PUCAKWANGI, PATINEWS.COM
Sejumlah mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah (RDR) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Kelompok 10 menyelenggarakan kegiatan pembuatan ramuan herbal bersama warga Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati pada Rabu (4/11/2020).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja kelompok dan juga sebagai bentuk dari rasa peduli kepada sesama, serta “jogo tonggo”. Kegiatan pembuatan dan pembagian ramuan herbal ini bertujuan untuk mengenalkan manfaat produk alami tanaman herbal guna meningkatkan imun (daya tahan) tubuh agar tetap sehat di tengah wabah Covid-19.
Peduli akan kesehatan warga agar tidak mudah terpapar virus Covid-19, mahasiswa KKN RDR-75 Kelompok 10, mencoba membuat jamu atau ramuan herbal yang terbuat dari bahan-bahan alami yang kemudian dibagikan kepada warga Desa Karangwotan Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati.
Pembuatan ramuan herbal ini dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan herbal alami yaitu jahe, sereh, jeruk nipis, madu, dan air. Jahe sendiri memiliki kandungan efek antioksida, asam amino, dan mineral. Sereh mengandung vitamin B, magnesium, kalium, dan zat besi. Jeruk nipis mengandung vitamin C tertinggi dibandingkan dengan jeruk jenis lainnya.
“Ramuan herbal ini itu cukup mudah ya, karena hanya dengan mencampurkan bahan sperti jahe, sereh, jeruk nipis, madu, dan air,” ucap Azizah salah satu anggota KKN UIN Walisongo.
Selanjutnya dalam pembuatan minuman herbal ini dengan merebus jahe dan sereh yang sudah bersih lalu di geprek jahenya dan dimasukkan kedalam air yang mendidih. Setelah mendidih kemudian diangkat lalu disaring, ditambahkan perasan jeruk nipis atau bisa juga madu dan siap untuk disajikan.
“kita hanya perlu merebus bahan jahe dan sereh yang sudah dibersihkan dan digeprek serta dimasukkan kedalam air yang mendidih. Kemudian, siapkan wadah gelas lalu air rebusan tersebut disaring. Kemudian, ditambahkan perasan air jeruk nipis dan madu secukupnya, lalu siap untuk disajikan,” ujar nafiqoh melanjutkan penjelasan.
Kegiatan ini juga disambut baik oleh warga sekitar, bahkan anak-anak pun ikut membantu dalam kegiatan ini.
“Iya senang kak, bisa diajarkan cara membuat ramuan herbal sendiri, enak juga rasanya nggak pahit,” kata Yahya salah satu anak yang ikut dalam pembuatan ramuan herbal.
(*)







