Harga Anjlok, Firman Soebagyo Inisiasi Pembangunan Gudang Bawang Merah di Pati
PatiNews.Com – Wedarijaksa, Petani bawang merah di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pati mengeluhkan soal anjloknya harga saat panen. Belum lagi merajalelanya tengkulak, yang membeli harga dengan murah. Dan mereka menjual ke pasaran dengan harga yang lebih tinggi. Salah satunya, perlu adanya gudang untuk menyimpan bawang merah hasil panen, dan tidak diborong para tengkulak.
Anjloknya harga, dan tidak adanya tempat penyimpanan yang memadahi, menjadi persoalan yang petani bawang merah di daerah, saat musim panen tiba. Untuk itu, petani bawang bersama anggota DPR RI menginisiasi pembangunan gudang di sentra-sentra penghasil bawang merah. Seperti Kecamatan Wedarijaksa, Kecamatan Batangan, dan Kecamatan Jaken.
“Oleh karena itu, ini tadi kita sudah bersepakat, bagaimana kalau kita bangun gudang sendiri. Para petani sendiri sudah mengajukan anggaran kepada Pemerintah, untuk pembangunan gudang. Untuk satu gudang kapasitas 40 ton itu, diperkirakan Rp.300juta menggunakan lahan petani, masyarakat, atau bahkan lahan Pemdes. Saya sudah kasih solusi, kalau kita menunggu dari Pemerintah ini lama prosesnya,” demikian anggota Komisi IV DPR RI H Firman Soebagyo, SE MH, usai panen bawang merah di Desa Sidoharjo Kecamatan Wedarijaksa, Senin pagi (6/8/2018).
Dengan adanya gudang penyimpanan hasil panen bawang merah dengan role model swakelola, kata Firman Soebagyo, petani bawang merah di daerah, akan terlindungi, dan terdanai melalui sistem resi gudang versi petani.
“Saya sebagai warga Pati, sudah menyanggupi anggaran yang Rp.300juta itu untuk bikin pilot project. Kalau kita berhasil akan kita bangun di dua tempat lain. Dengan harapan, dengan gudang yang kita bangun itu, bisa menyelamatkan gejolak harga dan petani dari permainan harga dari para tengkulak. Ini, tergantung dari kesiapan anggaran, dan saya minta dikelola secara profesional bussinees,” tutur Firman Soebagyo.
Saat ini, kata anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo SE MH, harga bawang merah di tingkat bakul turun dari Rp. 9ribu/Kg menjadi Rp.7ribu/Kg. Padahal, harga keekonomisan yang selaras dengan biaya operasional per hektar Rp.70juta, minimal per Kg bawang merah minimal Rp.16ribu. Dengan kondisi, harga sekarang petani bawang merah, kembali merugi. (pn/ ys)






