• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Pentingnya Etika Jurnalisme Dalam Diri Seorang Jurnalis

patinews.com by patinews.com
6 September 2020
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pentingnya Etika Jurnalisme Dalam Diri Seorang Jurnalis
582
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

 

Oleh: Ainun Fitri Mughiroh

RelatedPosts

Narasi Beracun

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

(Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta)

Etika merupakan analisis, evaluasi dan promosi dari apa yang merupakan perilaku yang benar dan karakter yang berbudi luhur dalam prinsip-prinsip terbaik yang tersedia.

Selain itu, etika bukan hanya menanyakan bagaimana hidup dengan baik, akan tetapi menanyakan bagaimana kita harus hidup dengan baik secara etis, yaitu dalam kebaikan dan dalam hubungan yang benar satu sama lain.

Menurut Black, Steele, dan Barney dalam buku “the handbook of journalism studies” etika jurnalistik hakikatnya merupakan kegiatan praktis yang mencari alasan untuk mempertanyakan bagaimana bertindak.

Misalnya, apakah etis untuk menyerang privasi politisi yang sangat dikagumi untuk menyelidiki dugaan pelanggaran? Etika mencakup studi teoritis tentang konsep dan mode pembenaran yang memberikan alasan etis untuk bertindak.

Dengan tujuannya yaitu praktis, untuk memperjelas prinsip dan meningkatkan pertimbangan sehingga mengarah pada penilaian etis yang dipertimbangkan dengan baik (Wahl-Jorgensen, Hanitzsch: 2009).

Internet telah membawa perubahan besar dalam semua aspek kehidupan masyarakat, baik dari hubungan sosial, perilaku politik, model bisnis hingga praktik jurnalisme yang dapat dikatakan jauh berbeda dengan keadaan pada awal 2000-an (Wendratama: 2017).

Seiring perkembangan zaman media online menjadi semakin berkembang, menjadikan khalayak lebih memilih media online sebagai sumber pertama untuk mencari Informasi dengan alasan jangkauannya yang sangat mudah dan efisien.

Banyaknya jumlah media daring yang saat ini tumbuh secara tidak langsung membuat dunia media mengalami persaingan baik dari segi pasar maupun konten, ditambah saat ini dari berbagai kalangan manapun dapat menyajikan konten yang berupa informasi ataupun yang lainnya, artinya setiap individu dapat membuat dan memiliki media masing-masing.

Adanya perkembangan media online yang sangat cepat juga memberikan dampak pada kinerja seorang jurnalis, yang mana seorang jurnalis dituntut untuk lebih cepat dalam menyajikan sebuah berita demi kepentingan pasar, maka yang terjadi adalah berita yang disajikan kurang akurat. Oleh karena itu, kode etik dalam jurnalisme harus diterapkan pada seorang jurnalis, sehingga media menjadi berkualitas dan dapat dipercaya.

Hal ini juga bertujuan agar terjadi keseimbangan antara jurnalis dengan orang yang sedang diberitakan, sehingga berita yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dan bukan berita bohong. Beberapa area masalah yang terjadi pada jurnalisme saat ini meliputi akurasi dan verifikasi, kemandirian dan kesetiaan, penipuan dan pemalsuan, gambar grafik dan manipulasi gambar, kapan dan bagaimana gambar harus diubah, sumber dan kerahasiaan, seberapa jauh cakupan perlindungan, situasi khusus, etika lintas jenis media (Wahl-Jorgensen, Hanitzsch: 2009). Oleh karena itu, jurnalis harus sadar terkait pentingnya etika jurnalisme, sehingga khalayak akan merasa terayomi atas kehadiran media dalam pemenuhan berita atau informasi. Dan apabila dalam pelaksanaan jurnalisme tidak sesuai dengan aturan jurnalisme kehadiran media akan menimbulkan kecemasan pada khalayak. Namun hal ini seharusnya tidak dibebankan hanya untuk jurnalis, tetapi juga pihak manajemen media bahkan negara sebagai pemegang regulasi, yang dapat menjadi pengingat bagi para jurnalis bahwa tugas dasarnya yaitu menitikberatkan pada kepentingan publik

(*).

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Opini

Narasi Beracun

7 Oktober 2025
345
DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?
Opini

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

22 September 2025
90
Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan
Opini

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

14 Juli 2025
82
Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir
Opini

Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir

10 Juli 2025
180
Mendobrak Kepalsuan Akademik: Refleksi Kebijakan Bupati Pati
Opini

Saat SD Negeri Sepi Peminat: Fenomena Baru SPMB di Kabupaten Pati

18 Juni 2025
569
Menjaga Amanah, Mengawal Masa Depan: Refleksi Pemilihan Kepala MTs Raudlatut Tholibin
Opini

Menjaga Amanah, Mengawal Masa Depan: Refleksi Pemilihan Kepala MTs Raudlatut Tholibin

19 Mei 2025
53
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.