Angkringan atau biasa disebut “kucingan” adalah sebuah warung kecil dan tempat makan yang menjual berbagai macam makanan dan minuman di pinggir jalan, khusunya di kota Semarang. Umumnya tempat angkringan adalah sebuah gerobak dengan tempat duduk atau lesehan, tetapi karena angkringan sekarang sudah banyak dikenal oleh masyarakat maka banyak penjual angkringan yang menyediakan tempat seperti hal nya sebuah restoran. Angkringan Warungsumo yang berada di Jl. Pekunden tengah no.1035, Semarang adalah salah satunya.
Pada tangga 23 November 2021, tiga Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) membantu mempromosikan angkringan yang bernama Warungsumo yang berada di jalan pekunden tengah dengan membuatkan video profil berdurasi pendek.
Ketiga mahasiswa tersebut yaitu Djovanda Kurnianita, Adila Titania, dan Achmad Khairul Syafii. Para mahasiswa tersebut membuatlan video profil durasi pendek untuk mempromosikan angkringan tersebut sehingga nantinya angkringan tersebut dapat dikenal oleh masyarakat sekitar dan juga untuk meningkatkan jumlah pengunjung yang datang di angkringan tersebut. Selain itu juga untuk memenuhi tugas akhir semester ganjil 2020/2021 mata kuliah Teknologi Informasi Psikologi yang diampu oleh bapak Saifur Rohman Cholil, S.Kom., M.Kom. selaku dosen mata kuliah. Angkringan Warungsumo hampir sama seperti angkringan yang ada di pinggiran jalan lainnya, selain harganya yang murah meriah angkringan ini juga menyediakan tempat yang cukup luas sehingga dapat dijadikan tempat berkumpul atau tempat reuni. Angkringan ini juga bersih dan nyaman, makanan dan minuman yang disajikan pun juga tidak kalah enak dengan yang ada di kafe. “ Untuk kalian yang mau main browsing , main game, atau download kalian tidak usah khawatir, angkringan ini punya free wifi yang bisa digunakan sepuasnya” ujar Alexander pemilik warung angkringan.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada ketiga Mahasiswa USM yang sudah membantu mempromosikan warung angkringan saya, semoga mereka dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk selalu menggunakan ilmu yang mereka dapatkan dengan sebaik-baiknya”, ujar Alexander pemilik dari angkringan Warungsumo.
Dengan adanya pembuatan video ini diharapkan masyarakat di sekitar jalan pekunden khususnya para muda-mudi dapat mengenal angkringan Warungsumo. Kami sangat bersyukur, karena ilmu yang kami pelajari ternyata dapat kami terapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, semoga kedepannya ilmu lain yang kami dapatkan juga dapat kami manfaatkan untuk membantu masyarakat lainnya.







