PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Karmijan menilai pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama pemerintah daerah karena luasnya wilayah Kabupaten Pati serta banyaknya kerusakan jalan yang membutuhkan penanganan.
Menurutnya, kondisi infrastruktur di Kabupaten Pati saat ini menghadapi tantangan cukup besar. Selain wilayah yang luas dengan 21 kecamatan, pemerintah daerah juga harus menyesuaikan pembangunan dengan keterbatasan anggaran yang tersedia.
“Kabupaten Pati secara umum terfokus pada infrastruktur. Karena memang kalau kita lihat kondisi dan tantangannya luar biasa, terlebih wilayahnya sangat luas dengan 21 kecamatan,” ujarnya.
Karmijan mengatakan, hingga saat ini masih banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan, terutama jalan antar kecamatan maupun jalan poros antar desa yang kini menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Ia menjelaskan, sebelumnya sebagian jalan poros desa masih menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Namun seiring perubahan kewenangan, penanganannya kini dialihkan ke pemerintah daerah melalui dinas terkait.
“Masih banyak yang rusak terutama jalan antar kecamatan dan jalan poros antar desa yang menjadi kewenangan PU,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat beban penanganan infrastruktur semakin besar. Di sisi lain, kebutuhan pembangunan jalan terus meningkat sementara kemampuan anggaran dan kapasitas penanganan masih terbatas.
“PU ini terbatas, sementara wilayah dan panjang jalan semakin luas. Ini menjadi problem yang harus segera dicari solusinya,” tandasnya.
