Agama Bukan Bagian dari Terorisme

Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia yang lainnya serta manusia dengan lingkungannya.

Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang-orang (penganut agama) yang diyakininya. Dari dahulu hingga saat ini, agar terciptanya perdamaian atau pun kesejahteraan di suatu negara sangatlah sulit karena kerakusan dan keegoisan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri
sehingga timbullah tindakan kriminal/kejahatan dimana-mana yang membuat warga mengalami gangguan keamanan, pastinya di suatu negara sangatlah bijak dan tegas dalam memilih prosedur hukuman bagi siapa saja yang melakukan tindakan pidana, namun hingga saat ini masih ada saja yang melakukan Tindakan  riminal/kejahatan. Tindakan kriminal/kejahatan sungguh sangat berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat.

Salah satu dari tindakan kriminal yang sangat bahaya adalah tindakan terorisme yang sejak
dahulu hingga saat ini masih ada saja tindakan kejam tersebut. Terorisme adalah perbuatan yang
menggunakan kekerasan, pengeboman atau ancaman yang dapat menimbulkan ketidak
nyamanan atas tindakan terror tersebut dan dapat menimbulkan korban jiwa yang bersifat
massal.Tindakan terror tersebut juga dapat menimblkan kehancuran dan kerusakan terhadap
objek-objek fasilitasi internasional dengan motif ideologi ,politik, lingkungan hidup dan
gangguan keamanan.

Berita yang sangat mengguncangkan dunia saat ini disebabkan oleh pernyataan Presiden Prancis pada awal oktober lalu yang menyebut penyerangan itu sebagai ‘serangan teroris islamis’ karena adanya kelompok rakdikal Muslim liberalisme dan sekularisme di Prancis yang ingin mengubah nilai-nilai liberalisme dan sekulerisme di Negara tersebut.

“Ada kelompok radikal Islam, sebuah organisasi yang mempunyai metode untuk menentang hukum Republik dan menciptakan masyarakat secara paralel untuk membangun nilai- nilai yang lain,” kata Macron saat itu.

Menurut analisis Pengamat Hubungan Internasional Universitas DJendral Ahmad Yani, Hikmahanto Juwana Pahik, bahwa Pemerintah Perancis meningkatkan level pengamanan ke level tertinggi pasca serangan yang terjadi di Kota Nice dan menewaskan 3 orang. Oleh sebab itu Pemerintah Perancis menggerakan 7.000 tentaranya untuk menjaga sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi sasaran penyerangan dan untuk mencegah serangan
serupa. Yang disebabkan oleh Insiden penikaman di Greja Notre Drame, Bassilica, Nice, Perancis, terjadi 2 pekan setelah insiden serupa menewaskan seorang guru di Utara Perancis karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad saat mengajar dikelas,16 Oktober lalu. Namun setelah kejadian itu Kini dunia pun menyoroti pernyataan Presiden Perancis.

Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina Agama Islam. Sebelumnya, Perancis
mendapatkan sorotan tajam karena menolak mengutuk penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh
Majalah Sastire Prancis yaitu Charlie Hebdo. Namun pernyataan Presiden Peracis Emmanuel Macron, mengenai Islam yang dinilainya dalam keadaan krisis di seluruh dunia, seperti yang dilansir dalam Al Jazeera, memicu
kemarahan negara-negara mayoritas muslim. Presiden Perancis Emmanuel Macron telah memberikan klarifikasi atas tuduhan telah menghina Nabi Muhammad. Macron mengaku hanya melindungi hak masyarakat untuk
kebebasan menggambar.

Dirinya juga mengeluhkan banyaknya serangan lewat media sosial yang ditujukan kepadanya. Dalam sebuah wawancara dengan wartawan Al Jazeera, Minggu (1/11/2020). Macron menepis tudingan bahwa dirinya melakukan penghinaan terhadap agama Islam.

“Saya melihat di jejaring sosial media di Arab Saudi banyak terjemahan palsu (dari apa yang saya katakaan).Itu bohong.Mereka membuat seolah saya mengatakan saya mendukung kartun, mengejek Nabi. Saya tidak pernah mengatakan itu” (tegas Macron)

Presiden dari Partai Sosialis Perancis itu juga memberikan klarifikasi dan pendapatnya
tentang karikatur Charlie Hebdo yang menuai kontroversi.

