
Bancakan merupakan tradisi untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan untuk makhluk-Nya. tradisi bancakan ini bisa juga disebut Syukuran.
Tradisi bancakan sering sekali dilakukan oleh masyarakat di Jawa. Umumnya masyarakat di jawa mengadakan bancakan atau syukuran untuk memperingati hari lahirnya bayi, bertepatannya weton atau hari lahir, anak yang baru mancik bumi, anak mulai berjalan, bancakan beli motor atau mobil, bancakan mendirikan rumah, bancakan beli hewan ternak dan lain sebagainya.
Biasanya menu makanan yang disajikan dalam acara bancakan ini beragam, seperti menu makanan sederhana yaitu Bubur abang putih yang dibagikan ke tetangga kanan kiri. bubur abang putih ini merupakan simbol perayaan sederhana yang melambangkan keberanian dan kesucian. selain itu bancakan juga kental dengan duduk dan makan bersama dalam porsi yang besar, bisa beralaskan nampan maupun daun pisang.
Menu makanan yang disuguhkan pun sangat sederhana, seperti nasi liwet, lauk pauknya tempe, tahu, ayam dan yang tidak ketinggalan yaitu kuluban (sayuran hijau dengan sambal kelapa). Tradisi bancakan ini mencerminkan tentang kerukunan, kekompakan dan gotong royong antar keluarga maupun masyarakat.
Untuk itu, marilah kita melestarikan tradisi bancakan agar anak cucu kita bisa turut merasakan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kita.
(Robi’ah Adawiyah, Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA)




