Peran Penting Parenting Dalam Dunia Pendidikan Anak Usia Dini
Oleh : Siti Sutanti (Mahasiswa PIAUD INISNU Temanggung)
Pendidikan anak usia dini merupakan sebuah upaya terencana yang dilakukan dengan sistematis pada anak usia 0-8 tahun dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. Pendidikan pada masa ini sangat menentukan masa depan sang anak karena masa usia dini adalah usia yang paling berharga dalam siklus kehidupan manusia. Anak usia dini masuk dalam kategori usia emas, dimana perkembangan otak berkembang sangat pesat, dan dalam usia ini pula perkembangan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosi dan seni akan dengan mudah berkembang dengan adanya stimulasi atau rangsangan dari lingkungan. pendidikan anak usia dini
Anak usia dini memiliki beberapa karakteristik yang meliputi rasa ingin tahu yang besar, unik, aktif dan energik, egosentris (sudut pandang diri), eksplorasi dan jiwa petualang, spontan, imajinatif, serta rentang daya konsentrasi yang pendek. Beberapa karakteristik ini menjadi ciri khas dari anak usia dini, sehingga dalam perkembangannya harus selalu diberikan stimulus atau rangsangan yang tepat sehingga semua bakat atau potensi yang ada padanya dapat berkembang secara optimal.
Pendidikan di rumah dan pendidikan di sekolah, tidak dapat di pisah-pisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan agar dapat tercapai perkembangan anak yang optimal. Bagaimana orang tua dan guru bekerjasama untuk mengoptimalkan perkembangan tersebut dengan cara mengetahui masalah – masalah yang di hadapi oleh anak . Persoalan yang terkadang kita pandang sebagai hal yang biasa tetapi begitu besar pengaruh serta dampaknya pada setiap aspek perkembangan anak. Padahal kita sendiri sebagai guru atau sebagai orang tua telah memahami pentingnya golden age (masa keemasan) pada usia dini, tetapi terkadang kita orang dewasa salah persepsi dalam pelaksanaannya. Komunikasi yang tidak seimbang antara guru dengan orang tua sering menjadipenghambat dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak dalam berbagai aspek perkembangan. Terkadang orang tua mengandalkan guru dalam mendidik anaknya, padahal pendidikan yang pertama kali diperoleh anak adalah dari orang tuanya. Selain itu waktu terlama anak belajar juga di lingkungan orang tua.
Peran orang tua dalam dunia pendidikan anak seharusnya berada pada posisi pertama, karena para orang tualah yang paling mengerti benar terhadap sifat baik dan buruk anak, tentang sesuatu yang mereka suka dan tidak. Para orang tua tidak dapat menyerahkan seluruh kepercayaannya kepada guru di sekolah, artinya orang tua harus sering berkomunikasi dengan para guru atau pendidik di sekolah. Orang tua memilki peran dalam pendidikan anak usia dini yaitu orang tua sebagai guru yang pertama dan utama, mampu mengembangkan kreativitas anak, mampu meningkatka kemampuan otak anak, serta mampu mengoptimalkan potensi anak.
Oleh karena itu, dalam dunia pendidikan ada kegiatan parenting atau keorangtuaan yang mampu mengatasi berbagai masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh anak dalam proses perkembangannya. Parenting adalah suatu program atau bentuk kegiatan informal yang dilakukan untuk menyelaraskan kegiatan-kegiatan pengasuhan dan pendidikan anak antara di rumah dengan di sekolah. Kegiatan parenting ini akan menjadi suatu wadah yang mampu memberikan keuntungan pada semua pihak, baik orang tua maupun lembaga pendidikan.
Kegiatan parenting memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah terpenuhinya kebutuhan hak-hak anak, berkembangnya rasa percaya diri orang tua dalam mendidik anak, serta terjadi hubungan yang harmonis antara pendidik dengan orang tua karena selalu ada komunikasi antara orang tua dengn pendidik. Selain memiliki beberapa manfaat, kegiatan parenting juga mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melaksanakan perawatan, pengasuhan, , pendidikan, perlindungan yang diseimbangkan dengan tahapan perkembangan anak yang sesuai dengan usianya.
Parenting mempunyai peranan yang penting dalam dunia pendidikan anak usia dini. Dengan adanya kegiatan parenting ini, orang tua dan pendidik dapat bekerja sama dalam mengembangkan bakat atau potensi yang dimiliki anak secara optimal sehingga mampu menjadi generasi muda bangsa yang unggul dan berkualitas.
(*).





