Artikel Bijak dalam Media Sosial dengan Sikap Moderat

Oleh : Desti Pamungkas

Media sosial, seperti yang kita ketahui bahwa di zaman modern ini sebagian besar orang di belahan dunia pasti mempuyai media sosial. Seiring berjalannya waktu, media sosial berkembang pesat, yang dahulu tidak bisa berbicara jarak jauh dan mengharuskan orang tersebut bertemu, namun karena media sosial kita mudah untuk berbicara kepada orang meskipun jarak jauh. Akan tetapi, dengan media sosial, data yang kita masukkan dapat disalahgunakan oleh pihak terkait. Oleh karena itu, kita harus menjadi orang yang bijak dalam menggunakan media sosial dan diperlukan adanya literasi media bagi setiap orang.

Apa itu Literasi Media ??

Literasi media menurut Apriadi Tamburaka (2013: 7) berasal dari bahasa Inggris yaitu media literacy yakni media adalah tempat pertukaran pesan dan literasi berarti (melek). Literasi media dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menyaring berbagai informasi dari sumber terpercaya dan tidak serta merta menyebarkan informasi yang tidak diketahui kebenarannya di media apapun. Di zaman sekarang banyak sekali informasi yang masuk ke negara kita, misal mengenai agama baru selain agama yang diakui dunia, mengenai maraknya LGBT, mengenai datangnya dajjal, dan lain sebagainya. Informasi tersebut harus kita telaah apakah benar adanya atau hanya alat untuk memprovokasi beberapa pihak.

Media sosial yang saat ini sering digunakan orang adalah tik tok. Disana terdapat banyak video-video buatan orang, yang membuat siapapun bisa melihatnya. Munculnya video yang dianggap tidak senonoh membuat masyarakat ada yang berkomentar tidak pantas. Video yang berkaitan dengan agama sering menjadi perdebatan orang dan menggiring opini publik. Video yang mereka lihat terkadang mereka langsung mengutarakan asumsi lewat kolom komentar, padahal mereka tidak mengetahui latar belakang dari orang dalam video tersebut.

Pengetahuan mengenai agama seharusnya lebih dipahami oleh sebagian orang, meskipun ada sebagian orang yang tidak percaya akan agama, namun mereka juga harus tau agar tidak timbul permasalahan yang lebih panjang. Dengan adanya literasi media, masyarakat harus memposisikan dirinya supaya media sosial dapat digunakan dengan tepat. Munculnya radikalisme dapat dipicu dengan adanya media sosial karena segala informasi masuk dari penjuru dunia manapun. Oleh karena itu, kita harus bersikap moderat, dengan berpikir cerdas tidak mudah terpengaruh oleh informasi manapun sebelum diketahui kebenarannya.

Moderat menurut KBBI, moderat adalah selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem; berkecenderungan ke arah dimensi atau jalan tengah. Sehingga moderat dapat diartikan sebagai perilaku yang tidak condong pada salah satu hal. Maraknya asumsi seseorang terhadap sesuatu yang dilihatnya mengharuskan kita supaya memahami dan menelaah asumsi tersebut sehingga tidak menimbulkan perpecahan. Dengan sikap moderat, kita menjadi lebih mengontrol diri dan memberikan pengertian kepada orang tersebut agar memperoleh jalan tengah.

Mengapa moderat itu penting ??

Moderat dilakukan supaya tidak terjadi perpecahan di kalangan masyarakat. Apabila kita condong terhadap salah satu, sudah pasti kita akan terus membela apa yang kita pilih dan itu dapat membuat orang lain emosi dan tidak mau mengalah akan pilihannya juga. Oleh karena itu, pentingnya bersikap moderat agar dapat dijadikan sebagai jalan tengah suatu permasalahan dan menemukan titik tengah, sehingga kedua belah pihak dapat menerima. Begitu pula jika munculnya radikalisme di kalangan masyarakat, sikap moderat diperlukan supaya kita tidak terpengaruh hal yang menyimpang dari ajaran agama terutama Islam.

Referensi :

http://digilib.uinsgd.ac.id/30707/1/Literasi%20Medsos%20-final-%20Engkos.pdf

https://kbbi.web.id/moderat

https://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jf/article/view/152/170

http://repository.upstegal.ac.id/3103/1/Ma%27rifatul%20Aeni%20Skripsi%20Full.pdf

 

Exit mobile version