
Patinews.com – Dukuhseti, Pembuat batu bata merah di Desa Kembang Kecamatan Dukuhseti kesulitan memenuhi pesanan para pelanggan, hal ini dikarenakan hujan yang tak kunjung reda selama sepekan terkahir ini, (Selasa, 7 Februari 2017).
Proses pembuatan batu bata merah membutuhkan sinar matahari yang cukup agar cepat kering dan segera di bakar dengan brambut (kulit padi kering) atau dengan sisa penggergajian kayu. Di musim hujan seperti ini proses pembuatan bata merah membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Jika biasanya hanya butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikan pesanan, kini butuh lima belas hari untuk jadi. Itupun hasilnya tidak maksimal, merah kehitam – hitaman”, ujar Sumarsih, salah satu pembuat batu bata merah di Desa Kembang Dukuhseti.
Akibatnya harga batu bata merah di kalangan produsen meningkat, jika biasanya hanya Rp. 350.000 kini naik menjadi Rp. 500.000 per seribu buah bata. (Patinews.com/ sy)







