[image: 45 Template Patinews (52).jpg]
*JEMBER* – Alasan menggelikan diungkapkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Gerindra, Achmad Syahri Assidiqi, yang video dirinya tengah asyik bermain *game* saat rapat resmi mendadak viral dan memicu kecaman publik. Syahri berdalih, dirinya terpaksa membuka ponsel karena teringat belum memberi makan hewan ternak virtualnya di dalam permainan *Clash of Clans* (COC).
Pengakuan jujur namun kontroversial tersebut dibeberkan langsung oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono. *Alasan Sapi Virtual di Tengah Rapat 4 Jam*
Menurut Hanan, Syahri sempat memberikan klarifikasi internal kepada fraksi sesaat sebelum potongan video dirinya bermain *game* menyebar luas dan menjadi bulan-bulanan netizen di media sosial.
“Rapatnya mulai jam 10.00 sampai jam 14.00 WIB. Terus jam 13.00 saya lupa belum memberi makan sapi saya,” ujar Hanan Kukuh Ratmono menirukan pengakuan polos Syahri, Senin (18/5/2026).
Meskipun alasan tersebut disampaikan secara personal, pihak fraksi menegaskan tidak akan menoleransi tindakan tidak terpuji yang mencederai marwah institusi terhormat DPRD Jember tersebut. *Main Game Saat Bahas Stunting dan UHC*
Tindakan Syahri dinilai sangat tidak etis dan memicu kemarahan publik lantaran dilakukan di tengah rapat kerja krusial yang sedang membedah hajat hidup orang banyak. Rapat tersebut diketahui tengah membahas isu-isu kesehatan masyarakat Jember yang sangat sensitif, meliputi:
–
Penurunan angka tengkes (*stunting*). –
Penanganan wabah campak. –
Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB). –
Evaluasi program jaminan kesehatan *Universal Health Coverage* (UHC).
Fraksi Gerindra secara jantan mengakui bahwa perilaku kadernya yang lebih memilih fokus pada “sapi virtual” ketimbang nyawa dan kesehatan bayi di Jember adalah tindakan yang sepenuhnya salah. *Dijatuhi Sanksi Teguran Keras*
Gerak cepat langsung diambil oleh internal partai berlambang kepala burung Garuda tersebut untuk meredam kegaduhan. Sebelum bergulir ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember, Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra dilaporkan telah menjatuhkan sanksi teguran keras secara tertulis kepada Achmad Syahri Assidiqi.
Partai besutan Prabowo Subianto ini memperingatkan keras seluruh kadernya di legislatif agar menjaga integritas, menunjukkan empati, dan tetap fokus pada fungsi pengawasan anggaran rakyat, terutama pada sektor pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. —————————— *Fakta Kunci Insiden Anggota Dewan Jember:*
–
*Pelaku:* Achmad Syahri Assidiqi (Anggota DPRD Jember Fraksi Gerindra). –
*Alasan Pembelaan:* Lupa memberi makan sapi di dalam *game* Clash of Clans (COC). –
*Konteks Rapat:* Pembahasan isu krusial kesehatan masyarakat (Stunting, AKI/AKB, dan UHC). –
*Status Sanksi:* Dijatuhi sanksi teguran keras oleh Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra.
*JEMBER* – Alasan menggelikan diungkapkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Gerindra, Achmad Syahri Assidiqi, yang video dirinya tengah asyik bermain *game* saat rapat resmi mendadak viral dan memicu kecaman publik. Syahri berdalih, dirinya terpaksa membuka ponsel karena teringat belum memberi makan hewan ternak virtualnya di dalam permainan *Clash of Clans* (COC).
Pengakuan jujur namun kontroversial tersebut dibeberkan langsung oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono. *Alasan Sapi Virtual di Tengah Rapat 4 Jam*
Menurut Hanan, Syahri sempat memberikan klarifikasi internal kepada fraksi sesaat sebelum potongan video dirinya bermain *game* menyebar luas dan menjadi bulan-bulanan netizen di media sosial.
“Rapatnya mulai jam 10.00 sampai jam 14.00 WIB. Terus jam 13.00 saya lupa belum memberi makan sapi saya,” ujar Hanan Kukuh Ratmono menirukan pengakuan polos Syahri, Senin (18/5/2026).
Meskipun alasan tersebut disampaikan secara personal, pihak fraksi menegaskan tidak akan menoleransi tindakan tidak terpuji yang mencederai marwah institusi terhormat DPRD Jember tersebut. *Main Game Saat Bahas Stunting dan UHC*
Tindakan Syahri dinilai sangat tidak etis dan memicu kemarahan publik lantaran dilakukan di tengah rapat kerja krusial yang sedang membedah hajat hidup orang banyak. Rapat tersebut diketahui tengah membahas isu-isu kesehatan masyarakat Jember yang sangat sensitif, meliputi:
–
Penurunan angka tengkes (*stunting*). –
Penanganan wabah campak. –
Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB). –
Evaluasi program jaminan kesehatan *Universal Health Coverage* (UHC).
Fraksi Gerindra secara jantan mengakui bahwa perilaku kadernya yang lebih memilih fokus pada “sapi virtual” ketimbang nyawa dan kesehatan bayi di Jember adalah tindakan yang sepenuhnya salah. *Dijatuhi Sanksi Teguran Keras*
Gerak cepat langsung diambil oleh internal partai berlambang kepala burung Garuda tersebut untuk meredam kegaduhan. Sebelum bergulir ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember, Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra dilaporkan telah menjatuhkan sanksi teguran keras secara tertulis kepada Achmad Syahri Assidiqi.
Partai besutan Prabowo Subianto ini memperingatkan keras seluruh kadernya di legislatif agar menjaga integritas, menunjukkan empati, dan tetap fokus pada fungsi pengawasan anggaran rakyat, terutama pada sektor pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. —————————— *Fakta Kunci Insiden Anggota Dewan Jember:*
–
*Pelaku:* Achmad Syahri Assidiqi (Anggota DPRD Jember Fraksi Gerindra). –
*Alasan Pembelaan:* Lupa memberi makan sapi di dalam *game* Clash of Clans (COC). –
*Konteks Rapat:* Pembahasan isu krusial kesehatan masyarakat (Stunting, AKI/AKB, dan UHC). –
*Status Sanksi:* Dijatuhi sanksi teguran keras oleh Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra.







