Penerapan Sikap Moderasi Beragama Di Tengah Pandemi

Pentingnya Moderasi Beragama di Era Milenial

Pentingnya Moderasi Beragama di Era Milenial

Oleh : Farida Dewi Isnaini, Mahasiswa Kkn Mdr Akhtara Ipmafa

Berbicara tentang moderasi beragama, tentu sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Lalu, apa itu moderasi beragama? Moderasi beragama adalah cara beragama dengan jalan tengah. Artinya tidak memihak kepada siapapun atau pendapat manapun, serta bersikap adil kepada semua pihak yang terlibat.

Moderasi beragama dalam islam baru muncul belakangan setelah adanya gerakan-gerakan toleransi agama, radikalisme agama, bahkan terorisme agama. Fenomena moderasi islam menjadi jalan tengah yang artinya tidak ke kanan atau ke kiri.

Hal yang paling mendasar dalam pengamalan ajaran agama yang moderat adalah peran toleransi dan pengakuan terhadap segala bentuk perbedaan yang ada serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan dari ajaran tiap kepercayaan. Bila sikap ini sudah membudaya dalam kehidupan masyarakat, maka besar harapan akan terpeliharanya harmoni antara kelompok-kelompok masyarakat dalam beragama. Selain itu, dengan terpeliharanya keharmonisan dalam kelompok masyarakat juga sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai sikap dan praktek dari paham-paham keagamaan radikal yang berpotensi menjadi gangguan terhadap kerukunan umat beragama.

Dalam agama islam, moderasi menjadi hal yang sangat penting karena islam moderat (Wasathiyatul Islam) menjadi rumah bagi umat islam di seluruh dunia. Terdapat 3 aspek yang akan melahirkan islam yang moderat yaitu:

Pengertian moderasi beragama adalah sikap moderat selalu menghindarkan perilaku dan pengungkapan yang ekstrem. Selain itu, memiliki kencenderungan ke arah dimensi jalan tengah dan mempertimbangkan pertimbangan pihak lain. Dari sana, moderasi beragama dapat dimaknai sebagai cara pandang, sikap dan perilaku beragama yang selalu mengambil posisi di tengah-tengah. Selain itu selalu bertindak adil, seimbang dan tidak ekstrem dalam praktik beragama.

Untuk mendeskripsikan dinamika moderasi beragama, yakni meliputi:

Nah, dalam masa pandemic covid-19 ini kita harus tetap menerapkan sikap moderat dalam beragama.

Diantaranya yang pertama adalah kita harus sabar dalam menghadapi musibah covid-19 ini. Kedua, mengikuti anjuran pemerintah dan pihak berwenang dengan mematuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan covid-19.

Ketiga, saling tolong menolong dalam mengatasi covid-19 dan dampaknya tanpa membeda-bedakan status maupun agamanya.

Keempat, jangan mudah percaya terhadap ajaran-ajaran yang mungkin menyimpang dari agama kita sendiri. Karena terkadang dalam situasi seperti ini banyak oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang dapat mempengaruhi jiwa social kita.

Dari pernyataan itu, maka jelas bahwa moderasi beragama sangat berperan penting untuk memerangi adanya ekstremisme, intoleran, dan aksi kekerasan di dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa, beragama, dan bernegara.selain mampu berdampingan dengan agama lain secara harmonis, moderasi beragama juga layak menjadi solusi dan formula untuk mencegah berbagai paham radikal maupun liberal di Indonesia.

Dalam keberagaman memang sering perbedaan memunculkan perbedaan, dan tak jarang perbedaan menyebabkan munculnya konflik. Apabila tidak terselesaikan dengan baik, maka sangat berpotensi akan lahir sikap ekstrem. Oleh karena itu, sangat penting dan dibutuhkan adanya solusi yang terwujud dalam mderasi beragama agar mampu memberikan kedamaian dan kebahagiaan dalam keberagaman

Exit mobile version