Mengenal La Nina Si Pembawa Hujan dan Cara Bijak Menyambutnya
Festure, PATINEWS.COM
La Nina adalah kata yang tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Pati beberapa tahun terakhir. Memang dalam tiga tahun terakhir wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Pati mengalami fenomena La Nina. Bagi masyarakat awam yang terbesit ketika mendengar kata La Nina mungkin mendung, hujan, badai, petir dan banjir. Kata – kata tersebut sebagian memang terkait La Nina tapi tidak seluruhnya benar.
La Nina adalah fenomena meningkatnya suhu permukaan laut di Pasifik Barat yaitu sekitar wilayah perairan Indonesia. Suhu perairan Indonesia yang meningkat menyebabkan penguapan air laut yang tinggi. Banyaknya uap air laut hasil penguapan menyebabkan kondisi atmosfer menjadi lembap dan jenuh. Atmosfer yang lembap dan jenuh meningkatkan pembentukan awan – awan di wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Pati. Pembentukan awan yang intensif dan banyak tentu saja meningkatkan potensi curah hujan di Kabupaten Pati.
Jadi kesimpulanya fenomena La Nina adalah fenomena meningkatnya suhu laut yang juga menyebabkan meningkatnya curah hujan di Kabupaten Pati. La Nina merupakan fenomena alami yang terjadi setiap beberapa tahun sekali hanya saja frekuensinya meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya curah hujan akibat La Nina mungkin berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi jika kita tidak menyambutnya dengan bijak. Marilah kita menyambut La Nina dengan bijak beberapa cara sebagai berikut :
Menyediakan area resapan air dan ruang terbuka hijau yang dapat membantu menyerap genangan air di setiap rumah.
Memangkas dahan dan ranting pohon untuk menghindari potensi kerusakan ketika terjadi angin kencang.
Membersihkan saluran irigasi dan drainase untuk menghindari sumbatan air ketika hujan lebat.
Memperbanyak jumlah area penampung air seperti embung dan waduk supaya air dari curah hujan yang melimpah saat La Nina dapat disimpan untuk menghadapi musim kemarau atau El Nino yang mungkin terjadi dalam beberapa tahun kedepan.
Menjaga kelestarian alam di Pegunungan Muria, Kapur dan Patiayam supaya terhindar dari potensi banjir bandang dan tanah longsor.
Menjadikan fenomena La Nina sebagai pertimbangan dalam melakukan aktivitas seperti pertanian, pelayaran, perikanan, konstruksi dan pembangunan serta aktivitas luar ruangan lainya.
Penulis
Nama : Ekky Amiral Faqi
Profesi : Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas III Enarotali-Paniai
Asal : Desa Blaru Pati






