• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Kolom

Alih Fungsi Smartphone sebagai Media Penilaian Sosial

patinews.com by patinews.com
19 Juni 2019
in Kolom, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Alih Fungsi Smartphone sebagai  Media Penilaian Sosial
16
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Oleh: Abdul Chamid, (Mahasiswa IPMAFA Pati)

Di era digitalisasi yang sedang kita alami sekarang, mengharuskan sistem komunikasi yang serba cepat dan mudah, hampir semua kegiatan sosial didominasi oleh kontribusi gadget yang di miliki seseorang. Pasalnya fungsi gadget tersebut seolah-olah telah memberikan candu dalam aktivitas kehidupan manusia untuk dapat mengakses kebutuhan informasinya. Para milenialis misalnya, tanpa Smartphone mereka seolah-olah mati gaya karena ketidakmampuan berinteraksi sebab tidak memiliki akses dalam proses interaksinya.

RelatedPosts

Narasi Beracun

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

Hal itu menyebabkan rasa keterasingan dalam diri seseorang karena proses interaksi sosialnya terhambat. Rasa kurang update (Kudet) juga muncul akibat sedikitnya informasi yang mereka konsumsi, akibatnya sangsi sosial yang berupa ejekan di limpahkan kepeda mereka yang kudet. Kudet adalah kondisi seseorang yang belum mengetahui isu-isu terbaru yang telah berkembang dalam waktu tersebut.

Klaim “ kurang update atau kudet ” yang diberikan kepada seseorang didalam kehidupan sosialnya mengakibatkan interaksinya terganggu dan terhambat, bahkan mendapatkan ancaman sosial yang berupa perasaan di asingkan. Orang-orang yang ‘kudet’ jika kita amati dalam kehidupanya kurang mampu bergaul dengan orang-orang yang up-to–date. Istilah ‘kudet’ ini muncul karena faktor kebosanan seseorang dalam proses interaksinya.

Contoh kecil dapat kita amati, ketika kita sedang mengobrol dengan seseorang yang kurang memahami isu-isu yang sedang berkembang di era sekarang, kita sebagai orang yang mengajaknya berinteraksi kepada dia yang kurang mengetahui isu-isu yang sedang berkembang di era ini lebih cenderung membosankan daripada mengajak ngobrol terhadap seseorang yang telah memahami isu-isu yang sedang berkembang kini.

Fenomena ini menyebabkan seseorang merasa bahwa dia sedang dikucilkan, muncul sikap keterasingan karena dalam kehidupan sosialnya mereka di anggap sebagai manusia yang tidak mampu mengikuti perkembangan zaman (katrok), kampungan dan lain sebagainya. Berangkat dari persoalan tersebut, diketahui bahwa seseorang telah menganggap “kudet” adalah sesuatu yang negatif dan harus dihindari. sehingga mereka lebih memilih untuk tidak mengalami kondisi yang demikian. Salah satu cara agar tidak di klaim sebagai seseorang yang ‘kudet’ dengan cara mengikuti hukum dan nilai yang berlaku sesuai dengan ciri dari masyarakat yang mereka tempati. Yakni: melakukan tradisi budaya yang berlaku di masyarakat tersebut.

Fungsi smartphone selain untuk memudahkan dalam proses komunikasi manusia juga berfungsi sebagai media penilaian standar kehidupan sosial seseorang. Mengapa demikian? Jika dalam segi fisiknya, kelengkapan fitur misalnya, Kualitas smartphone searah dengan kualitas kehidupan manusia. Pasalnya kebutuhan manusia yang semakin kompleks menuntut seseorang mengakibatkan seseorang mengkriteriakan jenis smartphone sesuai dengan kebutuhan yang mereka miliki.

Asumsi ini muncul ketika potografer memiliki smartphone yang memiliki fitur camera yang memiliki resolusi tinggi dalam proses pengambilan gambar ketika mereka bekerja, konten didalamnya juga menyesuaikan dengan kondisi kebutuhan potografer, misalnya aplikasi untu mengedit foto. Hal ini berbeda dengan fitur smartphone yang dimiliki seseorang yang berprofesi sebagai guru, fitur smartphone yang dimiliki seorang guru menyesuaikan dengan aktivitas kerjanya sebagai guru, begitu juga konten yang ia miliki. Searah pula dengan kebutuhan yang mereka miliki.

Di era milenial ini, Masing-masing smartphone seseorang merupakan ruh penunjang aktivitas kehidupan manusia. Apabila ruh ini hilang maka dampak yang terjadi adalah ketiadaan semu kehidupan manusia.

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Opini

Narasi Beracun

7 Oktober 2025
345
DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?
Opini

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

22 September 2025
92
Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan
Opini

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

14 Juli 2025
83
Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir
Opini

Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir

10 Juli 2025
180
Mendobrak Kepalsuan Akademik: Refleksi Kebijakan Bupati Pati
Opini

Saat SD Negeri Sepi Peminat: Fenomena Baru SPMB di Kabupaten Pati

18 Juni 2025
569
Kolom

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

4 Juni 2025
46
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Tingkatkan Profesionalisme, Unit Gakkum Satlantas Polres Rembang Gelar Refreshing TPTKP Kecelakaan Lalu Lintas
  • Polisi Rembang Hadir Dampingi Tracing TB Paru, Wujud Dukungan Polri terhadap Kesehatan Masyarakat
  • Terbongkar! Komplotan Pencuri Solar Kapal Nelayan di Juwana Beraksi Saat Kapal Tambat Labuh
  • Satlantas Rembang Diserbu Senyum Anak SLB N Lasem
  • Apresiasi Lomba Keluarga ASIK, Wujud Keberhasilan Aksi Kolaboratif BLDF dan Pemkab Kudus Dorong Praktik Pengelolaan Sampah di Tingkat Keluarga
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.