• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Pandangan Orang Tua Milennial terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

patinews.com by patinews.com
12 Juni 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pandangan Orang Tua Milennial terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
171
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Pandangan Orang Tua Milennial terhadap Anak Berkebutuhan Khusus

 

RelatedPosts

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

Narasi Beracun

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

Oleh : Ika Widyas Tuti

Anak berkebutuhan Khusus adalah anak yang memiliki ciri yang berbeda dari anak lain, dan mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan, pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional bahwa pendidikan di Indonesia diselenggarakan secara demokratis dan adil serta tidak adanya diskriminatif dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. Untuk itu sudah jelas bahwa anak berkebutuhan khusus memerlukan pelayanan pendidikan yang setara dengan anak normal atau anak biasa, karena pendidikan di Indonesia tidak mengenal starta sosial dan fisik seseorang karena semua anak berhak mengenyam pendidikan yang layak.

Pada saat ini juga sudah banyak sekolah-sekolah khusus anak berkebutuhan khusus yang tersebar di seluruh indonesia, tetapi di pelosok-pelosok desa masih sangat jarang ditemui. Dengan adanya sekolah-sekolah khusus tersebut diharapkan anak berkebutuhan khusus dapat mengembangkan prestasi belajarnya.

Namun, di era serba canggih ini ada beberapa pandangan atau tanggapan orang tua ataupun masyarakat luas tentang anak berkebutuhan khusus, masih banyak orang tua yang menganggap anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki kecacatan dan tidak dapat berkembang seperti anak pada umumnya, tidak hanya orang tua, masyarakat luas pun juga menganggap demikian bahwa Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang harus disantuni ataupun dikasihani, bahkan ada beberapa masyarakat yang menganggap anak berkebutuhan khusus adalah anak yang aneh, mereka sering kali menjauhi ketika bertemu dengan Anak Berkebutuhan Khusus, mereka juga sering melarang anaknya untuk bermain dengan Anak Berkebutuhan Khusus, dan ada juga masyarakat yang cuek dan acuh tak acuh, sehingga Anak Berkebutuhan Khusus sering kali tidak percaya diri,merasa dikucilkan dan malu.

Disisi lain ada juga orang tua cerdas yang sudah paham bahwa anak berkebutuhan khusus bukan hanya tentang kecacatan, banyak komunitas yang peduli dengan anak berkebutuhan khusus dengan cara memberikan terapi ataupun pelatihan keterampilan yang dapat merangsang potensi yang dimilikinya, karena pada dasarnya setiap kekurangan pasti ada kelebihan, itu sebabnya sudah banyak yang kita temui saat ini anak berkebutuhan khusus yang memiliki banyak prestasi yang membanggakan.

Seperti contoh pada tahun 2021 ada beberapa anak berkebutuhan khusus yang berhasil meraih prestasi, Anaya Ellick gadis asal Viginia Amerika Serikat yang lahir tanpa tangan berhasil memenangkan juara kompetensi tulisan tangan kategori anak berkebutuhan se Amerika Serikat, tak hanya di luar Negeri, dari Indonesia tak kalah membanggakan yaitu prestasi dari Ahmad Juara Favorit Inspirasi kita cerita tentang guru dari Disdik Jabar yang menyabet juara 2 lomba karya tulis Hello Hero Challenge dari Tikomdik. Selain itu, yang tak kalah menakjubkan adalah prestasi M. kareem Arrasyid yang masuk 8 besar Da’i spesial Ramadan di I News TV kemarin. Terbaru, Siti Nurazizah bahkan berhasil lolos ke Jawa Barat di perlombaan seni tari dalam rangka Festival lomba seni siswa nasional, Ada juga prestasi membanggakan yang berhasil diraih Nazla Marwa Laila Tulaila saat menjadi juara 1 tingkat Jabar bercerita Challenge berkisah cerita legenda dari Tikomdik dan juara 1 Ulang Tahun mitra netra ke 30. Times Indonesia. (2021,Juni 11)

Saat ini banyak orang tua dan masyarakat yang belum menyadari bahwa keterbatasan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus dapat dikembangkan agar menjadi kelebihan mereka. berdasarkan permasalahan diatas dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki reaksi-reaksi yang berbeda terhadap anak berkebutuhan khusus, ada masyarakat yang menganggap anak berkebutuhan khusus adalah anak yang cacat dan tidak dapat berkembang, ada yang acuh tak acuh dan tidak mau berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus, tetapi ada juga masyarakat yang memiliki reaksi positif terhadap anak berkebutuhan khusus seperti contoh mendirikan pelatihan keterampilan untuk mengembangkan potensinya.

Oleh karena itu, Faktor utama mengapa anak berkebutuhan khusus tidak mau berinteraksi dengan orang lain atau lingkungannya bukan hanya karena kondisi yang mereka miliki tetapi karena reaksi negatif masyarakat juga menjadi salah satu problema tersendiri bagi anak berkebutuhan khusus. Maka dari itu, kita sebagai orang tua, guru, dan sebagai makhluk sosial, sudah sepantasnya bahwa kita harus menghargai hak-hak anak karena sejatinya anak itu sama tidak yang beda sekalipun itu anak berkebutuhan khusus, setiap anak lahir dengan kekurangan, kelebihan dan keunikan-keunikannya sendiri, oleh karena itu jangan jadikan kekurangan atau keunikan anak sebagai hambatan yang menghalangi anak untuk meraih prestasinya.

 

 

Tags: berita patijatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Opini

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

23 Juni 2026
27
Opini

Narasi Beracun

7 Oktober 2025
345
DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?
Opini

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

22 September 2025
93
Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan
Opini

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

14 Juli 2025
85
Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir
Opini

Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir

10 Juli 2025
183
Mendobrak Kepalsuan Akademik: Refleksi Kebijakan Bupati Pati
Opini

Saat SD Negeri Sepi Peminat: Fenomena Baru SPMB di Kabupaten Pati

18 Juni 2025
572
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Patroli Malam Minggu, Polres Rembang Tingkatkan Pengamanan Cegah Gangguan Kamtibmas
  • Kapolsek Kragan Pimpin Pengamanan Lomba Miniatur Sound System, Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif
  • Pelanggaran Lawan Arah Masih Jadi Ancaman Keselamatan Berlalu Lintas
  • Nobar Piala Dunia 2026 dan Launching Logo Hari Jadi Pati ke-703, Kasdim 0718/Pati Ajak Perkuat Kebersamaan
  • Makna Logo Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati, Semangat “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan”
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.