
Patinews.com – Margorejo, (Minggu, 27 November 2016) Bertempat di Masjid Mardiyah LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) desa Langenharjo Kecamatan Margorejo Pati telah dilaksanakan paparan oleh Dandim 0718/Pati, Letkol Inf Andre Amijaya Kusuma, Sos, dengan tema “Merajut ke Bhinekaan dalam Persatuan dan Kesatuan Bangsa untuk menghadapi ancaman Global” yang di ikuti kurang lebih 400 orang.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Dandim 0718/Pati, Kapten Inf Djumali (Danramil 12/ Margorejo), Pasi Intel Kodim 0718/Pati (Kapten Inf Yahudi), Ketua LDII kec. Margorejo( Bpk. Mardi), Ketua LDII kab. Pati (Bpk. Drs. Sundoro), Kepala desa Langenharjo(Bpk. Kumaedi), Wakil ketua LDII kab. Pati (Bpk. Zaeni), Jamaah LDII wil kec. Margorejo, Gembong dan Sukolilo, dan Perwakilan Kesbangpol (Bpk Amin).
Dalam paparannya di depan ratusan jamaah LDII Margorejo, Dandim 0718/Pati menyampaikan, “LDII memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mempertahankan NKRI karena LDII sudah lama berdiri di Indonesia dan memiliki andil dalam perjuangan bangsa Indonesia. Setiap kejadian yang terjadi didunia internasional maupun nasional akan berpengaruh sampai kepelosok desa. Sekarang TNI AD bekerjasama dengan pemerintah dalam hal ini Menteri Pertanian dalam rangka ketahanan pangan dan melakukan pendampingan terhadap masyarakat dibidang pertanian”.
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, pada akhir-akhir ini banyak perkembangan situasi baik bidang politik maupun Hankam. Dengan 4 pilar kebangsaan dapat memperkokoh NKRI. Pertambahan penduduk didunia semakin padat yang menyebabkan meningkatkan kemiskinan dan kelangkaan energi”.
Pertumbuhan ekonomi sekarang sudah mencapai 5,18 % dan termasuk Negara yg mempunyai daya beli (peringkat 8 dunia). Dengan turunnya harga minyak dunia meningkatkan depresi ekonomi dan menimbulkan efek yang negatif bagi ekonomi global. Meningkatnya penduduk dunia dapat mempengaruhi faktor ekonomi dunia. Pada tahun 2017 pertumbuhan penduduk dunia mencapai 8 Milyar dalam enam tahun. Idealnya bumi mampu menampung penduduk.dunia antara 3-4 Milyar. Hampir 15 juta anak meninggal dalam setahun karena kemiskinan, kelaparan dan kesehatan yang buruk. Dari segi ekonomi tingkat optimisme negara Indonesia menempati peringkat ke 2 (dua) setelah Cina.
Peta konflik dunia dilatar belakangi permasalahan energi. Konsumsi energi naik 41% dan energi fosil akan habis dalam tahun 2056. Indonesia masuk wilayah ekuator/agraris yang merupakan negara potensial dan memiliki potensi vegetasi cocok tanam sepanjang tahun. 9,8 Miliyar penduduk dunia tinggal didaerah Non Ekuator, 2,5 Milyar jiwa tinggal didaerah Ekuator dan penduduk yang tinggal didaerah non Ekuator berdampak potensi wilayah konflik.
Perang masa kini adalah perang energi yang akhir-akhir ini sudah terjadi dinegara-negara timur tengah. Banyaknya krisis-krisis pangan dibeberapa negara yang mengakibatkan konflik dan imigrasi kedaerah/pindah kewilayah lain. Pada tahun 2020 akan terjadi imigrasi di eropa karena pengaruh dari permasalahan kekurangan pangan.
Perspektif ancaman indonesia adalah pulau terluar yaitu blok Masela yang berdekat dengan Darwin Australia yang mana ditempat tersebut ada pangkalan AL Amerika. Konflik Laut Cina Selatan yang akhir-akhir ini memanas dan tidak menerima Putusan Arbitrase (Presiden Xi Jinping) pada tanggal 13 Juli 2016.
Five Power Defence Arrangement (FPDA) yang melakukan latihan gabungan dengan melibatkan peralatan tempur dalam jumlah besar dan peserta latihan dengan jumlah besar. Saat ini Indonesia di kepung oleh lima negara persemakmuran Inggris.
Perkembangan kelompok radikalisme/isis yang sangat pesat dan merekrut anak-anak bangsa untuk bergabung berjuang diwilayah suriah. Anggota Isis tidak hanya umat islam, isis terdiri dari berbagai agama. Yang mendanai isis Australia, Malaysia, Brunei dan Filipina.7,7% Muslim Indonesia bersedia berpatisipasi dalam kelompok radikalisme, 0,4% pernah berpartisipasi kelompok radikalisme,26,7% Mahasiswa Unv islam setuju jihad dengan kekerasan. Pusat isis di Asia tenggara dipulau Jolo Filipina.
Perang melawan narkoba (Proxy World) harus kita lakukan karena sudah menjadi komitmen pemerintah. Pada tahun 2016 sudah 5,1 Jt/2% penduduk Indonesia menyalahgunakan Narkoba. 15.000 jiwa meninggal penyalahgunaan narkoba setiap tahun dan jumlah korban melebihi teroris.
“Kita harus bisa mencegah provokasi (opini publik), hasutan dan adudomba sehingga dapat tercipta situasi yang kondusif dan damai dalam wadah NKRI”, tutup Dandim Pati. (Patinews.com/ pendim pati)





