Ritual Bulusan, Tradisi Syawalan Masyarakat Dukuh Sumber Jekulo Kudus

Ritual Bulusan, Tradisi Syawalan Masyarakat Dukuh Sumber Jekulo Kudus

PatiNews.Com – Kudus, Masyarakat dukuh Sumber DS Hadipolo Kecamatan Jekulo kabupaten Kudus Jateng adakan ritual bulusan. Ritual ini diadakan tanggal 7 Syawal bertepatan dengan lebaran kupatan.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak dulu dan dilestarikan hingga sekarang
Diadakan banyak acara dalam peringatan ritual Bulusan ini, yaitu sebelum satu hari puncak acara, puncak acara dan setelah puncak acara. Satu hari  sebelum puncak acara diadakan lomba mancing mania disepanjang aliran sungai sumber.

Tidak hanya masyarakat sekitar yang ikut tetapi luar desa hingga kota pun datang untuk mengikuti lomba tersebut. Pemenang dari lomba mancing mania ini  akan mendapatkan hadiah senilai 10 JT rupiah dan hadiah lainnya. Setiap peserta yang ikut dikenakan biaya sebesar 40 RB sebagai registrasi peserta.

Terdapat sekitar 150 peserta baik warga sekitar maupun luar kota. Dalam lomba ini siapapun bisa ikut tanpa ada batasan usia baik anak-anak maupun orang dewasa. Kegiatan lomba mancing mania diadakan satu tahu sekali ini sangat menarik minat dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian ritual bulusan.

“say… (Lanjutkan)” Ujar peserta mancing mania, samuji (40). Minggu (9/10/19)
Pada puncak acara diadakan  opening ceremony untuk membuka acara kirab budaya bulusan. Setelah opening ceremony ada lomba mewarnai untuk TK/PAUD se kabupaten Kudus.

“banyak anak-anak yang senang menggambar dan mewarnai selain menyalurkan hobi lomba ini juga mengasah kekreatifan anak-anak TK/PAUD”, ujar guru TK Mawar, Dewi (28). Selasa, (11/10/19).

Terdapat pula Lomba rebana sekabupaten Kudus. Lomba ini diikuti oleh grub hadrah dari kabupaten Kudus baik group perempuan, group laki laki dan group campuran. Mereka menampilkan sholawat dan lantunan lantunan syair syair islam untuk memriahkan acara ritual bulusan.

“acara ini sangat meriah selain berlomba juga menjadikan keterampilan para remaja remaja lebih berkembang dan maju” ujar salah satu peserta rebana, Aziz (21).

Lomba rebana dimulai dari jam 10.00 sampai jam 16.00 dan dilajut acara malam tirakat dan terbang papat . Acara ini dihadiri rata rata orang tua dan remaja yang melantunkan syair syair islam dan sholawat.

Selain itu memperkenalkan terbang papat yang sekarang telah diganti terbang modern dan pemain terbangnya lebih dari empat. Acara ini diadakan dari jam 19.30 sampi 22.00 WIB.

Selanjutnya setelah acara puncak hari beributnya tanggal 12 Juni 2019 warga dukuh Sumber membuat arak arakan atau kirab budaya. Arak arakan ini dimulai  pukul 07.30 sampai 12.00. Rute arakan arakan dari Sumber lor sampai Sumber kidul. Setiap RT dukuh Sumber membuat karya seni dan warga berdandan seunik mungkin untuk memeriahkan kirab budaya bulusan.

Baca juga:   Sasar Masyarakat Ekonomi Rendah, Pasar Murah di Jaken Diserbu Warga

Kirab bulusan juga dihadiri oleh bupati Kudus yaitu Ir. H. Muhammad Tamzil, MT dan wakilnya HM.Hartopo, ST, MM, MH. sepanjang jalan dipenuhi oleh warga yang ingin menyaksikan kirab bulusan. Setelah sampai di Sumber kidul kirab berhenti dipendopo dukuh Sumber dan membaca doa lalu memotong tumpeng. Terdapat pula pertunjukan tarian tarian tradisional yang kental dengan budaya indonesia.
Acara selanjutnya yaitu Lomba fasion show dan festival band, lomba fasion show yang diikut oleh anak anak SD. Sedangkan festival band  menghadirkan band lokal untuk menghibur penonton kirab bulusan. Acara ini dimulai pada jam 13.00 sampai 15.00.

Closing ceremony  akan ditutup dengan pegelaran wayang kulit di samping pendopo dukuh Sumber. Pagelaran wayang kulit dimulai sekitar jam 21.00 sampai subuh, banyak warga yang menyaksikan pagelaran wayang kulit dan tidak mau meninggalkan acara yang di adakan setaun sekali ini. Sayangnya kalangan anak muda kurang begitu minat akan wayang kulit padahal itu budaya kita yang turun temurun dan harus dilestarikan dan mayoritas yang menonton wayang kulit adalah orang tua.

Selain acara acara festival budaya Bulusan juga diramikan dengan pasar malam yang biasa dimulai dari bulan 1 Syawal  atau hari raya Idul Fitri pertama sudah ramai dipadati para pedagang dan wahana wahana yang seru seperti komedi putar, bianglala, ombak banyu, tong setan dan lain lain.

Salah satu pedagang mainan bernama Agus menyatakan “acara tahunan ini sangat ditunggu tunggu oleh para pedagang seperti saya, karena keramaian pembeli sangat menigkat dan padat keutungan yang saya dapat dalam sehari sangat menjanjikan” ujarnya.

Untuk masuk dan melihat festival kirab budaya Bulusan per orang ditarif lima ribu rupiah untuk sekali masuk. Harga masuk tersebut relatif murah untuk menikmati budaya yang sejak dulu sudah ada ini.
Selain itu Izza seorang tukang parkir menyatakan “acara seperti ini sangat menjajikan, saya sebagai salah satu tukang parkir motor di festival bulusan ini dalam sehari ada 200 motor yang berparkir dan setiap motor ditarif lima ribu rupiah demi ketertiban dan keamanan pengguna motor” ujarnya. *

Penulis: M.Hisbullah Al Arif

Ritual Bulusan, Tradisi Syawalan Masyarakat Dukuh Sumber Jekulo Kudus | patinews.com | 4.5

Leave a Reply