Menyulap Rumus Menjadi Petualangan Laut: Inovasi Mahasiswa UIN Sunan Kudus melalui Alat Peraga “The Nautical Pythagoras” dalam Membangun Pembelajaran Matematika Bermakna
Oleh: Mahasiswa UIN Sunan Kudus
Mahasiswa Prodi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kudus menghadirkan inovasi alat peraga bertajuk “The Nautical Pythagoras” sebagai upaya mengatasi kesulitan murid dalam memahami Teorema Pythagoras setelah melakukan observasi di MTs Raudlatus Shibyan . Inovasi ini dikembangkan melalui pendekatan pembelajaran berbasis petualangan laut yang interaktif dengan tujuan mengubah konsep matematika yang abstrak menjadi lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami.
Latar belakang pengembangan media ini berawal dari kondisi pembelajaran matematika yang masih menghadapi berbagai kendala. Matematika sering dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan, terutama pada materi yang bersifat abstrak seperti Teorema Pythagoras.
Selain itu, praktik pembelajaran masih didominasi metode ceramah yang cenderung satu arah, sehingga murid kurang memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi konsep secara mendalam. Keterbatasan media pembelajaran visual dan interaktif semakin memperkuat kebutuhan akan inovasi yang lebih kontekstual dan sesuai dengan karakteristik belajar murid.
Hasil observasi di MTs Raudlatus Shibyan menunjukkan bahwa sebagian besar murid mengalami kesulitan dalam memahami hubungan antar sisi pada segitiga siku-siku. Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada 30 murid, sebanyak 33% murid menyatakan bahwa Teorema Pythagoras merupakan materi matematika yang paling sulit dipahami dibandingkan materi lainnya. Dampaknya, murid tidak mampu menentukan penggunaan rumus secara tepat, terutama dalam mengidentifikasi sisi yang diketahui dan sisi yang ditanyakan.
Selain itu, murid cenderung menghafal rumus tanpa memahami makna konseptualnya. Seorang guru matematika mengungkapkan, “Selama ini murid bisa menghafal rumus, tetapi ketika soal sedikit dimodifikasi, mereka langsung bingung karena tidak paham konsep dasarnya.” Hal ini menunjukkan perlunya media pembelajaran yang mampu menjembatani pemahaman konseptual murid.
Sebagai solusi, mahasiswa mengembangkan alat peraga “The Nautical Pythagoras” dengan konsep petualangan laut, di mana laut merepresentasikan sisi alas, mercusuar sebagai sisi tegak, dan meteran yang menghubungkan antara kapal dengan mercusuar sebagai sisi miring. Proses pembelajaran dikemas melalui aktivitas eksploratif, di mana murid harus menelusuri lintasan untuk menemukan sisi yang dicari. Salah satu mahasiswa menyampaikan, “Kami ingin mengubah cara murid melihat matematika, dari yang awalnya hanya rumus menjadi pengalaman belajar yang bisa mereka rasakan secara langsung.”
Media ini mengintegrasikan aspek visual, interaktif, dan kontekstual sehingga mampu meningkatkan keterlibatan murid dalam pembelajaran. Seorang murid menyatakan, “Belajar matematika dengan alat peraga ini menjadi lebih seru dan menyenangkan karena kami bisa langsung melihat dan mencoba sendiri hubungan antar sisi pada segitiga siku-siku.” Sementara itu, guru matematika memberikan apresiasi terhadap media yang dikembangkan dengan mengatakan, “Alat peraga ini sudah sesuai dengan konsep dan dalil Teorema Pythagoras sehingga dapat membantu murid memahami hubungan antar sisi secara lebih konkret.” Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya meningkatkan minat belajar, tetapi juga memperdalam pemahaman konsep, sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih bermakna.
Penulis: Siti Zumroh, Farida Faizatun Ni’mah, Farhatussholihah, Issabilla Dewi, Salsabila Dewi, Nadia Rusyda Azzumar






