
PatiNews.Com – Kota, Polres Pati dan Kodim 0718/Pati berjanji akan terus gencar melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap penyerapan gabah atau beras milik petani (Sergap) oleh Bulog Pati. Mengingat, pemerintah pusat saat ini sedang menggenjot upaya swasembada beras untuk kebutuhan pangan dalam negeri.
Hal ini diungkapkan saat Rapat Koordinasi di Mapolres Pati antara Polres Pati, Kodim 0718 Pati dan Bulog Divre II Pati. Hadir dalam rakor tersebut, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, S.I.K, Dandim 0718 Pati Letkol Andri Amijaya Kusumah, S.Sos dan Kasub Divre II Bulog.
Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, S.I.K mengatakan, untuk merealisasikan program penyerapan beras milik petani (Sergap) oleh Bulog, baik dari Kepolisian maupun dari Kodim Pati akan melakukan pemantauan dan pendampingan.
“Ini memang sudah menjadi program nasional, jadi kami akan mengawal penyerapan beras para petani ini,” ujarnya, Sabtu (02/09/2017).
Model penyerapan yang dilakukan oleh Bulog adalah melalui rekanan yang sudah berbadan hukum. Selain itu, kelompok tani (Poktan) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) juga bisa menjadi rekan bulog untuk penyerapan tersebut.
“Kami sudah dua kali melakukan rapat bersama dengan rekanan Bulog untuk menyamakan persepsi tentang sergap ini. Jadi, diharapkan nantinya ada sinkronisasi untuk penyerapan, agar kedepannya penyerapan gabah maupun padi bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah mengatakan, penyerapan melalui rekanan ini sebelumnya sudah dibahas. Salah satu alasannya, apabila penyerapan dilakukan langsung melalui petani, Bulog tidak bisa menampung semua beras tersebut, sehingga rekanan juga sangat penting.
“Masing-masing rekanan itu mempunyai gudang sendiri. Jadi, beras sewaktu-waktu bisa dirikimkan ke Bulog apabila di gudang bulog sudah kosong. Tapi gabah petani juga bisa diserap. Hanya saja, jumlahnya tidak bisa banyak,” ujarnya.
Dandim Pati juga mengaku akan terus membantu pera petani untuk menyukseskan program pangan nasional. Bahkan, dari koramil di masing-masing kecamatan sudah dikerahkan untuk mendampingi para petani dan rekanan, baik dari mulai proses penanaman, panen hingga pendistribusiannya. (ResPati)






