Seluruh Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL Bekasi Terima Santunan, Jasa Raharja Pastikan Hak Terpenuhi
JAKARTA — Jasa Raharja memastikan seluruh ahli waris korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dan kereta api jarak jauh di Bekasi telah menerima santunan. Percepatan ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat.
Direktur Operasional Jasa Raharja, Ariyandi, menyampaikan bahwa seluruh santunan bagi korban meninggal dunia telah diserahkan secara tuntas kepada ahli waris.
“Jasa Raharja berkomitmen untuk memastikan seluruh santunan korban kecelakaan dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, dan transparan,” ujarnya usai penyerahan santunan di Bekasi, Rabu (29/4/2026).
16 Korban Meninggal, Seluruh Korban Dijamin
Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Selain itu, seluruh korban luka-luka juga telah mendapatkan jaminan perawatan melalui penerbitan surat jaminan (guarantee letter) di rumah sakit.
Ariyandi menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit, kepolisian, hingga keluarga korban, guna memastikan proses administrasi berjalan tanpa hambatan.
“Setiap korban memiliki hak yang harus dipenuhi. Kami melakukan pendampingan agar seluruh proses dapat segera diselesaikan,” tambahnya.
Nilai Santunan dan Jaminan Perawatan
Sesuai ketentuan, masing-masing ahli waris korban meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp50 juta. Selain itu, melalui kerja sama dengan anak usaha Jasaraharja Putera dan PT Kereta Api Indonesia, diberikan tambahan santunan sebesar Rp40 juta.
Sementara itu, bagi korban luka-luka, Jasa Raharja menjamin biaya perawatan hingga maksimal Rp20 juta. Tambahan jaminan juga diberikan oleh Jasaraharja Putera hingga Rp30 juta.
Wujud Kehadiran Negara
Menurut Ariyandi, percepatan penyaluran santunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti kecelakaan transportasi.
“Kami turut menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga santunan ini dapat membantu dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” pungkasnya.







