Memaksimalkan Potensi Wisata Pantai di Kabupaten Rembang
Penulis : Imam Muhlis Ali
Sebenarnya wisata pantai di Kabupaten Rembang bila di kelola profesional tidak kalah dengan pantai di tempat lain. Seperti halnya di Bali, Kabupaten Rembang dan pantai di Jawa Tengah berpotensi menarik wisatawan domestik maupun internasional.
Bermunculan wisata pantai di Rembang
Saat kita telusuri pantai di Rembang Jawa Tengah masih belum dikelola dengan maksimal. Memang setidaknya dalam 5 tahun terakhir ini sudah ada ‘greget’ dari masyarakat sekitar pantai. Ada banyak pantai di wilayah penghasil garam ini mulai dari Pantai Karang Jahe, Pantai Caruban, Pantai Pasir Putih Wates, Pantai Sluke, maupun Pulau Gedenya yang indah. Tinggal kedepannya Pemerintah kabupaten Rembang bersama Pemerintah Desa mengelola dengan maksimal. Tentang teknis pengelolaannya diserahkan kesungguhan dan profesionalisme mereka. “Sebenarnya pantai di wilayah Rembang, Jawa Tengah ini bagus mas, tinggal penanganannya yang profesional” ungkap Mn salah satu pengunjungnya dari Simalungun, Medan Sumatera Utara saat berkunjung ke Rembang. Ditambahkan lagi menurutnya, dia heran dengan masyarakat sini. “Saya heran mengapa banyak masyarakat lokal sini yang mempunyai pantai bagus kok kurang di maksimalkan dan pantai relatif sedikit dikunjungi. Padahal di Batam tempat saya pernah bekerja pantai banyak dikunjungi”.
Pantai di Rembang terpanjang di Pulau Jawa
Menurut data dikatakan bahwa pantai di Kabupaten Rembang termasuk salah satu yang mempunyai pantai terpanjang di pulau jawa. Juga banyak potensi yang tak kalah dengan.daerah lain termasuk di Bali. Sekarang di Jawa Tengah baru pantai Karimunjawa Jepara yang maksimal dikelola.
Tahun 2023 akan dibangun Kereta Api jalur Semarang-Rembang
Sepertinya juga Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dalam satu kesempatan pernah berujar bahwa potensi wisata khususnya pantai di Propinsi Jawa Tengah tidak kalah dengan yang ada di Bali. Wakil Gubernur mengatakan pada tahun.2023 di Jawa Tengah khususnya antara Semarang – Rembang akan dibangun moda transportasi Kereta Api. Nantinya akan semakin menarik para wisatawan domestik dan luar negeri ke Jawa Tengah.
Perlu ‘bergandeng tangan’ dengan investor
Saya kira di era sekarang yang dikatakan sebagai era perdagangan bebas perlu ‘bergandeng tangan’ tak hanya dengan Pemdes Pemkab, Pemprov namun dengan investor lokal yang profesional. Asalkan kearifan lokal seperti tradisi, adat istiadat, kebudayaan daerah, kelestarian alam tetap terjaga. Juga yang penting otomatis mengajak banyak masyarakat lokal Rembang.
Setidaknya ada masukan agar wisata pantai di Kabupaten Rembang lebih disukai para wisatawan, yakni:
1. Perlu dibangun sarana prasarana yang memadai dan nyaman seperti akses jalan menuju lokasi, kebersihan pantai dan kawasan wisata, keamanan dan kenyamanan yang bagus, tim SAR yang stand by di lokasi, keramahan pengelola, petugas dan pedagangnya, fasilitas MCK dan tempat ibadah yang memadai, harga makanan yang bervariasi mulai tingkat ekonomi bawah sampai atas, menu makanan di lokasi yang bervariasi, makanan khas daerah, Tiket masuk yang tidak mahal, memperbolehkan pengunjung membawa makanan sendiri, disediakan banyak tempat sampah, dan penambahan wahana permainan keluarga dan anak.
2. Sediakan spot foto sangat menarik dan ada ciri khas (pembeda) dengan tempat wisata lain. Seperti misal tempat duduk yang unik dan ‘segar’. Misalnya pantai Watu Gajah seyogyanya ada tempat duduk berbentuk gajah atau spot foto dengan ornamen kreatif dan ‘baru’. Saya yakin pengelola mempunyai banyak ide dan gagasan kreatif. Tinggal ‘action’nya yang kita tunggu.
Diharapkan wisata pantai di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Rembang semakin bagus, banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun luar negeri. Sehingga akan menambah pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat Rembang.
20 Desember 2020 (saat sepi pengunjung karena ada batasan protokol kesehatan masa pandemi covid-19).
Di Pantai Watu Gajah Desa Sumber Sari
Kecamatan Kragan, Rembang, Jawa Tengah.





