Mozaik Ramadhan, Tradisi Dan Tuntunan

Mozaik Ramadhan, Tradisi Dan Tuntunan

Mozaik Ramadhan, Tradisi Dan Tuntunan

Oleh : Kapten Arm Sugito (Danramil Kepung – Kodim 0809/Kediri)

Bisa dipastikan kalau Ramadhan itu identik dengan puasa karena sebulan penuh selama Ramadhan, umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Orang yang akan berpuasa tidak bisa lepas dari tuntunan Nabi Muhammad SAW. diantaranya berkaitan dengan sahur. Sahur artinya makan di penghujung malam untuk persiapan puasa. Waktunya mulai tengah malam sampai dengan sebelum subuh.

Pada dasarnya sahur memiliki banyak keutamaan dan para ulama telah sepakat tentang hal ini. Dalam sebuah riwayat, dari Anas r.a. berkata: Rasulullah bersabda: “Bersahurlah kamu karena dalam sahur itu terdapat barakah” (H.R. Bukhari, Muslim, Tirmidzi Nasai dan ibn Majah).

Perintah sahur sangat ditekankan anjurannya. Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu.” (H.R. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Ya’la, al-Bazzar). Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda: “Bersahurlah meskipun hanya meminum seteguk air”(H.R. Ibn Hibban)

Hal tersebut tentu mengandung hikmah yang mendalam bagi mereka yang mau mengambil pelajaran dari syariat sahur. Setidaknya, sahur adalah syiarnya puasa seorang muslim. Di berbagai tempat pada saat Ramadhan, orang ramai saling membangunkan untuk sahur dengan berbagai macam cara.

Patroli aneka musik sahur sebagai budaya di Indonesia adalah salah satu cara mengingatkan umat Islam agar makan sahur dan meraih keberkahannya. Sahur juga dapat menjadi pembeda antara puasanya umat Islam dengan puasanya ahlul kitab sehingga orang yang akan berpuasa sebaiknya tidak meninggalkan sahur. Disamping itu, secara fisik, sahur akan sangat bermanfaat untuk memberikan semangat dan kekuatan bagi orang yang akan berpuasa.

Baca juga:   Pentingnya Penggunaan Bahasa Indonesia Sesuai Kaidah, Bagi Media Massa

Sahur akan meringankan beban berat orang yang berpuasa meskipun tanpa sahur ada juga orang yang tetap mampu menyelesaikan puasanya. Jadi sebaiknya jangan meninggalkan sahur apalagi hanya karena tidur. Lain halnya kalau seseorang ketiduran dan tidak sempat makan sahur. Hal ini masih bisa dimaklumi, karena tidak dilakukan secara sengaja. Puasanya masih bisa diteruskan sampai waktu berbuka tiba.

Ada tiga hal yang tidak dicatat sebagai suatu kesalahan, yaitu anak kecil sampai ia baligh, orang tidur sampai ia bangun, dan orang gila sampai ia sadar. Jika sempat terbangun dan masih ada waktu, maka sebaiknya makan sahur meskipun hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air, Rasulullah juga menganjurkan agar melambatkan sahur hingga menjelang terbit fajar. Artinya, kesempatan bersahur itu sangat terbuka sampai batas maksimal. Jadi, jangan sampai tidak sahur hanya karena tidur.

Mozaik Ramadhan, Tradisi Dan Tuntunan | patinews.com | 4.5

Leave a Reply