• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Harmonisasi Sosial Budaya Masyarakat di Masa Pandemi

patinews.com by patinews.com
14 September 2021
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
161
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Oleh : Hafilda Silfiana (Mahasiswa IPMAFA)

Corona Virus Disease atau yang lebih dikenal dengan Covid-19 telah muncul sejak akhir tahun 2019. Bermula dari kota Wuhan Cina, virus tersebut semakin lama terus menyebar ke seluruh dunia hingga ke Indonesia. Penularan virusnya yang terjadi dengan sangat cepat dan tidak terkendali memberikan dampak yang besar bagi seluruh tatanan kehidupan. Salah satu yang sangat terasa perubahannya adalah pada tatanan sosial budaya di masyarakat.

RelatedPosts

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

Narasi Beracun

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

Semenjak adanya Covid-19 ini, WHO (World Health Organization) akhirnya menyatakan kemunculan virus tersebut sebagai pandemi global. Untuk mengupayakan penekanan pada penularan virus, pemerintah mulai mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru yang mengharuskan masyarakat untuk membatasi diri dalam segala aktivitas sosial. Oleh sebab itu, muncul lah budaya-budaya masyarakat yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Pandemi yang membawa banyak perubahan pada sikap dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari juga pada akhirnya menimbulkan istilah New Normal (normal baru). Manusia sebagai makhluk sosial yang awalnya dapat melakukan segala kegiatan sosial dengan leluasa, kini geraknya harus dibatasi dengan berbagai kebijakan yang dikemas dengan sebutan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan kontak fisik satu sama lain (physical distancing), dan mengurangi mobilitas.

Banyak hal yang awalnya dapat dilakukan dengan sesuka hati kini menjadi sulit dilakukan karena harus mematuhi protokol kesehatan. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat berbagai macam kegiatan sosial seperti hajatan, pesta pernikahan, dan perayaan atau seremoni yang mengundang banyak massa terpaksa ditunda atau dilaksanakan dengan tidak menimbulkan kerumunan, dengan syarat menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Perubahan ini tentu tidak hanya dirasakan dalam tatanan nilai sosial budaya, aspek-aspek lain seperti pendidikan dan ekonomi juga mengalami perubahan. Adanya aturan untuk di rumah saja dan menjauhi kerumunan membuat kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara daring atau virtual. Jual beli yang terbatas juga membuat banyak pedagang kecil mengalami kerugian bahkan gulung tikar. Di sinilah peran canggihnya teknologi harus mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh semua lapisan masyarakat.

Aktivitas masyarakat kemudian banyak beralih melalui virtual dengan memaksimalkan adanya internet dan media sosial. Beberapa kondisi ini tentu mengakibatkan hubungan manusia yang identik dengan rasa simpati dan empatinya lama kelamaan akan memudar seiring terjadinya perubahan pada sikap dan pola pikir masyarakat. Bahkan, manusia bisa saja menjadi lebih egois demi mempertahankan kehidupannya tanpa peduli akan kesulitan manusia lainnya. 

Perubahan budaya masyarakat ini menunjukkan bahwa manusia sudah seharusnya selalu beradaptasi dengan keadaan dan tetap optimis dalam menjalankan kehidupan meski ada banyak hal yang mengalami pergeseran. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemahaman dan pengertian yang baik dari semua kalangan masyarakat terhadap aturan yang dibuat oleh pemerintah untuk terciptanya keselarasan dalam kehidupan masyarakat.

Di masa yang sulit ini, manusia dituntut untuk mampu memahami situasi dan kondisi secara bijaksana untuk mewujudkan harmonisasi yang baik dalam kehidupan. Berbagai upaya juga telah dilakukan oleh pemerintah seperti pemberian vaksin secara gratis kepada semua masyarakat. Dengan pola pikir yang realistis serta mental yang sehat, budaya manusia sebagai makhluk sosial akan tetap terjalin sebagaimana mestinya. 

Meskipun sampai saat ini covid-19 belum juga bisa sepenuhnya menghilang dari kehidupan, sudah menjadi tugas bagi manusia untuk mampu berdamai dengan keadaan. Tetap mematuhi aturan pemerintah, melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, dan bersama-sama menghadapi pandemi ini hingga usai. Maka tatanan sosial dan budaya masyarakat akan mencapai titik keselarasannya meski dalam kondisi dan situasi yang berbeda.

Tags: berita patijatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Opini

Susyi dan Keamanan Pangan: Kesegaran dan Risiko Sepotong Ikan Mentah

23 Juni 2026
27
Opini

Narasi Beracun

7 Oktober 2025
345
DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?
Opini

DPR Hanya Kumpulan “Korea”? Demo ke DPR untuk Apa?

22 September 2025
93
Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan
Opini

Membangun Tata Kelola Yayasan Pendidikan Madrasah yang Modern dan Adaptif di Tengah Dinamika Perubahan

14 Juli 2025
85
Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir
Opini

Menatap Tahun Ajaran Baru: Ijazah Itu Hanya Tanda Anda Pernah Sekolah, Bukan Pernah Berpikir

10 Juli 2025
183
Mendobrak Kepalsuan Akademik: Refleksi Kebijakan Bupati Pati
Opini

Saat SD Negeri Sepi Peminat: Fenomena Baru SPMB di Kabupaten Pati

18 Juni 2025
572
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Patroli Malam Minggu, Polres Rembang Tingkatkan Pengamanan Cegah Gangguan Kamtibmas
  • Kapolsek Kragan Pimpin Pengamanan Lomba Miniatur Sound System, Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif
  • Pelanggaran Lawan Arah Masih Jadi Ancaman Keselamatan Berlalu Lintas
  • Nobar Piala Dunia 2026 dan Launching Logo Hari Jadi Pati ke-703, Kasdim 0718/Pati Ajak Perkuat Kebersamaan
  • Makna Logo Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati, Semangat “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan”
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.