Belajar merupakan proses perubahan aktualisasi dalam perilaku manusia, potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang telahdilaksanakan. Belajar merupakan salah satu akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori sepertibehaviorismeini, proses belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons.
Dalam konteks lembaga pendidikan, yang dimaksud Stimulus disini adalah apa saja yang diberikan guru kepada peserta didik, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh pengajar. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak dapat diamati karena tidak dapat diukur, yang dapat diamati hanyalah stimulus dan responnya. Oleh karena itu, kita hanya dapat mengukur dari apa yangtelah diberikan oleh pengajar dan apa yang diterima oleh peserta didik.
Pembelajaran dalam era yang sekarang kita alami merupakan cobaan pengajar untuk tetap melaksanaakan pembelajaran salah satunya adalah pembelajaran berbasis elektronik learning (media pembelajaran menggunakan basis dalam jaringan atau disebut belajar daring) tampak sekali kita menemukan berbagai kendala teknis yang mengakibatkan intensitas ketertarikan siswa terpelajar mengalami hambatan sehingga sulit menerima pemahaman yang diharapkan. Pembelajaran mengalami transisi dari yang mulanya guru sebagai pusat ilmu pengetahuan bergeser menjadi fasilitator pendidikan dan menggeret orang tua sebagai garda terdepan dalam media pembelajaran seperti ini.
Memang bagi yang sudah memiliki SDM pendidikan yang up to date tidak ada masalah. Akan tetapi berbeda ketika kita melihat orang tua yang dari segi SDM rendah dan perekonomiannya terbatas. Maka penting untuk kita dalam meneguhkan kepedulian antar sesama untuk tetap saling memotivasi dan mensuport orang lain yang membutuhkan uluran tangan kita melalui:.
Pertama, Perhatian,Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Dari kajian belajar pengolahan telekomunikasi informasi, terungkap bahwa tanpa adanya perhatian yang menarik ketertarikan peserta didik tidak mungkin terjadi belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada peserta didik apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya.
Sehingga apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, maka hal ini akan membangkitkan perhatian dan juga memotivasi untuk menyelesaikannya. Apabila dalam diri siswa tidak ada perhatian terhadap materi ataupun media yang dipelajari, maka siswa tersebut perlu dibangkitkan perhatiannya.
Dalam proses pembelajaran, perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya, maka apabila peserta didik mempunyai perhatian yang besar mengenai apa yang diberikan peserta didik dapat menerima dan memilih sikap untuk diproses lebih lanjut di antara sekian banyak pemahaman yang diberikan. Perhatian inilah yang dapat membuat peserta didik untuk mengarahkan diri pada tugas yang akan diselesaikan; menjawab dan mencari solusi yang diberikan; memilih dan memberikan fokus pada masalah yang harus diselesaikan. Di samping perhatian, motivasijuga mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar.
Kedua, Motivasi merupakan upaya yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan minat. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya. Dengan demikian timbulnya motivasi mampu mendrorong minat kesuksesan belajar peserta didik.
Suatu contoh Misalnya, siswa yang menyukai pelajaran biologi akan merasa senang belajar biologi ketika terdorong untuk belajar lebih giat, karenanya kewajiban bagi guru untuk bisa menanamkan sikap positif pada diripeserta didik terhadap mata pelajaran yang menjadi tanggungannya. Motivasi juga dapat diartikan sebagai tenaga pendorong yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan yang diharapkan.
Faktor ini mengakibatkan asumsi bahwa Adanya tidaknya motivasi dalam diri peserta didik dapat diamati dari observasi tingkah lakunya. Apabila peserta didik mempunyai motivasi, ia akan memiliki ciri khas:
a. Bersungguh-sungguh menunjukkan minat belajar, perhatian, dan rasa ingin tahu peserta didik kuat untuk mengikuti pembelajaran
b. Berusaha keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan pembelajaran tersebut.
c. Terus berusaha sampai sukses sesuai hasil yang diinginkan.
Dalam penjelasan diatas Motivasi bersifat urgen, artinya motivasi yang berasal dari dalam diri peserta didik dan juga dikhususkan adalah upaya dari fasilatator pendidik atau orang tua, teman dan sebagainya. Berkenaan dengan prinsip motivasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mentransformasi mental dalam pembelajaran daring. Antara lain kegiatan pembelajaranmeliputi: memberikan dorongan, memberikan insentif dan juga memotivasidalammenciptakanpesertadidikyang berprestasi.
Namun selain hal itu,perlu juga dioptimalkan dalam mentransformasikan kegiatan pembelajaran daring terdapat aspek yang tidak kalah penting diperhatikan juga yakni tentang bagaimana mengemas media pembelajaran semenarik mungkin secara jelas dan mudah difahami peserta didik dalam menerima stimulus yang diberikan. Akanjauh lebih efektif jika peserta didik sedikit dalam menerima materi dan lebih banyak diantarkan kepada fenomena realitas untuk mengkristalkan hasil dari pembelajaran yang diterima.
(*)







