PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Suyono menyoroti masih banyaknya persoalan infrastruktur di wilayah pedesaan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur seharusnya dilakukan secara tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan warga, terutama di desa-desa yang hingga kini masih menghadapi persoalan dasar seperti jalan rusak hingga banjir musiman.
“Infrastruktur harus berpihak kepada kebutuhan rakyat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Suyono menyebut, kondisi infrastruktur di Kabupaten Pati masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah banyaknya ruas jalan desa yang rusak namun belum mendapatkan penanganan maksimal dari pemerintah daerah.
Selain itu, ia juga menyoroti ketimpangan pembangunan antarwilayah desa yang dinilai masih terjadi hingga saat ini. Menurutnya, masih ada desa-desa yang belum tersentuh pembangunan secara merata.
“Antara wilayah desa satu dengan lainnya masih banyak yang belum tersentuh pembangunan,” katanya.
Tak hanya soal jalan, persoalan drainase juga menjadi perhatian. Suyono menilai sistem drainase di sejumlah wilayah belum berjalan optimal sehingga menyebabkan banjir musiman yang hampir setiap tahun dikeluhkan masyarakat.
Ia menegaskan, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar dampaknya tidak terus dirasakan warga setiap musim hujan.
Di sektor pertanian, Suyono juga menilai infrastruktur penunjang masih belum maksimal. Padahal, keberadaan jalan usaha tani, saluran irigasi, hingga fasilitas pendukung lainnya sangat penting untuk menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Pati.
Selain keterbatasan anggaran pembangunan, ia turut menyoroti lemahnya pengawasan proyek di lapangan yang dinilai berdampak terhadap kualitas hasil pembangunan.
Karena itu, ia berharap setiap proyek pembangunan yang dikerjakan dinas terkait, khususnya pekerjaan umum, mendapatkan pengawasan secara khusus agar hasil pembangunan lebih maksimal dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Saya harapkan di PU Kabupaten Pati satu proyek ada satu pengawasan, sehingga tidak terjadi seperti yang lalu. Karena pekerjaan tanpa pengawasan saya yakin pembangunan tidak maksimal,” tegasnya.





