Oleh : Ilmi Dian Nastiti
Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi UIN Walisongo Semarang
Corona virus pertama kali dikabarkan telah ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus corona ini menyebar dengan sangat cepat dan luas hingga penjuru dunia, termasuk Indonesia.
Hal tersebut membuat beberapa Negara menerapkan system lockdown untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
Sejauh ini jumlah kasus covid-19 di dunia mencapai 48jt orang, dinyatakan sembuh 31,8 jt orang dan 1,22 jt orang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan di Indonesia jumlah terpapar covid-19 mencapai 430 rb orang, dinyatakan sembuh 361 rb orang dan 14.442 orang meninggal dunia. di Indonesia berada di urutan 20 dari 215 negara yang sudah terpapar virus corona (menurut data WHO).
Pemerintah menghimbau kepada masyarakat selalu dirumah saja, jaga jarak (physical distancing), rajin mencuci tagan, menggunakan handsanitizer dan selalu memakai masker apabila keluar rumah untuk melawan sembari menghindari virus corona. Anjuran itu dilakukan upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Dalam mengatasi masalah tersebut, Universitas Islam Negri Walisongo Semarang pun ikut serta membantu dalam upaya pencegahan covid-19 tersebut dalam kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Reguler Dari Rumah angkatan 75 dengan tema Jogo Tonggo Di Kampung Halaman Sendiri.
Ketetapan ini mengacu pada surat edaran Nomor B0932/Un.10.0/L.1/PP.06/08/2020 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo.
Kuliah Kerja Nyata merupakan mata kuliah yang harus diambil oleh mahasiswa pada semester 7 atau yang telah menempuh 130 sks. KKN merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu, pelaksanaan kegiatan biasanya terjun langsung ke masyarakat dengan bimbingan dosen lapangan terkait pengembangan atau pemberdayaan masyarakat.
Bentuk KKN pada tahun 2020 ini kegiatan upaya pencegahan covid-19, sehingga mahasiswa tersebut melaksanakan kegiatannya di lingkungan sekitar tempat tinggal mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN agar menghindari dan mengurangi tersebarnya covid 19.
Upaya dalam penyebaran covid-19 segala kegiatan KKN dari rumah berbasis online atau daring dengan mematuhi protocol kesehatan.
Kegiatan KKN berdasarkan dengan peraturan dari kampus atau tata tertib yang dianjurkan dari kampus. Kegiatan KKN ini dilaksanakan selama 45 hari mulai dari tanggal 06 oktober 2020 hingga 19 november 2020.
Kuliah kerja nyata dari rumah tugas individu berada di desa Kedungsari rt 01/01 Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Proses pengumpulan data KKN dari rumah tahun ini dilaksanakan berdasarkan perencanaan program kerja individu dan kelompok yang telah direncanakan sebelumnya, kegiatan ini 80% online dan 20% kegiatan offline, kegiatan online dilaksanakan dengan mengadakan seminar atau webinar, pengajian system online, mengadakan lomba online, pembuatan video dan pembuatan flayer/meme kemudian dipost ke seluruh media sosisal, sosialisasi online dan offline kepada masyarakat sekitar, agar masyarakat lebih tahu bahaya covid-19 di Negara ini.
Hasil dan Pembahasan
Kegiatan KKN Dari Rumah untuk mewujudkan upaya pencegahan covid-19 dengan membuat layanan-layanan pengabdian masyarakat yang memberikan penguatan dan kesadaran serta kepedulian terhadap pandemi covid-19, sosial kemasyarakatan, pendidikan, dakwah keagamaan Islam, relasi agama dengan kesehatan, moderasi agama, ekonomi/wirausaha, yang terhubung dengan masing-masing program studi.
Selain kegiatan-kegiatan itu, ada pula pembuatan poster atau flayer untuk mengedukasi masyarakat mengenai kegiatan aktif atau nonaktif selama masa pandemic covid-19 ini, poster tips menjaga kesehatan agar aman dari virus, Poster ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai manfaat menjaga kesehatan agar terhindar dari virus, serta poster persiapan new normal.
