Ketika Angka Menjadi Petualangan: PANDA Hidupkan Numerasi di SMP Negeri 2 Sukolilo
Program berbasis permainan edukatif digital dan non-digital diterapkan kepada seluruh siswa serta melibatkan guru dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
PATI – SMP Negeri 2 Sukolilo melaksanakan program inovasi pendidikan PANDA: Petualangan Angka untuk Numerasi dan Daya Analitik sebagai upaya memperkuat kemampuan numerasi, penalaran, dan pemecahan masalah siswa. Inovasi tersebut diterapkan kepada seluruh siswa dengan melibatkan guru di lingkungan SMP Negeri 2 Sukolilo dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi pembelajaran.
PANDA merupakan inovasi digital yang dikembangkan oleh UPTD SMP Negeri 2 Sukolilo dengan inisiator Drs. Sudargo, M.Pd. Program ini dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan kemampuan numerasi siswa melalui pendekatan pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual. Berdasarkan Rapor Pendidikan SMP Negeri 2 Sukolilo Tahun 2025, kemampuan literasi siswa telah berada pada kategori baik dengan capaian 82,22%, sedangkan kemampuan numerasi masih berada pada kategori sedang, yaitu 66,67%.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan literasi yang telah berjalan baik masih perlu dilengkapi dengan strategi yang mampu mengembangkan kemampuan berhitung, berpikir logis, membaca data, serta bernalar dalam menghadapi persoalan numerik sehari-hari.
Melalui PANDA, kegiatan numerasi dikemas dalam bentuk permainan edukatif yang memuat misi, tantangan, level, pengolahan data, dan pemecahan masalah. Permainan dapat dilaksanakan dalam bentuk digital menggunakan komputer atau laptop maupun dalam bentuk aktivitas non-digital yang melibatkan diskusi dan kerja kelompok.
Materi permainan tidak hanya berisi operasi hitung, tetapi juga dikaitkan dengan konteks pembelajaran IPA kelas VII dan VIII. Siswa menyelesaikan tantangan mengenai pengukuran, massa jenis, suhu dan kalor, gerak dan gaya, klasifikasi makhluk hidup, ekologi, tata surya, sistem tubuh manusia, usaha dan energi, gelombang, cahaya, tekanan, serta struktur bumi.
Dalam versi digital, siswa dapat memilih dunia permainan sesuai materi, mengerjakan soal dalam batas waktu yang telah ditentukan, memperoleh umpan balik langsung, mengumpulkan skor, serta mendapatkan lencana atau badge setelah menyelesaikan setiap topik. Sistem tersebut membantu siswa mengetahui perkembangan belajarnya secara langsung sekaligus meningkatkan keterlibatan selama pembelajaran.
Pelaksanaan PANDA dilakukan secara kolaboratif. Siswa bekerja dalam kelompok, membaca informasi yang disajikan dalam permainan, mendiskusikan strategi penyelesaian, melakukan perhitungan, serta menyampaikan alasan atas jawaban yang dipilih. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan, mengamati proses berpikir siswa, dan membantu siswa menghubungkan konsep numerasi dengan situasi nyata.
Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kejenuhan yang sering muncul pada pembelajaran yang terlalu didominasi ceramah dan latihan rutin. Pembelajaran melalui permainan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba, berdiskusi, mengambil keputusan, dan belajar dari umpan balik yang diterima.
Selain meningkatkan numerasi, PANDA juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, sportivitas, rasa ingin tahu, serta tanggung jawab. Kompetensi tersebut dibutuhkan agar siswa tidak hanya mampu menghasilkan jawaban numerik, tetapi juga mampu memahami data dan menjelaskan proses penalarannya.
Inovasi PANDA telah melalui tahap uji coba pada 10 Maret 2025 dan mulai diimplementasikan pada 10 Mei 2025 dengan dukungan anggaran Dana BOS. Berdasarkan hasil pra–pasca asesmen internal yang dicantumkan dalam proposal inovasi, terdapat peningkatan rata-rata sekitar 15–25 persen pada kemampuan menghitung, menalar, dan memecahkan masalah kontekstual. Hasil tersebut menjadi dasar bagi sekolah untuk terus melakukan penyempurnaan materi, sistem permainan, dan strategi pendampingan.
SMP Negeri 2 Sukolilo berkomitmen agar PANDA tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari pembiasaan numerasi di sekolah. Keterlibatan seluruh guru diharapkan dapat memperluas penerapan numerasi ke berbagai mata pelajaran sehingga siswa terbiasa menggunakan angka, data, grafik, tabel, dan informasi kuantitatif untuk memecahkan masalah.
Melalui inovasi ini, SMP Negeri 2 Sukolilo berupaya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus menantang. PANDA diharapkan menjadi salah satu langkah konkret sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya numerasi, dan membentuk siswa yang memiliki daya analitik serta kesiapan menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari.








