
PATINEWS.COM – KOTA, Lemet, ada yang pernah dengar?, makanan “jadoel” berbahan dasar ketela (singkong) ini ternyata merupakan jajanan tradisional wajib yang disuguhkan bagi tamu di Pendopo Kabupaten Pati, bersama 50 kuliner lainnya.
Bagi sebagian anak jaman now, lemet kini kalah populer dengan cilok, sosis, kojek, dan sejenisnya. Maka tak mengherankan bila Bupati Pati menginginkan agar menu yang berasal dari kecamatan Cluwak ini dipopulerkan kembali. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan Peraturan Bupati yang secara khusus memerintahkan agar menu utama Pendopo berasal dari bahan lokal.
Lemet merupakan makanan yang terbuat dari singkong yang diparut, kemudian dicampur dengan kelapa parut dan gula jawa. Adonan tersebut lantas dimasukkan ke dalam selongsong daun pisang, kemudian dikukus hingga matang. Beberapa variasi lemet dapat dibuat dengan menambahkan gula jawa yang disisir atau dengan menambahkan pisang di bagian dalam lemet.
“Gula jawa yang ditambahkan terkadang sengaja diletakkan di bagian dalam lemet. Adonan lemet juga dapat ditambah dengan daun pandan untuk memberikan aroma harum khas daun pandan. Kadang sebagai penambah aroma harum, lemet ditambah dengan irisan nangka,” jelasnya.
Makanan tradisional ini, masih banyak dijumpai di pasar tradisional, meski tak banyak pedagang yang menjualnya. Harganya berkisar antara Rp 1.000,00 hingga Rp 2.500,00 per bungkus tergantung pada variasi dan ukuran lemet.
Lemet terasa lebih nikmat jika disantap saat masih hangat. Teksturnya empuk dan sedikit kenyal. Setelah dingin, umumnya lemet memiliki tekstur yang lebih kenyal. Tekstur kenyal disebabkan lemet terbuat dari singkong yang mengandung pati.
Proses pemanasan singkong parut akan menyebabkan terjadinya gelatinasi pati singkong, yaitu pembengkakan granula pati dan tidak dapat kembali seperti semula. Suhu pada saat granula pati pecah disebut suhu gelatinasi. Proses gelatinasi inilah yang menye- babkan lemet membentuk tekstur yang kenyal seperti gel.
Sujono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, seperti yang dilansir humas.Patikab.go.id juga mengatakan lemet kaya akan kandungan karbohidrat sehingga kudapan ini menjadi makanan penambah energi.
“Kandungan oligosakarida berupa sukrosa dan polisakarıda berupa pati yang cukup tinggi menjadikan makanan ini mudah dicerna sebagai sumber glukosa (energi) di dalam tubuh,” terangnya. (Dok. Humas Patikab)