Produk yang dihasilkan bukan hanya edukasi dan penempelan poster, ada pula kegiatan penting yang harus ditanamankan sejak dini kepada anak-anak penerus bangsa yakni memberikan penjelasan terkait dengan gejala klinis, penularan, dan bahayanya covid-19 selama ini dengan melakukan kegiatan penyuluhan di Sekolah Menengah Pertama Tahfidhul Ndolo Kusumo di Tlogosari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati.
Kegiatan yang dihasilkan dapat membantu mendukung dan menguatkan program penanggulangan dan pencegahan Covid-19 serta memberikan progam edukasi pencegahan Covid-19 bagi masyarakat dan siswa-siswi di sekolah SMP mengenai pentingnya menjaga kesehatan, berjaga jarak, menggunakan masker setiap keluar rumah, tidak bersentuhan langsung dengan orang lain, melakukan kegiatan postif selama pandemic covid-19 serta mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi New Normal.
Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi new normal
1. Menyiapkan mental dalam menyesuaikan diri
Langkah utama yang dilakukan dalam menghadapi new normal yakni menerima perubahan yang terjadi. Menerima perubahan merupakan salah satu upaya yang dapat membuat seseorang lebih mudah untuk beradaptasi.
Dalam menyesuaikan diri yang dihasilkan yakni dapat melakukan hal-hal baru sesuai dengan perubahan. Misalnya belajar berkomunikasi melalui jaringan akses internet daripada bertemu secara langsung.
2. Menjaga daya tahan tubuh
Setelah menerima secara mental yang harus diperhatikan ketika dalam menghadapi new normal, yaitu secara fisik. Kesehatan fisik merupakan salah satu hal yang paling penting agar dapat melawan dalam menghadapi virus corona. Saat fisikmu sehat, tubuh akan membangun imun yang kuat sehingga dapat melindungi dari bakteri dan virus.
Untuk mempersiapkan imun tubuh selama masa perubahan, bisa mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran, buahan, serta vitamin c, agar imun selalu terjaga. Selain makanan, perlunya keseimbangan dengan kegiatan positif dengan berolahraga rutin.
3. Gunakan perlengkapan milik sendiri
Setelah memastikan daya imunmu terjaga dengan baik hal yang harus diperhatikan dalam perubahan new normal yakni dengan mempersiapkan perlengkapan milik sendiri untuk dirisendiri saat keluar rumah. Seperti membawa tas untuk belanja, keperluan makan, pakaian, masker, sabun cair, handsanitizer.
Selain itu, sering lakukan cuci tangan saat keluar rumah, didalam rumah, setelah dan sebelum menyentuh benda-benda. Segera ganti pakaian setelah keluar rumah.
4. Jaga jarak di tempat umum
Upayakan ketika berada di tempat umum selalu jaga jarak (physical distancing). Berusaha untuk tidak berada di kerumunan, pastikan selalu memakai masker dan sering menggunakan handsanitizer.
5. Sadar akan keselamatan untuk diri sendiri dan orang yang tersayang
Kesadaran yang kuat untuk melakukan kebaikan pada diri sendiri dan orang-orang tersayang di sekitar, bisa membantu mengurangi potensi penyebaran virus corona
Kesimpulan
Dengan dilaksanakannya Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah tidak dapat dipunggkiri tentu saja memiliki dampak postif dan dampak negativ. Dampak postif diantaranya, mahasiswa dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan anak-anak sekolah, mahasiswa dapat menggsli potensi-potensi daerahnya masing-masing, mahasiswa lebih berkontribudi dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat desa sendiri.
Sedangkan dampak negatifnya yakni mahasiswa tidak dapat berkumpul bersama dengan kelompok KKN selama pandemic berlangsung, komunikasi sulit terjalin karena koneksi jaringan internet, keterbatasan kuota, dan lokasi terlalu jauh.
(*)





