Kabar Gembira untuk Guru! Tunjangan Naik, Non ASN Jadi Rp2 Juta, ASN 1x Gapok, Langsung Masuk Rekening

[image: 722754030_1479823470828634_6052830835444435732_n.jpg] Kabar Gembira untuk Guru! Tunjangan Naik, Non ASN Jadi Rp2 Juta, ASN 1x Gapok, Langsung Masuk Rekening
Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan tenaga pendidik. Komitmen tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu’ti melaporkan sejumlah terobosan pemerintah di bidang pendidikan, khususnya terkait peningkatan kesejahteraan guru dan program beasiswa pendidikan bagi tenaga pendidik yang belum memiliki kualifikasi sarjana.
Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah telah merealisasikan komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan tunjangan guru, baik bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN.
Untuk guru non-ASN, tunjangan yang sebelumnya sebesar Rp1 juta per bulan kini naik menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN menerima tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sesuai komitmen Bapak Presiden, tunjangan guru sudah dinaikkan. Guru non-ASN dari Rp1 juta menjadi Rp2 juta per bulan, sedangkan guru ASN mendapatkan tunjangan sebesar gaji pokok,” ujar Abdul Mu’ti.
Langsung Masuk Rekening Guru
Tak hanya menaikkan nominal tunjangan, pemerintah juga melakukan perubahan sistem penyaluran. Jika sebelumnya dana tunjangan harus melalui sejumlah tahapan birokrasi, kini tunjangan dan gaji guru ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah reformasi birokrasi yang memudahkan guru menerima haknya secara tepat waktu dan tanpa hambatan administrasi yang berbelit.
“Yang membedakan dengan kebijakan sebelumnya adalah tunjangan dan gaji ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Ini menunjukkan komitmen Presiden agar proses birokrasi lebih sederhana dan manfaatnya bisa langsung dirasakan para guru,” jelasnya.
12.500 Guru Penerima Beasiswa Siap Diwisuda
Selain peningkatan kesejahteraan, pemerintah juga fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Abdul Mu’ti menjelaskan, pada tahun 2025 pemerintah telah mengalokasikan beasiswa bagi 12.500 guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1. Program tersebut memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
@patinews #guru #tunjangan #fyp #virals #jangkauan
Exit mobile version