virus corona. Gejala awal virus corona memang hampir sama dengan gejala flu, akan tetapi virus corona juga menyerang paru-paru sehingga si penderita kesulitan bernafas, dan apabila pasien mempunyai riwayat penyakit lain, sangat berpengaruh dengan kesehatan nya bahkan bisa mengakibatkan meninggal. Rumah sakit membludak pasien corona, perawat dan dokter pun kelelahan, bahkan mereka tidak bisa pulang karena kuatir keluarganya tertular jika mereka terkena virus. Bayangkan saja, para perawat dan dokter yang menggunakan APD tidak bisa makan,minum buang air kecil dan berak selama 8 jam. Selain itu mereka juga kerja non stop karena pasien sangat banyak.
Selain berdampak pada kesehatan dan rumah sakit, virus corona juga mempengaruhi sistem pendidikan. Sekolah dan kuliyah semuanya diliburkan, pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah dan kampus diganti dengan belajar dirumah masing-masing. Sistem pembelajaran pun berganti via daring dengan menggunakan hp android dan aplikasi mulai dari wa, google class room, google meet dan zoom. Pembelajaran ini menimbulkan masalah baru, yaitu bagi siswa yang tidak mempunyai hp android, mereka kasihan , ketinggalan pelajaran bahkan tidak bisa sekolah. Selain itu akses internet dan kuota juga memberatkan orang tua, apalagi di saat pandemi ini perekonomian terpuruk dan para pegawai dan buruh banyak yang di PHK. Sungguh ironis sekali. Para guru juga kesulitan menyampaikan materi apalagi kalau pelajaran matematika ,olahraga bahkan praktek komputer, pasti muridnya juga kurang bisa memahami pelajaran apabila penyampaiannya via daring. Kadang juga anak-anak cepat merasa bosan dan kadang uring-uringan dengan emaknya karena BT. Memang corona sangat menyusahkan.
Dibidang perekonomian,corona membuat perekonomian menurun, pemberlakukan PSBB membuat para pedagang UMKM harus tutup, ke pasar pun dibatasi. Apalagi banyak PHK besar-besaran yang membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian. Para pedagang juga mengaku penghasilannya menurun drastis. Para pemilik perusahaan juga mengalami kebangkrutan. Gaji berkurang dan pengeluaran pun bertambah.
Corona juga mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Masyarakat sejak adanya virus corona, mulai rajin mencuci tangan, berjemur, berolahraga, gowes dan makan makan bergizi, mereka melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari corona. Selain itu kemana-mana juga membawa masker dan juga berjaga jaran, menghindari kerumunan dan tetap mematuhi aturan pemerintah. Meskipun semua itu sulit tapi apabila dilakukan secara terus menerus maka akan menjadi kebiasaan yang baik. Semoga dengan adanya vaksin , corona akan segera berlalu dan kehidupan akan kembali seperti semula. Amin
Nurul Aulia Sari (Mahasiswa IPMAFA)
