Total 3.600 Sertifikat, Sukolilo Jadi Kecamatan Penerima PTSL Terbanyak se Pati

Total 3.600 Sertifikat, Sukolilo Jadi Kecamatan Penerima PTSL Terbanyak se Pati

PatiNews.Com – Sukolilo,

Dipenghujung tahun 2019, Bupati Pati Haryanto menyerahkan 1.500 sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 kepada masyarakat Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati Jateng. Senin, 30 Desember 2019.

Acara penyerahan sertifikat oleh Haryanto kepada beberapa perwakilan penerima dilaksanakan di Gedung Haji Kecamatan Sukolilo.

Bupati menyebut, dengan total 3.600 sertifikat, Kecamatan Sukolilo merupakan kecamatan dengan jumlah penerima PTSL terbanyak se-Kabupaten Pati. Dalam hal ini, Desa Sukolilo merupakan desa yang warganya paling banyak mendapatkan program ini.

“Tahun lalu juga sudah banyak. Karena ini program PTSL, satu desa harus selesai, dapat semua. Tadi saya tanya kepala desa, masih kurang sekitar seribu yang belum dapat,” sambung Bupati.

Haryanto menegaskan, sepanjang desa itu tidak bermasalah, warganya ayem-tentrem, pemerintah daerah pasti akan memperhatikan dan mempertimbangkan untuk kembali memberi jatah PTSL pada tahun mendatang.

“Tapi kalau warganya ribut, saya suruh alihkan ke desa lain saja, desa yang tidak ribut. Karena yang membutuhkan program ini banyak,” lanjut Bupati.

Menurut Bupati, program PTSL amat dibutuhkan masyarakat. Sebab, dibanding mengurus sertifikat tanah secara reguler, mengurus melalui PTSL jauh lebih murah. Jika mengurus secara reguler, seluruhnya dibiayai sendiri oleh masyarakat. Adapun dalam program PTSL ada peran serta pemerintah.

“Ada (kebutuhan pengurusan sertifikat) yang dibiayai pemerintah, tapi tidak semuanya, sehingga masyarakat masih perlu mengeluarkan sedikit biaya. Kadang ini jadi persoalan, tapi alhamdulillah di desa ini tidak ada masalah,” imbuh Bupati.

Pihaknya berharap, dengan adanya sertifikat PTSL ini, ketenteraman masyarakat bertambah karena sudah memiliki bukti otentik kepemilikan tanah.

Jika masyarakat membutuhkan tambahan modal untuk usaha atau untuk bertani, Haryanto menyarankan mereka untuk menggadaikan sertifikatnya ke bank.

“Tapi dipakai untuk usaha. Jangan iri sama tetangganya. Misal tetangga rumahnya dibangun bagus, nanti sertifikatnya digunakan untuk modal membangun rumah. Jangan begitu. Dipakai modal usaha saja,” imbau Bupati. (pn/ hms)

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Longsor Sepanjang 20 Meter Tutup Jalan di Desa Medani Cluwak, Warga Gotong Royong Bareng TNI-Polri

Longsor Sepanjang 20 Meter Tutup Jalan di Desa Medani Cluwak, Warga Gotong Royong Bareng TNI-Polri…

6 jam ago

Polsek Cluwak Dukung Program Polsanak

Polsek Cluwak Dukung Program Polsanak PatiNews.Com - Cluwak, Anak adalah bagian dari generasi penerus cita…

11 jam ago

6 Cara Memutihkan Gigi Secara Alami

Memiliki gigi yang putih tentunya bisa membuat seseorang menjadi lebih percaya diri. Karena dengan memiliki…

19 jam ago

Percepat Layanan, Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bakal Terima DAK

Patinews.com - Ekonomi, Bersama Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan Sekda Suharyono, Kepala Dinas Penanaman…

21 jam ago

Gubernur Jateng Dukung Penuh Event “Le Velo de Pati”

Patinews.com - Jateng, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut panitia Le Velo de Pati (LVdP)di…

21 jam ago

Tebing di Gunungsari Tlogowungu, Longsor Sepanjang 10 Meter

Dokumentasi: Polsek Tlogowungu Patinews.com - Tlogowungu, Tebing jalan cor yang terletak di Desa Gunungsari Kecamatan…

22 jam ago