• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Featured

Pengendalian Vektor Malaria di Kabupaten Pati

patinews.com by patinews.com
19 Juni 2021
in Featured
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pengendalian Vektor Malaria di Kabupaten Pati (dok freepik.com)

Pengendalian Vektor Malaria di Kabupaten Pati (dok freepik.com)

453
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Oleh: Bernadete Valencia Christianto
Mahasiswi Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Malaria adalah suatu penyakit akut maupun kronik disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium dengan manifestasi berupa demam, anemia dan pembesaran limpa. Jenis plasmodium yang banyak ditemukan di Indonesia adalah P. falciparum dan P. vivax. Plasmodium falciparum adalah penyebab utama malaria berat, termasuk malaria serebral.

RelatedPosts

Tidak Hanya Mengobati, Ini Berbagai Peran Dokter Hewan Bagi Hewan Peliharaan Anda

Mbah Buyut Mas Waturoyo Margoyoso, Salah Satu Pengawal Pangeran Diponegoro

Berlinang Air Mata, Melihat Kisah Pilu Janda Sebatang Kara Melawan Kanker Payudara Akut

Namun demikian, akhir-akhir ini di Indonesia mulai banyak dilaporkan kasus-kasus malaria berat akibat P. vivax. Kementerian Kesehatan mengatakan peta persebaran per kabupaten atau kota di Indonesia terkait kasus malaria hingga saat ini masih cenderung stagnan dan meningkat kasusnya.

Dalam kategori daerah endemis sedang terdapat 6% atau 31 kabupaten/kota dan sebanyak 1,7% atau sekitar 4,4 juta penduduk Indonesia yang masih hidup dengan kategori ini sedangkan untuk kategori daerah endemis tinggi malaria terdata sekitar 4% atau 23 kabupaten/kota dan sekitar 1,1% atau 2,9 juta penduduk Indonesia yang masih hidup di daerah dengan potensi infeksi malaria level tinggi ini. Tingginya kasus malaria disebabkan oleh lingkungan dan pola hidup masyarakat. Faktor lingkungan berpengaruh besar terhadap kejadian malaria di suatu daerah, karena bila kondisi lingkungan sesuai dengan tempat perindukan, maka nyamuk akan berkembangbiak dengan cepat. Secara umum siklus terjadinya penyakit malaria nyamuk Anopheles menggigit manusia dan parasit malaria berkembangbiak.

Dinas kesehatan Kabupaten Pati mengatakan bahwa kasus malaria tidak mengalami signifikansi hingga saat ini. Namun Puskesmas Kabupaten Pati memaparkan data kesakitan dan kematian tahun 2019 mengalami lonjakan yang cukup serius, jumlah kasus yang terkonfirmasi mencapai 187,5 % per kabupaten dan kota, jumlah kasus yang terdeteksi di dominasi oleh laki-laki. Kemudian untuk angka mortalitas mencapai 45 orang yang terdistribusi 30 laki-laki dan 15 perempuan. Kasus tertinggi terjadi pada 3 Kabupaten/Kota yang dinyatakan endemis yakni Tambakromo, Winong, Margoyoso.

Berdasarkan hasil monitoring Dinas Kesehatan Kabupaten Pati di ke-4 daerah tersebut masih banyak saluran air yang digunakan untuk pembuangan air hujan, limbah rumah tangga menggenang dan dapat digunakan sebagai tempat berkembang biak nyamuk. Kondisi lingkungan seperti itu memang sangat mendukung untuk tempat perindukan nyamuk Anopheles.

Hasil monitoring DINKES-Kab. Pati di lapangan menunjukan 78,9% ditemukan parit/selokan yang dapat menampung genangan air di sekitar rumah, berupa parit/selokan limbah rumah tangga maupun genangan air yang terdapat di sekitar rumah, kurangnya perhatian masyarakat akan sanitasi lingkungan sekitar merupakan faktor penting dalam perkembangbiakan vektor malaria di daerah ini. Sanitasi yang buruk dan tersedianya genangan air yang disukai nyamuk Anopheles meletakan telur mereka untuk berkembangbiak.

Walaupun kasus malaria di Kabupaten/Kota Pati tidak mengalami kenaikan hingga saat ini, tetapi melihat kasus yang sebelumnya sungguh memprihatinkan, sehingga perlu adanya aksi preventif atau pengendalian vektor malaria secara terpadu. Beberapa program tipe edukasi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran vektor malaria adalah dengan melakukan penerapan 3M Plus, Jumantik, melakukan vaksinasi, mengurangi menggantung baju dan memasang kelambu. Program tipe lingkungan dapat dilakukan dengan pengenalan wilayah (Geographical Reconnaisance), pemetaan tempat perindukan, pengelolaan lingkungan (menebang pohon yang terlalu rimbun, membuang barang yang dapat menampung air dan membersihkan selokan secara rutin), pengangkatan tumbuhan air, pemasangan kawat kasa pada jendela dan menutup tempat air/kolam.

Program tipe biologis dapat dilakukan dengan melakukan penyebaran ikan pemakan larva nyamuk dan penyebaran Bacillus thuringiensis. Sedangkan program tipe kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan rumah dengan insektisida, larcividing, menggunakan obat nyamuk dan menggunakan bubuk abate.

(*)

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Tidak Hanya Mengobati, Ini Berbagai Peran Dokter Hewan Bagi Hewan Peliharaan Anda
Featured

Tidak Hanya Mengobati, Ini Berbagai Peran Dokter Hewan Bagi Hewan Peliharaan Anda

18 Agustus 2025
26
Mbah Buyut Mas Waturoyo Margoyoso, Salah Satu Pengawal Pangeran Diponegoro
Featured

Mbah Buyut Mas Waturoyo Margoyoso, Salah Satu Pengawal Pangeran Diponegoro

9 Agustus 2023
444
Berlinang Air Mata, Melihat Kisah Pilu Janda Sebatang Kara Melawan Kanker Payudara Akut
Berita

Berlinang Air Mata, Melihat Kisah Pilu Janda Sebatang Kara Melawan Kanker Payudara Akut

3 Agustus 2023
142
Melangkah ke Era Teknologi : Mahasiswa KKN-T IPB Kenalkan Siswa Sekolah Dasar di Desa Purworejo dengan Perangkat Elektronik Otomatis
Featured

Melangkah ke Era Teknologi : Mahasiswa KKN-T IPB Kenalkan Siswa Sekolah Dasar di Desa Purworejo dengan Perangkat Elektronik Otomatis

19 Juli 2023
229
Menguak Mitos Nasi Menangis
Featured

Menguak Mitos Nasi Menangis

20 Agustus 2021
424
Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Semarang Membuat Program Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Website pada Mitra Facta Tailor Semarang
Featured

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Semarang Membuat Program Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Website pada Mitra Facta Tailor Semarang

5 Juli 2021
104
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Seluruh Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL Bekasi Terima Santunan, Jasa Raharja Pastikan Hak Terpenuhi
  • Polresta Pati Ungkap Kasus Pengeroyokan di Dukuhseti, Satu Pelaku Diamankan, Lainnya DPO
  • Wujud Sinergi Polri dan Ulama, Kapolres Rembang Hadiri Haul Sunan Bonang di Lasem
  • Kapolres Rembang Sambut PSHT, Perkuat Sinergi Wujudkan Kamtibmas Kondusif
  • Alarm Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.