Tak Hanya Spot Foto Ala Jepang, Wisata Yutaka Farm Pati Layani Edukasi Berkebun Bagi Pelajar
Penulis : Imam Muhlis Ali
Berwisata ke pantai, gunung, kebun binatang sudah sering kita kunjungi. Berwisata ke wahana air mungkin juga relatif sering kita kunjungi. Namun, kalau berwisata ke kebun dengan konsep ala Jepang kayaknya belum kita kunjungi. Nah, bersama kawan-kawan saya berpikir kira-kira ada ndak wisata lokal.yang menawarkan sesuatu yang berbeda dengan yang lainnya?. Setelah bincang-bincang kami menemukan tempat wisata alternatif dengan biaya murah tapi sekaligus ada nilai-nilai ilmu yang didapat.
Wisata alternatif “Yutaka Farm” mudah dijangkau
Ternyata ada dan sempat viral wisata dari Kabupaten Pati Jawa Tengah itu. Iya, benar. Wisata alam bersifat menenangkan sekaligus memberi tambahan edukasi. Namanya “Yutaka Farm”. Cukup unik namanya. Langsung saja saya dan kawan-kawan langsung menuju lokasi. Kami penasaran dengan nama dan beberapa informasi dari google. Dari kota Pati.dapat ditempuh kira-kira 12 km. Jalannya cukup bagus dan dekat dengan jalan besar. Dari jalur Pati-Tayu anda bisa langsung menuju Desa Pasucen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. Saat di pertigaan Puskesmas Trangkil anda belok ke arah barat terus melaju menyusuri jalan Trangkil-Lahar sekitar 2 km sudah sampai. Ada papan tulisan di pinggir jalan dan ada tempat parkir.
Disediakan sewa pakaian jepang dan spot foto bergaya ala negara jepang
Setelah sampai di lokasi saya dan kawan-kawan melihat pemandangan kebun indah dengan gapura bertuliskan “Yutaka Farm” dengan gambar beserta penjelasan wahana wisata. Ada satu hal.unik rata-rata tulisan berhuruf jepang. Dan juga kayaknya tempat wisata ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Ternyata pengunjung ditawari sewa pakaian ala jepang. Waw..unik sekali. Pengelola sudah menyiapkan spot-spot foto ala jepang. “Bagus juga tempat wisata ini. Ada hal baru yang lain dari pada tempat lain. Kalau ingin berfoto ala jepang tidak usah ke negara jepang” begitu kata Bapak Suyanto, salah satu pengunjung.
Saat saya mewancarai Bapak Andi Lestari pemilik wisata alam “Yutaka Farm” ini, mengatakan bahwa sebenarnya dulu awalnya tidak sengaja mendesain tempat wisata ini. “Awalnya dulu saya hanya menjual bibit tanaman buat dan bunga di lahan sekitar rumah kami.Ternyata banyak pengunjung yang berfoto selfi disekirar tanaman. Saya punya ide untuk mengembangkan perkebunan tanaman ini agar lebih digemari dan berkunjung ditempat ini. Sekitar tahun 2017 dulu saya bersama istri bekerja keras mengembangkan dengan cara mengadopsi ala jepang. Jadilah seperti sekarang dimana pengunjung bisa sewa pakaian ala jepang. Juga kami sediakan spot-spot menarik bergaya ala lokasi negara jepang”.Kata Bapak Andi. .
Motivasi dari tokoh nasional Sandiaga Uno
Dengan didampingi sang istri yang asli Desa Ngemplak Kidul, Bapak mengaku pernah berada 10 hari di negara Jepang dalam rangka tugas dari salah satu organisasi. Maka dengan motivasi tinggi dari filosofi Jepang untuk bekerja keras dan bermanfaat bagi orang lain, Bapak Andi terus semangat mengembangkan wisata kebun ini. Menurut Bapak Andi filosofi arti “Yutaka Farm adalah kemakmuran petani. Tambah semangat lagi saat tokoh nasional Bapak Sandiaga Uno yang pernah berkunjung di tempat wisata ini. “Saya di beri motivasi oleh beliau Bapak Sandi bahwa untuk mengembangkan wisata ini perlu step by step. Tidak langsung serampangan menambah ini itu. Perlu kajian dan penelusuran mendalam. Sebab kalau langsung cepat naik, khawatirnya kalau jatuh ‘sakit’. Begitu kata Bapak Sandi kepada saya”.
Disediakan penjualan bibit tanaman dan layanan edukasi bagi pelajar
Ditambahkan lagi oleh Bapak Andi pemilik wisata ini bahwa selain wisata kebun, juga ada penjualan bibit tanaman buah dan lainnya. “Bibit dari gunung sampai pesisir insyaallah ada disini mas”. Ungkap Bapak Andi. Bagi para pelajar anak sekolah disedian paket pelayanan praktik cara bercocok tanaman.
“Ada paket 25 ribu rupiah sudah termasuk biaya makan bagi per orang. Kami fleksibel saja mas, bahkan pelajar mau membawa bekal makanan sendiri dipersilakan. Cukup 10 ribu bisa mendapatkan layanan dari pendamping petugas pengelola” kata Bapak Andi.
Ternyata tidak hanya wisata ala Jepang saja namun wisata kebun “Yutaka Farm” Desa Pasucen Pati ini memberi pelayanan paket edukasi cara bercocok tanam bagi pelajar sekolah. Menurut saya ini bagus dan sangat menginspirasi bagi generasi muda di masa depan.
Semoga wisata “Yutaka Farm” kedepannya lebih berkembang. Harapannya semakin banyak tempat wisata lokal di daerah lebih kreatif serta inovatif dengan tema dan konsep yang ‘segar’ dan baru. Kita berharap juga tempat wisata di daerah termasuk di Kabupaten Pati mampu bersaing di kancah nasional bahkan bisa go internasional.
(*).







