Bersama Menghapus Tradisi Banjir di Kabupaten Pati

Perlu upaya maksimal mengatasi banjir

Penulis : Imam Muhlis Ali*

Hampir tiap tahun Kabupaten Pati terjadi banjir. Lebih dari lima kecamatan seperti Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Gabus, Jakenan, Pati Kota dan lainnya terdampak banjir. Itu belum lagi di wilayah Pati utara seperti Desa Tunjungrejo Margoyoso. Meskipun di tahun 2021 ini banjir tak separah tahun 2014 lalu, namun kejadian banjir tetaplah memberikan kesedihan bagi warga. Ibaratnya di masa pandemi covid-19 tahun 2020-2021 ini “sudah jatuh tertimpa tangga pula”. Bagaimana tidak saat masih merasakan masa pandemi yang membatasi warga beraktifitas, juga mengalami musibah banjir.

Ada beberapa pejabat yang mengatakan bahwa banjir ini disebabkan karena curah hujan yang tinggi. Mungkin dapat kita bahasakan “musibah banjir ini kita terima saja”. Iya, kita memang menerima saja musibah ini namun rasa-rasanya pejabat (dan juga kita sendiri) hanya menerima peristiwa banjir hanya ‘pasrah saja’. Ironisnya menyalahkan cuaca dan curah hujan tinggi. Semestinya harus ada upaya kontinyu, kesinambungan dan usaha manajemen mengatasi banjir secara komprehensif menyeluruh. Perlunya di buat plan A, B, C dan sebagainya. Untuk teknisnya kita yakin pasti banyak orang-orang Indonesia yang ‘hebat’ dalam teori teknis memberikan solusi mengatasi banjir. Saatnya mempraktekkan teori bukan menyalahkan kesana kemari. Kita bersama berintsropeksi diri Dalam upaya manajemen  penanganan banjir ‘monggo’lah para ahli yang berkompeten yang berbicara. Disini bukan kapasitas saya menerangkan ini.

Perlu langkah nyata penanganan banjir

Kita sebagai masyarakat sangat mengharapkan pemerintah melakukan langkah-langkah efektif mengatasi masalah banjir. Hilangkan kalimat “banjir ini disebabkan karena curah hujan yang tinggi”. Itu betul, namun yang kita tunggu bagaimana langkah nyata mengelola banjir agar tak meluas dan banjir di Kabupaten Pati diminimalisir. Kita yakin di negeri ini banyak pakar tentang kebencanaan tinggal bekerja sama dengan pemerintah satu padu memanejemen mengatasi banjir.

Dalam hal ini ada banyak masyarakat yang mengatakan bahwa adanya  kurang respon cepat dari pemerintah mengatasi banjir. Masukan ini justru membuat pemerintah bersama masyarakat bahu membahu mengantisipasi adanya banjir. Partusipasi masyarakat setempat sangat dibutuhkan. Bukan hanya sekedar pasrah dan mencoba bertahan dari banjir, warga setempat juga harus beradaptasi dengan daerah yang menjadi langganan banjir. Meski terkadang, adaptasi tentu saja tidak bisa mencegah kerugian yang timbul dari bencana banjir, namun setidaknya mampu mengantisipasi secara maksimal.

Bersama menjaga keseimbangan alam

Adaptasi warga terhadap ‘tradisi’ banjir perlu dilakukan seperti melakukan upaya-upaya imitagasi kebencanaan, pembangunan fasilitas yang ramah lingkungan, peningkatan kedisiplinan masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang tepat, pendidikan pada generasi tentang cara penyelamatan dari kebencanaan, pembangunan pabrik sesuai aturan pemerintah tentang pembuangan limbah pabrik, perubahan pola pikir lama ke pola pikir baru yakni bersama menjaga keseimbangan lingkungan, memperbanyak daerahj resapan air, dan upaya-upaya lain manajemen pengelolaan banjir.

Pemerintah melalui dinas terkait perlu membuat peraturan tentang pelarangan bagi  masyarakat yang membangun permukiman di daerah rawan bencana.  memperbaiki kanal, saluran air demi mengurangi dan memecah penumpukan debit air. Pengerukan lumpur di sungai agar tak terjadi pendangkalan.
Melalui undang-undang pemerintah dapat mengupayakan tindakan menjaga kebersihan sungai. Tentunya ada sanksi dan kalau perlu penghargaan bagi masyarakat di daerah yang mampu menjaga kebersihan sungai dan lingkungannya.

Mudah-mudahan saja tradisi banjir khususnya di wilayah Kabupaten Pati bagian selatan tidak terjadi lagi di masa-masa mendatang. Memang perlu kesadaran bersama menjaga lingkungan bersih dan sehat. Pemerintah Daerah juga diharapkan meningkatkan upaya efektif pencegahan banjir. Dengan cara bersatu dan bekerja sama Pemerintah dengan masyarakat menjadikan Pati yang lestari alam segarnya juga lestari tradisi budaya luhurnya. Kita berharap suatu saat Kabupaten Pati menjadi tempat nyaman bagi anak cucu kita. Semoga.

*Anggota Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati

Exit mobile version