“karikatur ini,menyentuh semua agama, semua.tidak ada gambar yang khusus ditujukan
untuk menentang agama tertentu, dan kedua saya akan katakan bahwa saya melindungi hak
menggambar kartun ini, karena itu adalah peran saya. Saya pribadi berpikir bahwa kita perlu
dalam masyarakat saling menghormati antara orang-orang tetapi bukan peran saya sebagai
Presiden untuk membatasi hak ini karena beberapa orang dikejutan oleh sesuatu,karena
kemudian saya akan memaksakan kepada negara suatu tahanan moral atau agama”.(ucap
Emmanuel Macron)

Setelah pernyataan itu Pemerintah Indonesia lewat Kementrian Luar Negri menyatakan
telah memanggil Duta Besar Perancis untuk kunjunagan ke Indonesia (Oliver Chambard) pada
hari selasa (27/10/2020). Banyak sekali pengecaman yang ditujukan oleh Presiden Prancis Emmanuel macron
salah satunya yang saya kutip yaitu dari PP Muhammadiyah dan Presiden Jokowidodo
PP Muhammadiyah mengecam sikap Presiden Perancis Emmanuel Macron yang
merendahkan umat muslim dan mengizinkan publikasi karikatur Nabi Muhammad.PP
Muhammadiyah meminta agar Macron menarik kembali ucapannya dan meminta maaf pada
umat muslim di dunia.. Dan juga Presiden RI Ir. H. Jokowidodo mengecam pernyataan Presiden Prancis yaitu
Macron karena pernyataannya dinilai melukai perasaan ummat Islam. Selain itu, ucapan tersebut
dapat merusak persatuan antara umat beragama ”ujar Presiden RI Ir. H .Joko Widodo.

Disaat dunia memerlukan persatuan dan kerja sama untuk menghadapi pandemi Covid-19 namun
kebebasan berekspresi yang mengotori atau melecehkan kesucian dan kehormatan agama serta
kesakralan nilai-nilai dan simbol-simbol agama yang sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus
dihentikan.

Seharusnya terorisme tidak bisa disangkut pautkan dengan agama karena masing-masing
agama pasti memiliki ajaran-ajaran baik, bukan tindak kejahatan seperti terorisme, karena dari
Agama Islam sendiri sangat menentang keras perbuatan kejahatan,salah satunya yaitu terorisme.

Bahkan seorang ulama besar di ummat Islam berkata dalam kitab nasoihul ibad yang
terdapat didalam salah satu kitab di ajaran agama Islam yang menyatakan bahwa barang siapa
yang membunuh saudara lainnya maka sama saja membunuh seluruh manusia seutuhnya. Dalam perkataan tersebut dapat kita jabarkan bahwa jikalau ada yang membunuh manusia maka semua manusia akan merasakan kesal ataupun sedih yang mendalam sehingga membuat umat Islam yang lainnya sangat kesal dan merasa tersakiti jika ada tindakan pembunuhan.

Sebagaimana dalam Al-kitab yang menjadi pedoman umat Kristiani yang berbunyi : Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya (efesus 2:10). Dari dua kutipan ayat yang merepresentasikan dua agama, yang menyimbolkan bahwa agama tidak pernah mengajarkan tentang kejahatan, bahkan terorisme. Agama hanya
mengajarkan tentang kebaikan-kebaikan. Meskipun peran pemerintah dan masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi terorisme, sudah sangat baik, tetapi masih banyak yang perlu di hadapi untuk menciptakan
perasaan aman di masyarakat dari aksi-aksi terorisme, Tindakan kejahatan yang ada dinegara
Perancis maupun dinegara Indonesia belum lama ini menunjukan bahwa aksi terorisme harus
terus berubah sehingga sukar untuk dicari siapa pelakunya.

Sulitnya penyelesaian permasalahan terorisme ini terjadi karena masih banyak fakor yang menyebabkan terorisme dapat terus terjadi dan dari faktor perbedaan ideologis dan pemahaman yang berbeda-beda sampai kesenjangan sosial serta pendidikan yang membuat masyarakat lebih mudah disusupi oleh jaringan-jaringan teroris. Oleh sebab itu pentingnya pendidikan bagi penerus-penerus bangsa agar terciptanya akal sehat dan berbudi pekerti yang baik dan agar tetap berwaspada untuk seluruh rakyat yang negaranya banyak persoalan tentang terorisme

(Ardi Johan)

Exit mobile version