• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Kolom

Bancakan, Tradisi Pemersatu Masyarakat

patinews.com by patinews.com
27 Juni 2019
in Kolom, Opini
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bancakan, Tradisi Pemersatu Masyarakat
676
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Bancakan merupakan tradisi untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan untuk makhluk-Nya. tradisi bancakan ini bisa juga disebut Syukuran.

Tradisi bancakan sering sekali dilakukan oleh masyarakat di Jawa. Umumnya masyarakat di jawa mengadakan bancakan atau syukuran untuk memperingati hari lahirnya bayi, bertepatannya weton atau hari lahir, anak yang baru mancik bumi, anak mulai berjalan, bancakan beli motor atau mobil, bancakan mendirikan rumah, bancakan beli hewan ternak dan lain sebagainya.

RelatedPosts

Narasi Beracun

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

Biasanya menu makanan yang disajikan dalam acara bancakan ini beragam, seperti menu makanan sederhana yaitu Bubur abang putih yang dibagikan ke tetangga kanan kiri. bubur abang putih ini merupakan simbol perayaan sederhana yang melambangkan keberanian dan kesucian. selain itu bancakan juga kental dengan duduk dan makan bersama dalam porsi yang besar, bisa beralaskan nampan maupun daun pisang.

Menu makanan yang disuguhkan pun sangat sederhana, seperti nasi liwet, lauk pauknya tempe, tahu, ayam dan yang tidak ketinggalan yaitu kuluban (sayuran hijau dengan sambal kelapa). Tradisi bancakan ini mencerminkan tentang kerukunan, kekompakan dan gotong royong antar keluarga maupun masyarakat.

Untuk itu, marilah kita melestarikan tradisi bancakan agar anak cucu kita bisa turut merasakan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kita.

(Robi’ah Adawiyah, Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA)

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Opini

Narasi Beracun

7 Oktober 2025
345
DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?
Opini

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

22 September 2025
92
Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan
Opini

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

14 Juli 2025
83
Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir
Opini

Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir

10 Juli 2025
180
Mendobrak Kepalsuan Akademik: Refleksi Kebijakan Bupati Pati
Opini

Saat SD Negeri Sepi Peminat: Fenomena Baru SPMB di Kabupaten Pati

18 Juni 2025
569
Kolom

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

4 Juni 2025
46
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.