PATI, PATINEWS.COM
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) adalah salah satu sumber dana APBN yang digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur pemerintah. Sebuah program penting dalam rangka penguatan daya saing bangsa dan mendukung peningkatan kualitas SDM.
Tahun 2019 anggaran SBSN diorientasikan untuk pembangunan infrastruktur madrasah. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kualitas fasilitas dan SDM yang ada di dalamnya.
Dari sekian banyak MTs yang ada di Jawa Tengah, MTsN 1 Pati berhasil masuk ke dalam 5 daftar penerima SBSN.
“Alhamdulillah bisa lolos tahun anggaran 2019,” ujar Ali Musyafak, Kepala MTsN 1 Pati dalam keterangan resminya, pada Selasa 8 Desember 2020.
Pihaknya menjelaskan lolosnya MTsN 1 Pati sebagai penerima bantuan SBSN tahun 2019 berdasarkan pada banyaknya prestasi yang telah diraih oleh madrasah. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan gedung asrama siswa MTsN 1 Pati dengan luas 344 m2.
Selain itu, juga untuk pengadaan fasilitas pendukung berupa meubelair. Dengan adanya bantuan SBSN ini, dirasa sangat memberikan manfaat yang luar biasa bagi keberlangsungan proses pendidikan di MTsN 1 Pati untuk masa sekarang dan masa yang akan datang.
“Inilah salah satu bentuk ikhtiar madrasah untuk memberikan pelayanan terbaik, jadi adanya bantuan SBSN ini sangat membantu sekali. Kita manfaatkan dengan sebaik mungkin, karena ini amanah,” sambungnya.
Seiring dengan meningkatnya kualitas madrasah dari segi fasilitas, kualitas SDM yang ada didalamnya juga tidak bisa diragukan lagi. Tercatat satu tahun terakhir ini, prestasi madrasah mengalami peningkatan yang signifikan.
Di tahun 2020 ada banyak prestasi yang diraih baik dari siswa, guru, bahkan kepala madrasah, diantaranya adalah gelar inovator yang diberikan kepada salah satu siswa MTsN 1 Pati di bidang robotik, gelar juara lomba tingkat nasional yang diikuti oleh siswa maupun guru dan raihan julukan sebagai peringkat kedua prestator pejuang madrasah dari KKM MTs nasional kepada kepala madrasah.
Komitmen para guru untuk selalu menanamkan nilai karakter kepada siswa juga menjadi nilai tambah MTsN 1 Pati. Hal inilah yang membuat animo masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di MTsN 1 Pati sangat besar.
“Dibanding tahun lalu (2019), memang tahun ini yang mendaftar lebih banyak begitupun yang diterima, dulunya hanya 10 kelas saat ini ada 11 kelas,” terang Syafak.
Peningkatan kualitas, baik fasilitas dan SDM yang dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap MTsN 1 Pati adalah bentuk nyata yang dirasakan dari dampak adanya bantuan SBSN.
“Jangan sampai mengecewakan, baik yang memberi (negara) dan yang berhak menikmati (siswa). Maka dari itu kami berharap untuk bisa menjaga apa yang sudah ada dengan sebaik-baiknya agar bisa memberikan manfaat dan membawa keberkahan untuk semuanya terutama MTsN 1 Pati,” tandasnya.
(*/dok Kemenag Pati)






