Categories: Kolom

Bank Indonesia Kenalkan Bersedekah Nontunai Dengan QRIS

Bank Indonesia (BI) sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan fasilitas terbaru yang akan diresmikan pada 1 Januari 2019 mendatang.

Sebelumnya, pada Sabtu 17 Agustus 2019 Bertepatan pada hari kemerdekaan RI yang ke 74. BI meluncurka sistem QRIS sebagai metode pembayaran digital bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Quick Response Indonesia Standard (QRIS) atau metode pembayaran digital pemerintah merupakan sistem pembayaran yang bertujuan untuk mempermudah transaksi pembayaran digital dalam satu pintu.

QRIS dicanangkan oleh BI bekerjasama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standard Internasional EMV. Tujuannya agar pembayaran digital menjadi lebih mudah dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu.

Sistem QR Code ini menggunakan Merchant Presented Mode (MPM), artinya untuk bertransaksi, pengguna hanya cukup scan QR yang tersedia di merchant-merchant yang beerjasama dengan penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP). Dengan QRIS, satu kode QR dapat digukan untuk semua aplikasi E-wallet atau dompet digital seperti OVO, Gopay, Dana, LinkAja dan lain sebagainya.

Berbagai jenis transaksi dapat menggunakan QRIS. Skema harga yang ditawarkan juga beragam setiap jenis transaksinya. Untuk bertransaksi merchant reguler, Presentase Merchant Discount Rate (MDR) On Us dan Off Us sebesar 0,7 persen. Untuk transaksi khusus pendidikan, presentasenya 0,6 persen. Untuk transaksi bahan bakar (di SPBU), presentasenya 0,4 persen.

Berbeda dengan jenis transaksi yang lain, Selain mudah penggunaan QRIS untuk pembayaran donasi sosial juga sangat menguntungkan, karena pihak penyelanggara (Lembaga Sosial) tidak dikenakan biaya Merchant Discount Rate (MDR) dengan kata lain presentase transaksi sebesar 0 persen.

Dengan menggunakan QR Code ini, proses menghimpun sedekah dari jamaah bisa semakin mudah dan cepat. Caranya, masyarakat cukup scan QR Code yang tertera di lembaga sosial melalui gawai yang sudah terhubung dengan layanan dompet sosial atau PJSP lainnya.

Setelah di scan dengan mencantumkan nominal uang yang disedekahkan, secara otomatis uang itu akan masuk ke rekening bank milik lembaga sosial yang bersangkutan. Pegurus lembaga sosial tidak perlu repot-repot menghitung uang sedekah dari jamaah, pelaporan uang juga lebih akurat, meminimalisasi kesalahan dan efektivitas tenaga. Selain itu, dapat juga sebagai upaya mewaspadai uang palsu.

Reni Munawaroh dan Robiatul Auliyah

patinews.com @patinewscom

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com @patinewscom

Recent Posts

Telah dibuka, Jembatan Edukasi Pantai Kertomulyo

Telah dibuka, Jembatan Edukasi Pantai Kertomulyo PatiNews.Com - Trangkil, "Jembatan Edukasi Pantai Kertomulyo", jembatan ini dibuat untuk memberikan edukasi bagi…

2 jam ago

Persit Kodim Pati beri dukungan penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus melalui acara ini

Pati- Bertepatan dengan acara CFD (Car Free Day) yang dilaksanakan di Kompleks alun-alun Pati, sepanjang Jl. Panglima Sudirman dan Jl…

3 jam ago

Cari Kangkung di Rawa, Warga Srikaton Kayen Ditemukan Tenggelam

Patinews.com - Kayen, Hendak mencari kangkung di area rawa, seorang warga Desa Srikaton Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jateng, ditemukan warga…

5 jam ago

Mio vs NMax di Jalan Raya Tayu-Puncel, Dua Pengendara Terluka

Patinews.com - Dukuhseti, Dua sepeda motor, Yamaha Mio dan Yamaha NMax terlibat kecelakaan di Jalan Raya Tayu - Puncel tepatnya…

5 jam ago

Tiga Tahun Berjalan, Transaksi Non Tunai Ampuh Cegah Kebocoran Anggaran

Patinews.com - Kota, Implementasi transaksi nontunai Pemkab Pati di tahun 2020 ini, memasuki tahun ketiga. Penerapan transaksi nontunai di lingkungan…

6 jam ago

Terkait Video Viral, Begini Penjelasan RSUD Soewondo Pati

Patinews.com - Kota,┬áTerkait berderarnya video yang sempat viral di medsos beberapa hari lalu, tentang salah satu warga desa Bogotanjung Kecamatan…

7 jam ago