
Patinews.com – Pati, Bertempat di ruang Joyo Kusumo Setda Pati telah dilaksanakan kunjungan kerja Komite I DPD RI dan rapat koordinasi monitoring persiapan Pilkada di Kabupaten Pati Tahun 2017 siang tadi,(Senin, 6 Februari 2017).
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Tim Komite I DPD RI dipimpin Drs. Ahmad Muqowwam beserta anggota. Ketua KPU Prov Jateng beserta Anggota, Ketua Bawaslu Prov Jateng beserta Anggota, Forkompinda Kab. Pati, Sekda Kab. Pati, SKPD Kab. Pati, Muspika se Kab. Pati, Komisioner KPU Kab. Pati, Komisioner Panwas Kab. Pati dan Panwascam se Kab. Pati.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Pati HM.Budiyono menyampaikan, “selamat datang atas kunjungan kerja Komite I DPD RI dan rapat koordinasi monitoring persiapan pilkada di Kab. Pati Tahun 2017 semoga bisa memberikan petunjuk dan arahan berkaitan dengan pelaksanaan pilkada tahun 2017 dan ada manfaatnya. Di kab. Pati petani ketela sedang mengalami harga pasaran yang menurun, di wilayah juwana banyak pengrajin kuningan tidak harapan karena ada import dari cina serta batik bakaran sulit pemasaran. Bahwa pilkada kab. Pati terdapat pasangan calon dan tanggal 15 Februari 2017 melaksanakan pungut itung. Dengan pertemuan ini akan membawa kebaikan – kebaiakan terutama suksesnya kemajuan Pilkada”.
Sementara itu, Ketua tim Komite I DPD RI Drs. Ahmad Muqowwam mengatakan, “Bahwa wilayah di Jateng sudah melaksanakan Pemilukada serentak kedua kali ini. Terkait dari tingkat pusat sudah berjalan baik semoga didaerah mengikuti kinerja yang baik. Dengan anggaran untuk di Kab. Pati tidak ada permasalahan. Komisi 1 DPD RI menjadi pilar pengawasan pilkada baik di KPU, Bawaslu dan pihak terkait saya harapkan tidak ada persoalan. Perlu ditekankan untuk KPU agar mensosialisasikan pilkada agar partisipasi masyarakat meningkat. Jateng sudah bagus dan terkait keamanan jateng dianggap rawan untuk di Pati sangat unik,kita sudah tau problematika di wilayah semoga apa diindikasikan untuk di minimalisir”.
Ketua Bawaslu Prov Jateng Sdr.Abhan, SH dalam sambutannya menyatakan, “Bahwa Bawaslu untuk tahun 2015 untuk pengawasan tidak ada permasalahan dan di tahun 2016 ini banyak problem karena regulasi belum jelas. Terkait masa tenang banyak indikasi praktek monay politik kita sudah melaksanakan menurunkan jajaran kebawah dan membuat pengawas TPS. Kampanye di laksanakan 3 bulan namun yang penting di pelaksanaan adalah tanggal 15 Pebruari 2017 semoga diminimalisir pelanggaran. Terkait pelanggaran kita sudah melakukan pencegahan dan dengan ada pelanggaran dugaan pemilukada kita sudah membuat tim sentral gakkumdu dari polres, kejaksaan dan Panwas Kabupaten”.
Sedangkan Ketua KPU Prov Jateng Drs. Joko Purnomo lebih lanjut menambahkan, “Pilkada yang melaksanakan di jawa tengah terdapat 7 kab atau kota dan di Kab. Pati yang unik. Bahwa syarat utama dalam pencoblosan pemilukada adalah syarat mempunyai KTP elektronik dan rekam data, saya sudah mengecek logistik untuk meminilasir pelanggaran. KPU sudah melaksanakan sistem informasi informatika yang bisa didonload siapa saja portal kinerja KPU. Terkait partisipasi masyarakat kita sudah melakukan penelitian tanpa sempel dan instrumen di tingkat TPS untuk mengidentifikasi undangan yang tidak sampai salahsatunya diluar kota untuk bekerja”.
“Kita sudah mendata bahwa banyak masyarakat di jateng belum mempunyai KTP elektronik alhamduliah kaducapil sudah melakukan langkah langkah melakukan perekaman dan dengan waktu 1 bulan satu juta jiwa sudah memenuhi persyaratan. Di Jateng untuk keamanan kita laporkan aman tidak ada masalah dan keamanan siap melaksanakan tugas demi kelancaran pemilukada”, jelas Joko Purnomo.
Ketua KPU Kab. Pati Moch Nasich Msi mengatakan, “Bahwa kita sudah melaksanakan peking logitik dan tanggal 07 pebruari 2017 idistribusikan kami selaku penyelenggara kita siap dan sudah melaksanakan sosilisasi biarpun terdapat satu paslon dan kita sudah melakukan sosialisasi lewat khotbah jumat baik NU dan Muhammadiyah dan massa tenang tanggal 12 sd 14 pebruari 2017. KPU telah melakukan sosialisasi dengan berbagai bentuk seperti baliho, tatap. Muka, kesenian tradisional ketoprak, silahturohmi paslon dan partai dan khotbah jumat”. (Patinews.com/ jl)






